Tanggul limpasan sungai Tuntang Demak jebol

 DEMAK JATENG- Tanggul penahan limpasan Sungai Tuntang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah jebol mengakibatkan seribuan warga terdampak banjir. Menurut data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Demak, terdapat tiga dukuh dengan seribuan jiwa terdampak.

"Akibat tanggul jebol di Dukuh Kembangan, Desa Kembangan terdapat tiga dukuh yang terdampak, yaitu Dukuh Kembangan, Sawi dan Grojogan," jelas Kasi Penanggulangan Kedaruratan BPBD Demak, Afifur Rahman di Balaidesa Kembangan, Kecamatan Bonang, Demak, Jumat (1/1/2021).



Afif menjelaskan, sebanyak 1.200 jiwa terdampak di Desa Kembangan, yaitu tujuh RT dan dua RW dengan jumlah 386 KK. Sementara di Dukuh Sawi terdapat RT terdampak yaitu 240 jiwa dengan jumlah 76 KK. Selanjutnya terdapat dua RT terdampak di Dukuh Grojogan, yaitu sebanyak 45 jiwa dengan 15 KK.


Afif menerangkan, ketinggian genangan air akibat tanggul jebol tersebut antara 50-70 sentimeter.


"Di Dukuh Sawi terdapat 155 hektare sawah terendam," imbuh Afif.


Sementara berdasarkan pantauan lapangan, tanggul yang jebol itu tak berbatasan langsung dengan bibir sungai melainkan masih berjarak dengan lahan kosong dan sawah. Ketinggian air akibat tanggul jebol tersebut sekitar 20 hingga 50 sentimeter di Dukuh Kembangan. Sejumlah rumah di wilayah dekat lokasi jebolnya tanggul tergenang air hingga ketinggian 20 sentimeter.


Terkait penanganan banjir akibat tanggul jebol yang tak mampu menahan debit air di Sungai Tuntang tersebut, Afif melanjutkan, sudah ada rapat koordinasi dari berbagai pihak terkait. Seperti halnya Plh Bupati Demak, Joko Sutanto, Kapolres, Dandim, Kepala Dinsos, Sekretaris Dinputaru dan Kepala BPBD serta Kades.


Afif menjelaskan, penanganan tanggul jebol tersebut akan melibatkan alat berat yang melewati Dukuh Sawi.


"Kesulitannya air masih agak deras, dan tanah masih lembek untuk dibuat pijakan dan masih ada bangunan yang menghambat alat berat itu," jelasnya.


Salah seorang warga Mashadi (58) menceritakan tanggul jebol pada sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Lalu, air mulai masuk ke dalam rumahnya pada sekitar pukul 03.00 hingga 05.00 WIB pagi tadi.


"Tanggul jebol sekitar pukul 02.00 WIB. Saat air datang, saya ya kaget, gugup, karena gak biasanya ada air, ada anak-anak kecil juga, jadinya khawatir. Tapi ini sudah berujung surut," ujar Mashadi di rumahnya RT 16 RW 5 di Dukuh Kembangan siang tadi.

Belum ada Komentar untuk "Tanggul limpasan sungai Tuntang Demak jebol"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel