Tampilkan postingan dengan label Asal Usul Arema. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Asal Usul Arema. Tampilkan semua postingan
Persatuan Sepak bola Indonesia Tangerang(disingkat Persita atau Persita Tangerang) adalah sebuah klub sepak bola Indonesiayang bermarkas di Tangerang. Tim berjuluk Pendekar Cisadane atau Laskar La Viola identik dengan kostum ungunya.


Pada 23 Desember 2001 Berdiri kelompok suporter persita yang menamakan diri mereka Laskar Benteng Viola (LBV). seiring berjalannya waktu, muncul kembali suporter persita yang bernama Viola Xtrim pada tahun 2005, kelompok ini identik dengan atribut hitamnya.

Pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2015, markas Persita adalah Stadion Maulana Yusuf di Serang. Kemudian pada musim 2016, Persita menggunakan Stadion Singa perbangsa, Karawang.

LAHIRNYA PERSITA FOOTBALL CLUB

Persita lahir di Kota Tangerang secara resmi pada tanggal 19 April 1940 dipelopori oleh Alm. M.E. Umran. Namun Persita berdiri secara resmi pada tanggal 15 September1945. Persita diterima dan disahkan oleh PSSI9 September 1953.

Kostum kebanggaan Persita yang pertama pada zaman dulu adalah merah dengan celana putih dan kaos kaki putih. Pada masa kepemimpinan H. Urip Hermansyah, SH kostum ini digantikan dengan warna ungu.

Setelah melalui musyawarah dengan pengurus, HUT "Pendekar Cisadane" diperingati setiap tanggal 9 September dengan tujuan mengingat kembali sejarah lahirnya Persita. Pada saat itu perwakilan dari Persita menyerahkan lambang bendera Persita.

STADION PERSITA TANGERANG


Sebelum memiliki Stadion Benteng, lapangan yang dipergunakan oleh Persita adalah Lapangan LPK dan Lapangan Achmad Yani. Ketika perkembangan sepak bola Tangerang kian maju pesat, maka terlontar ide untuk pembangunan stadion yang representatif.

Berdirilah stadion megah kebanggaan masyarakat Tangerang yakni dengan nama Stadion Benteng dan luas 44.000 meter persegi.

Sejarah Asal usul Terbentuknya Persita Tangerang FC

Borneo F.C. adalah klub sepak bola Indonesia yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Klub ini bermain di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 setelah mengakuisisi klub Perseba Super Bangkalan pada tanggal 7 Maret 2014.

Pada 2015, mereka berlaga di Indonesia Super League berstatus sebagai klub promosi. Menjalani dua laga pada ISL 2015, langkah PBFC akhirnya terhenti setelah PSSI dan kompetisi dibekukan Menpora RI.

Selepas itu, mereka terjun di Piala Presiden, sekaligus sukses menembus Babak 8 Besar. Selepas ikut di Piala Presiden, Pusamania Borneo FC juga ikut berpartisipasi di Indonesian Championship Torabika Piala Jenderal Sudirman 2015 dan mereka mampu menembus babak Semifinal.

Pusamania Borneo F.C. juga pernah menjuarai turnamen Piala Gubernur Kaltim 2016, dan menjadi Runner up di Piala Presidern 2017. Pada musim 2017, Pusamania Borneo F.C. mengganti nama klubnya menjadi Borneo F.C. untuk mengarungi kompetisi Liga 1.

SEJARAH BORNEO FC


Nabil Husein Said Amin yang sebelumnya merupakan ketua koordinator wilayah Pusamania di Malaysia (Pusamalaya) menjadi orang penting dibalik terbentuknya Pusamania Borneo FC.

Pemuda berusia 20 tahun itu bersama PT Nahusam Pratama Indonesia sebagai badan hukum PBFC, bertekad ingin membawa kembali kejayaan sepak bola Samarinda di kancah nasional. Tanggal 7 Maret 2014 disepakati sebagai tanggal bulan dan tahun resmi berdirinya Pusamania Borneo FC.

Ide membentuk klub profesional yang dilakukan kelompok suporter Pusamania ini dilandasi sikap tak puas mereka terhadap klub sebelumnya yang tak kunjung memiliki prestasi. Sehingga muncul, wacana mengelola klub yang lebih transparan, profesional dan merakyat.

Selain itu, perubahan nama klub Persisam Putra yang sebelumnya pendanaannya bertumpu terhadap APBD kota Samarinda dan berubah nama menjadi Putra Samarindasehingga statusnya dimiliki perseorangan, menjadi salah satu yang ditentang kelompok suporter terbesar di Kalimantan ini.

Tambahan nama Borneo sendiri muncul saat mereka berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 setelah mengakuisisi salah satu klub berlisensi profesional di Pulau Madura, yakni Perseba Super.

Nama Borneo dipilih karena, jajaran direksi PBFC ingin klub ini tak hanya bisa mengharumkan nama kota Samarinda, melainkan juga mengangkat nama Pulau Borneo di kancah sepak bola nasional dan internasional.

Tahun 2014 menjadi titik permulaan PBFC berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia. Mengusung target lolos ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia, deretan pemain ternama didatangkan ke Samarinda. Tak lupa, potensi lokal Benua Etam juga dilibatkan dalam skuad klub yang dijuluki Pesut Etam.

Stadion Segiri Samarinda yang selama ini identik dengan kejayaan sepak bola Samarinda dipilih Pusamania Borneo FCsebagai kandang mereka untuk menjamu lawan-lawannya. Stadion berkapasitas hampir dua puluh ribu tempat duduk dan berbentuk curva itu dijuluki Theater Of Hell.

SUPORTER BORNEO FC

Pusamania adalah nama julukan untuk para pendukung kesebelasan Puamania Borneo FC yang bermarkas di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Warna kebanggaan Pusamania adalah Orange.

Pusamania memiliki hubungan tidak harmonis dengan suporter tetangga mereka Balistik,Pusamania memiliki hubungan harmonis dengan Barito Mania, The Jak Mania, Aremania dan suporter lainnya di indonesia. setiap ada pertandingan Pusamania dan Barito Mania selalu hadir dan mendukung penuh bersama Pusamania, walaupun bukan Barito Putera.

STADION BORNEO FC


Stadion Segiri merupakan sebuah stadion yang berlokasi di pusat kota Samarinda, Kalimantan Timur. Stadion ini Merupakan salah stadion yang representatif yang dimiliki Kota Samarinda selain Stadion Utama Palaran dan Stadion Madya Sempaja. Stadion ini juga merupakan stadion kandang bagi kesebelasan Pusamania Borneo FC Samarinda.

Daya tampung stadion ini diyakini 18 ribu penonton dari 4 tribun. Untuk tribun utara dapat menampung 2.700 orang, tribun timur 5.000 orang, tribun selatan 2.700 orang dan tribun barat 7.600 orang.

Sejarah Asal usul Terbentuknya Borneo Football Club

Persipura adalah klub yang berada di ujung timur Indonesia, yang mempunyai nama Julukan Mutiara Hitam sebagai julukan klub.

Nama Hitam sendiri diambil dari warna kulit orang Papua. Namun, embel-embel mutiara diberikan karena para pemain asal Papua sangat berbakat dalam bermain sepak bola.


Terbukti klub yang berusia 53 tahun ini telah sukses menyabet banyak gelar bergengsi di Indonesia. Dalam lemari piala Persipura terdapat tiga trofi Indonesia Super League, satu trofi Divisi Utama, 2 trofi Divisi Satu era Perserikatan, satu trofi Community Shield dan Inter Island Cup.

Tak hanya berprestasi di kancah domestik, Persipura juga mampu berbicara banyak di Asia. Pada tahun 2014, Boaz Solossa dkk bahkan mampu menembus hingga babak semifinal Piala AFC.

TIM TERBAIK DI INDONESIA

Persatuan Sepakbola Indonesia Jayapura atau disingkat Persipura Jayapura, adalah sebuah klub sepakbola profesional Indonesia yang bermarkas di Jayapura, Papua. Saat ini tim berjuluk "Mutiara Hitam" merupakan salah satu kontestan papan atas Superliga.

Karena Stadion Mandala Jayapura yang menjadi kandangnya sedang direnovasi, tim kebanggaan warga Papua ini terpaksa harus mengungsi ke Stadion Andi Mattalatta, Mattoanging, Makassar, hingga selesainya venue mereka tersebut diperbaiki dan siap digunakan.

Meski telah cukup lama berdiri, prestasi tim asal Papua ini baru mulai terlihat di era sepakbola semi-profesional.
Tepatnya setelah tampil sebagai juara Liga Indonesia 2005.
Maklum saja karena di era Perserikatan, Persipura hanya mampu menjadi runner-up pada musim 1980.

Kala itu Persipura dikalahkan Persiraja Banda Aceh 3-1, di laga pamungkas yang berlangsung cukup dramatis di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yang kemudian tampil menjadi juara.
Setelah itu prestasi Persipura terus melorot, hingga terlempar ke Divisi Satu.

Memang di level tingkat dua sepakbola nasional kala itu Persipura tampil dua kali juara pada musim 1979 dan 1994.
Namun tetap saja hal itu tidak mampu menujukkan eksistensi mereka di pentas sepakbola nasional, hingga akhirnya tampil sebagai juara Divisi Utama.

Memasuki era sepakbola profesional dengan digulirkannya Superliga pada musim perdana 2008/09, tim asal Papua ini menunjukkan penampilan luar biasa untuk merebut gelar juara. Itu seiring dengan semakin membaiknya penampilan beberapa pemain lokal binaan Mutiara Hitam, ditunjang kehadiran pemain asing berkualitas.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Persipura Jayapura

Persatuan Sepak bola Indonesia Malang(biasa disingkat: Persema) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di kota Malang, Provinsi Jawa Timur. Persema adalah saudara tua dari Klub Arema Indonesia. Persema melangsungkan pertandingan kandangnya di Stadion Gajayana. Persema juga mempunyai supporter yang bernama Ngalamania.


Persema adalah klub eks Perserikatan yang berdiri pada 20 Juni 1953. Tampil pertama kali di jenjang teratas Liga Indonesia, Persema tidak pernah menggaet gelar apapun. Persema sempat terdegradasi dari divisi teratas ke jenjang kedua pada tahun 2003, namun kembali lagi ke level teratas dua tahun kemudian.

MUNDUR DARI LIGA SUPER

Pada tahun 2011, Persema menyatakan keluar dari Liga Super Indonesia, kompetisi tertinggi yang diselenggarakan PSSI, dan bergabung dengan Liga Primer Indonesia.

Persema tidak bergeming meski PSSI mengancam menjatuhkan hukuman yang berat. Bahkan pemain bintang mereka Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan terancam meninggalkan Persema karena ancaman tidak dapat memperkuat timnas, meski akhirnya tidak menjadi kenyataan karena keduanya memilih berkomitmen dengan Persema dengan menandatangani kontrak selama tiga tahun, dan hak memperkuat timnas dijamin oleh Menpora. Persema beralasan kepindahan mereka disebabkan mereka sering diteror oleh PSSI.

STADION PERSEMA MALANG

Persema Malang terus bersiap menyambut bergulirnya kompetisi Liga 3 yang dijadwalkan akan bergulir pertengahan Mei mendatang.

Satu bentuk persiapan tersebut adalah dengan menentukan stadion yang akan dipakai untuk home base.

Persema Malang resmi mendaftarkan tiga stadion yang akan mereka gunakan di kompetisi kasta ketiga nanti.

Sebagai home base utama, Persema memilih menggunakan Stadion Universitas Muhammadiyah Malang. Sementara untuk cadangannya adalah, Stadion Brantas Batu dan juga Stadion Gajayana.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Persema Malang


Berdiri sejak 12 Maret 1949 atas prakarsa R. Temenggung Sukardi yang menjabat sebagai Bupati Bojonegoro waktu itu. Vakum pada tahun 1960 dan mulai bangkit kembali pada millenium baru tahun 2000, prestasi terbaik tim ini dicapai pada musim 2003/04 setelah sukses tampil sebagai juara Divisi 2 dan promosi ke Divisi 1. Tidak hanya itu, pada musim 2007/08, tim ini tampil sebagai juara Divisi 1 dan promosi ke Divisi Utama.


Pada musim pertamanya berada di kasta kedua sepakbola nasional ini, tim berjuluk Laskar Angling Dharma membuat kejutan besar di ajang turnamen Copa Indonesia. Itu setelah mereka menumbangkan tiga tim dari kasta tertinggi Superliga.

Yakni, Arema Indonesia, Persik Kediri, dan Pelita Jaya untuk melaju ke babak delapan besar turnamen bergengsi yang mempertemukan tiga tim dari divisi berbeda. Sekaligus membuat publik sepakbola nasional tersentak dan mulai memperhitungkan mereka, sehingga dijuluki “the Giant Killer” oleh media.

Persibo berhasil menjuarai Divisi Utama Liga Joss Indonesia 2010 setelah pada pertandingan final mengalahkan Deltras Sidoarjo, sehingga berhasil lolos ke Liga Super Indonesia tahun 2011 bersama Deltras sebagai runner-up dan Semen Padang FC yang menjadi juara ketiga.

Namun sayang setelah memainkan beberapa laga di ISL, tepatnya pada akhir desember 2010 Persibo memutuskan untuk menyeberang ke Liga Primer Indonesia yang saat itu merupakan breakaway league sehingga mendapatkan sanksi yang membuat Persibo dilarang berpartisipasi dalam setiap kegiatan PSSI dan harus terlempar ke Divisi Satu Liga Indonesia pada musim berikutnya. Namun status keanggotaan Persibo diputihkan bersama Persema oleh Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam rapat ketiga Exco pada senin, 15 Agustus 2011 di Kantor PSSI Senayan Jakarta.

Pencabutan sanksi ini memberikan “lampu hijau” untuk Persibo mengikuti asistensi liga profesional PSSI musim 2011/12 dan bersaing bersama klub Liga Super Indonesia (ISL) dan Divisi Utama untuk menjadi klub profesional. Dari hasil asistensi tersebut, Persibo terdaftar sebagai salah satu dari 24 klub yang berhak tampil di level 1 liga pro Indonesia yang belakangan ditetapkan bernama Indonesian Premier League. Di musim 2011/2012 Persibo berada di Indonesian Premier League bersama 12 tim lain yang merupakan top flight division di Indonesia.


JULUKAN PERSIBO


- LASKAR ANGLING DHARMA

Angkling Dharma merupakan keturunan ketujuh dari Arjuna, seorang tokoh utama dalam kisah Mahabharata. Hal ini dapat dimaklumi karena menurut tradisi Jawa, kisah Mahabharata dianggap benar-benar terjadi di Pulau Jawa.[butuh rujukan] Dikisahkan bahwa, Arjuna berputra Abimanyu. Abimanyu berputra Parikesit. Parikesit berputra Yudayana. Yudayana berputra Gendrayana. Gendrayana berputra Jayabaya. Jayabaya memiliki putri bernama Pramesti, dan dari rahim Pramesti inilah lahir seorang putra bernama Prabu Anglingdarma.

Raja Angling Dharma adalah raja yang besar pada masanya. Menurut cerita rakyat, istananya mewah dengaan adanya banyak taman dan pilar-pilar kerajaan yang besar dan menjulang tinggi. Raja itu sangat adil dan bijaksan. Dengan kesaktian dan kemampuan berperang yang tinggi, banyak daerah yang tunduk dibawah kekuasaannya. Angling Dharma juga sosok hebat yang dikenal masyarakat sebagai raja dengan tunggangan naga. Oleh karena itu, kehebannya pun tak tertandingi.

- NAGA BERGOLA

Naga bergola adalah binatang yang setia dengan majikannya yaitu Angling Dharma, naga bergola merupakan tunggangan Angling Dharma ketika hendak melakukan perjalanan. Naga Bergola bukan saja tunggangan setia Angling Dharma tetapi ia juga mempunya kekuatan yang besar untuk melindungi Angling Dharma.

STADION PERSIBO


Stadion Letjen H. Soedirman merupakan sebuah stadion yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Stadion ini dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola, dan merupakan markas dari Persibo Bojonegoro. Stadion ini memiliki kapasitas 20.000 orang.

Pemilihan nama Letjend. H. Soedirman didasarkan karena Letjend. H. Soedirman merupakan tokoh yang dikenal di Bojonegoro, yang merupakan pahlawan nasional dari Bojonegoro. Selain itu, Letjend. H. Soedirman merupakan ayah Basofi Sudirman, yang merupakan Mantan Gubernur Jawa Timur pada masa jabatan 1993–1998.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Persibo Bojonegoro

Persatuan Sepak Bola Lamongan (biasa disingkat: Persela) dan mempunyai julukan Laskar Joko Tingkir adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Lamongan, Jawa Timur. Persela dikelola oleh PT. PERSELA JAYA.


Selain Laskar Joko Tingkir, Persela mempunyai julukan lain, yaitu Lele Glagah. Ini dikarenakan Ikan Lele merupakan binatang yang di hormati di daerah Lamongan tepatnya di daerah Glagah, yang ada larangan memakan ikan lele.

Persatuan Sepak bola Lamongan atau lebih dikenal dengan sebutan Persela Lamongan adalah sebuah klub profesional yang berkedudukan di Kota Lamongan, Jawa Timur.

Meski telah berdiri sejak 18 April 1967, Persela baru mulai menunjukkan eksistensinya di pentas sepak bola nasional setelah kompetisi memasuki era profesional. Itu pun setelah berjalan sembilan tahun, atau tepatnya pada musim 2003 silam, ketika mereka sukses promosi ke Divisi Utama Liga Indonesia, level tertinggi kompetisi sepak bola di tanah air kala itu.

Sebelumnya, tim ini hanya berkutat di level bawah, yakni Divisi Dua Liga Indonesia dan Divisi Satu Liga Indonesia. Namun semuanya berubah begitu sukses promosi ke divisi utama lewat partai play-off di Stadion Manahan, Solo, pada penghujung 2003. Sejak saat itu, Persela terus unjuk kemampuan hingga akhirnya menembus Superliga, kasta tertinggi kompetisi sepak bola nasional yang baru pertama kali digulirkan musim ini.

Di tengah dualisme kompetisi Sepak bola di Indonesia, Persela tetap memilih bergabung ke Liga Super Indonesia pada musim 2011-12hingga saat ini.

Persela setiap tahun selalu melahirkan bakat-bakat berkualitas. Dari pemain muda bahkan sampai yang baru memunculkan bakatnya di Persela Lamongan walaupun umurnya tidak muda lagi. Sebut saja, Samsul Arif, Zaenal Arifin, Fandi Eko Utomo sampai Dendy Sulistyawan.

SUPORTER PERSELA

Nama Supporter fanatik Persela Lamongan adalah LA Mania yang berdiri tanggal 18 Januari 2001, dengan diketuai Saptoyo Nugroho. Terdiri dari 86 Korwil, LA Mania pernah di nobatkan sebagai Supporter terbaik pada ISL Musim 2008-2009 di bawah kepemimpinan Aini Hidayat. Mereka sangat loyal kepada tim kesayangannya, Itu terlihat ketika Persela bertanding, baik laga kandang maupun tandang.

PERSETERUAN DENGAN BONEK MANIA

Pada tahun 2011, Tragedi tewasnya anggota LA Mania dalam insiden dengan Bonek cukup menyita perhatian publik. Bonek dinilai sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas insiden tersebut.

STADION SURAJAYA

Stadion Surajaya merupakan stadion multi-fungsi yang terletak di Lamongan, Jawa Timur. Stadion yang berkapasitas 20.000 tempat duduk ini merupakan markas dari klub Persela Lamongan. Stadion ini milik Pemkab kabupaten Lamongan, yang kini memiliki rumput yang berstandar internasional. Nama Surajaya diambil dari adipati pertama Kadipaten Lamongan pada masa giri kedaton. Stadion ini juga menjadi stadion termegah di daerah Pantura (pantai laut utara).

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Persela Lamongan dan LA Mania

Persegres Gresik United adalah sebuah klub sepak bola Indonesiayang bermarkas di Gresik, Jawa Timur. Klub yang dikenal dengan julukan Laskar Joko Samudro / Kebo Giras ini memiliki kelompok pendukung fanatik bernama Ultras Gresik. Rusa Bawean adalah hewan atau fauna identitas Kabupaten Gresik. Seluruh partai kandang Gresik United dimainkan di Stadion Petrokimia.

Klub ini didirikan pada tanggal 2 Desember2005 sebagai hasil penggabungan dari bekas tim Divisi Utama, Petrokimia Gresik, dengan tim Divisi II, Persegres Gresik. Saat ini juga mereka berusaha mati-matian agar tetap bertahan di Indonesia Super League.

TERBENTUKNYA GRESIK UNITED


Awalnya Petrokimia Putra Gresik didirikan pada Jumat 20 Mei 1988 oleh pihak manajemen PT. Petrokimia Gresik. Sejak berdiri hingga sekarang, klub yang didanai pabrik pupuk PT Petrokimia Gresik tersebut telah lebih dari 15 tahun berkiprah di Divisi Utama Liga Indonesia.

Banyak klub besar di Indonesia yang pernah satu kelas dengan Petro Putra kini tinggal nama alias almarhum. Misalnya, Bandung Raya Bandung, Niac MitraSurabaya, Warna Agung Jakarta, Assyabaab Surabaya, Perkesa, BPD Jateng, dan lain-lain.

Setidaknya ada beberapa hal penting yang bisa dicatat dalam perjalanan Petro Putra di dunia persepak bolaan nasional. Kiprah perdana klub ini mengikuti kompetisi pada era Galatama 1988-1989. Ketika itu, kompetisi sepak bola secara nasional ada dua kutub besar. Yakni, Galatama yang diikuti klub-klub semiprofesional dan perserikatan yang diikuti klub yang didanai dan dikelola Pemda.

Ketika kali pertama masuk Galatama, sebenarnya di Gresik ada klub perserikatan yang bertengger di Divisi Utama Perserikatan, yakni Persegres. Bahkan, sebagian pemain Petro Putra angkatan pertama adalah alumni Persegres. Ketika itu, antusiasme warga Gresik lebih condong ke Persegres daripada ke Petro Putra.

Beberapa pemain angkatan pertama Petro Putra yang alumni Persegres, antara lain Sasono Handito (kiper), Ferril Raymond Hattu, Rubianto, Reno Latupeirissa, Karyanto, Abdul Muis, Masrukan, Lutfi, Hasan Maghrobi, Derry Krisyanto, dan lain-lain. Mereka di bawah pelatih Bertje Matulapelwa dengan asisten pelatih Hendrik Montolalu dan Slamet Haryono. Hendrik merupakan mantan kiper Niac Mitra Surabaya.

Saat Liga Indonesia pertama digelar pada 1994-95, Petrokimia Putra oleh banyak kalangan diberi gelar “juara tanpa mahkota”. Sebab, di partai final Liga Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Petro yang saat itu di bawah besutan pelatih Andi Muhammad Teguh dengan asisten pelatih Ferril Raymond Hattu dan Bambang Purwanto kalah dari Persib Bandung dengan skor 0-1. Padahal, dalam pertandingan tersebut, Petro memasukkan gol lebih dulu melalui kaki Jacksen F. Tiago. Namun, dianulir wasit tanpa alasan jelas.

Kiprah Petro Putra saat itu memang luar biasa. Petro ketika itu mendatangkan tiga pemain asing, yakni Derryl Sinnerine asal Trinidad and Tobago. Posisinya sebagai kiper. Lalu Carlos de Mello di posisi playmaker dan Jacksen F. Tiago sebagai striker. Selain Jacksen dan Carlos, tim Petro melahirkan banyak bintang baru, seperti Widodo Cahyono Putro, Eri Irianto, dan Suwandi HS. Ketiganya kemudian jadi langganan masuk pelatnas PSSI.

Melalui perjalanan panjang, Petro berhasil menjadi jawara Liga Indonesia 2002. Prestasi tersebut mendobrak hegemoni klub klub kotabesar di deretan utama persepak bolaan nasional. Biasanya jawara liga direbut tim-tim dari kota-kota besar dan secara tradisional memiliki kiprah dan prestasi sepak bola yang melegenda. Misalnya, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, PSIS Semarang, Persija Jakarta, maupun PSM Makassar.

Berbeda dengan Liga Indonesia 1994-95 yang menghasilkan kekecewaan mendalam bagi Petro, pada Liga Indonesia 2002 Petro dinaungi oleh dewi fortuna. Setelah di penyisihan menjadi kampiun Wilayah Timur, Skuat yang ditukangi Sergei Dubrovin ini sempat berada di ujung tanduk dalam babak delapan besar Grup K yang digelar di kandang sendiri.

Menang 3-0 dari Arema pada pertandingan pembuka, Petro ditaklukkan oleh Persipura Jayapura 0-1. Dalam laga penentuan Petro kembali takluk dari Persita 0-1, sehingga mereka tinggal berharap Persipura Jayapura dapat dikalahkan oleh Arema dengan skor tipis. Harapan mereka terkabul, gol Khusnul Yuli ke gawang Persipura Jayapura membawa Petro ke semifinal.

Pada November 2005 lalu persepak bolaan gresik nyaris hilang dengan adanya ultimatum dari pihak Petro sebagai pengelola PS. Petrokimia Putra di karenakan alasan dana, dengan segala cara Ultras mengambil cara dan jalan agar sepak bola di kota Gresik tidak sampai hilang begitu saja. Demo penyampaian aspirasi ke Kantor DPR dan juga ke Kantor Utama Graha Petro Kimia.

Dengan membuahkan hasil adanya Komitmen dari Pihak Pemkab Gresik dan juga PT. Petrokimia yang di jembatani melalui Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gresik, maka lahirlah Gresik United sebagai ganti hilang nya Petro Putra dan Persegres yang pernah mengharumkan nama Kota Gresik sebagai Jawara Ligina. Pada tahun 2013, mereka naik ke kasta tertinggi Liga Super Indonesia.

TERBENTUKNYA ULTRAS GRESIK

Pada tanggal 5 November 1999 ditetapkan sebagai hari lahir Ultras Gresik yang di ambil dari negara Italia yang bermakna Supporter militan ini diawali dengan pawai besar besaran di dalam kota dan memberikan dukungan pertama ke Jember pada laga Piala Gubenur I dan dan sempat memberikan nilai positif dalam berkreasi di senayan Bung Karno Jakarta sehingga mengantarkan Gresik terharum namanya dengan menjadi Juara liga indonesia yakni PS. Petrokimia Putra.

Sejarah Asal Usul Terbentuknya Gresik United, (Persegres)


Delta Raya Sidoarjo (biasa disingkat: Deltras) merupakan sebuah klub sepak bola profesional yang bermarkas di kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Klub yang memiliki julukan sebagai The Lobster ini pada tahun 1989 saat didirikan bernama Gelora Dewata '89 dengan home base Bali.

Gelora Dewata didirikan oleh pengusaha HM. Mislan. Gelora Dewata pindah ke Sidoarjo pada musim kompetisi 2001 setelah menjalani beberapa pertandingan awal Divisi Utama LI 2001, dengan menggunakan nama Gelora Putra Delta.

Gelora Delta Putra akhirnya berganti nama menjadi Delta Putra Sidoarjo atau Deltrasbeberapa waktu kemudian (masih tahun 2001 juga). Pada 2003 hingga saat ini, status kepemilikan berubah dari HM. Mislan kepada pemerintah kabupaten Sidoarjo. Pada 2011, Pemkab mengganti nama klub menjadi Delta Raya Sidoarjo.

SEJARAH DELTAMANIA

The Lobster Deltras Sidoarjo beruntung mempunyai pendukung setia seperti Deltamania. Selain andal memompa semangat dan rajin memberi masukan, Deltamania juga akrab dengan kelompok suporter lain.

Deltamania berdiri tanggal 16 Februari 2001 yang dibidani oleh 5 orang gila bola, yaitu M. Hassanudin (Bob Hasan), Reza Panggabean, Nur Wak, Budi Pamulung, dan juga Iwan Sumantri. Deltamania lahir sebagai buntut dari pindahnya Gelora Dewata (GeDe) Bali ke Sidoarjo dan berganti nama menjadi Gelora Putra Delta (GPD).

Pada awal kelahirannya, Deltamania menggunakan kostum kebesaran Putih sebagai tanda pihak netral dalam kanca suporter di Jatim yang telah muncul bermacam-macam corak warna. Aremania misalnya dengan atribut biru warna khasnya, Bonekmania dengan corak hijau yang melegenda, serta juga Ultrasmania dengan warna kuning.

Awalnya Deltamania kesulitan dalam mencari anggota, disamping karena prestasi GPD waktu itu sedang terpuruk dipapan bawah kompetisi, juga karena Sidoarjo merupakan basis dari pendukung Persebaya atau yang dikenal dengan Bonekmania selama bertahun-tahun.

Namun setelah ditengah kompetisi prestasi GPD beranjak naik, maka perlahan-lahan banyak juga masyarakat Sidoarjo yang tertarik untuk bergabung bersama Deltamania. Sampai pada akhir musim jumlahnya sungguh diluar dugaan banyaknya seiring dengan lolosnya GPD dari lubang jarum degradasi ke Divisi I.

Pada musim kompetisi tahun 2002 Deltamania berganti warna kebesaran menjadi merah mengikuti corak kostum GPD. Jumlahnya pun makin bertanbah banyak. Jumlah yang begitu banyak semakin menggelembung ketika musim kompetisi 2003 mulai bergulir. Hal itu dipicu oleh prestasi bagus GPD yang telah berganti nama menjadi Deltras Sidoarjo setelah dibeli oleh Pemkab Sidoarjo diawal musim.

Disamping itu juga karena materi pemain Deltras di musim itu layak disebut sebagai yang terbaik dalam sejarah berdirinya GPD atau Deltras. Siapa yang tidak mengenal sosok Budi Sudarsono di sektor depan Deltras, I Putu Gede sebagai kapten kesebelasan, serta duo bek sayap Anang Ma’ruf di kanan dan Isdiantono di kiri, Serta Agung Prasetyo di bawah mistar gawang.

Semua itu masih ditopang oleh trio pemain asing yang berkualitas, Adolfo Souza dengan goyang sambanya di sektor depan bersama Jean Michel Babouaken serta Eduardo Chacon di barisan belakang. Prestasi Deltras waktu itu sangatlah bagus, bahkan sempat menguasai puncak klesemen sementara.

Namun sayang prestasi itu tidak berlanjut sampai akhir musim, sehingga animo besar Deltamania itu pun perlahan-lahan mulai menyurut. Hal itu terus terjadi dimusim 2004, 2005, dan juga musim 2006 yang menandai sebagai musim suram Deltras Sidoarjo di kanca Divisi Utama Liga Indonesia. Dalam musim-musim itu Deltras berturut-turut lolos dari lubang degradasi berkat kebijakan dari PSSI.

Pada musim 2007 animo Deltamania untuk datang ke stadion mulai beranjak naik seiring dengan membaiknya prestasi Deltras. Dengan diperkuat duo Argentina dilini tengah, yaitu Jose Sebastian Vasquez dan Claudio Damian Pronetto, Deltras mampu bertahan di papan atas Divisi Utama Liga Indonesia sepanjar musim 2007 berlangsung. Semua itu berimbas dengan lolosnya Deltras ke babak 8 besar untuk pertama kalinya.

PRESTASI DELTRAS SIDOARJO

Liga Indonesia

- 1994/95: Peringkat ke-5 Wilayah Timur
- 1995/96: Babak 12 Besar
- 1996/97: Babak 12 Besar
- 1997/98: Kompetisi dihentikan
- 1998/99: Peringkat ke-5 Grup D
- 1999/00: Peringkat ke-12 Wilayah Timur
- 2001: Peringkat ke-9 Wilayah Timur
- 2002: Peringkat ke-5 Wilayah Timur
- 2003: Peringkat ke-12
- 2004: Peringkat ke-18
- 2005: Peringkat ke-13 Wilayah Barat
- 2006: Peringkat ke-12 Wilayah Timur
- 2007: Babak 8 Besar Divisi Utama (Peringkat ke-3 Wilayah Timur, lolos Superliga)
- 2009/10: Runner-up (Promosi)

Superliga Indonesia

- 2008/09: Peringkat ke-16 (Degradasi)
- 2010/11: Peringkat ke-13
- 2011/12: Peringkat ke-17 (Degradasi)Piala Indonesia
- 2005: Putaran 2
- 2006: Perempat final
- 2007: Perempat final
- 2008/09: Semifinal2009/10: Putaran 1

Sejarah Asal Usul Deltras Sidoarjo Dan Delta Mania