Kini Penerbangan Indonesia Dicatat 'BURUK' di Mata Dunia

Kini penerbangan Indonesia kembali catat rekor buruk dengan terulangnya kembali kecelakaan pesawat udara di awal tahun 2021.


Dalam enam tahun terakhir, Indonesia catat banyak tragedi kecelakaan pesawat.

Tak bisa dipungkiri, penerbangan di Indonesia pun dicatat 'buruk' di mata dunia.

Sebagai negara yang masih cukup menggantungkan ekonominya di sektor penerbangan, Indonesia harus kembali terseok-seok membangun bisnis ini.

Tak banyak yang tahu ada sebuah negara yang ternyata pernah mati-matian melarang operasi pesawat terbang di Indonesia.

Adalah Amerika Serikat, negara dengan dikenal adidaya itu pernah melayangkan peringatan kepada Indonesia.

Khususnya dalam sektor bisnis penerbangan agar tidak mencatat adanya kejadian demi kejadian dan tragedi yang sama.

Di mata dunia kini, Indonesia menduduki peringkat teratas dalam laporan kecelakaan pesawat di antara negara Asia Tenggara.

Setelah berbagai tragedi yang terjadi di Indonesia terkait penerbangan terus dikaji, ada kesimpulan didapat.

Menurut Komite Keselamatan Lalu Lintas Nasional Indonesia, penyebabnya adalah pesawat Boeing dan Pilotnya.

Seperti dilansir TribunJatim.com dari Intisari, Associated Press (AP), mengatakan beberapa penyebab situasi kecelakaan di Indonesia itu dianggap kombinasi faktor ekonomi, sosial dan geografi.

Dan, Amerika Serikat yang melarang Indonesia beroperasi dalam sektor penerbangan dari 2007 hingga 2016.

Amerika Serikat menyebut semua faktor kajiannya karena "gagal memenuhi satu atau lebih persyaratan seperti keahlian teknis, pelatihan staf, pencatatan atau investigasi".

Sama halnya dengan Amerika, Uni Eropa juga memiliki larangan serupa dari 2007 hingga 2018. 

Geoffrey Thomas, pakar penerbangan dan pemimpin redaksi situs web AirlineRatings, mengatakan kepada AP, "Industri penerbangan telah memberikan perhatian lebih dan pengawasan semakin ketat".


TANGGAPAN INDONESIA

Tentu saja, berbagai kecelakaan yang kerap terjadi di Indonesia menjadi catatan juga bagi pemerintah pusat.

Pejabat Indonesia secara teratur memeriksa, peraturan yang lebih ketat tentang fasilitas, prosedur pemeliharaan, serta pelatihan pilot yang lebih baik.

Administrasi Penerbangan Sipil Amerika Serikat menempatkan penerbangan Indonesia dalam kategori kategori 1 pada tahun 2016.

Artinya negara Asia Tenggara tersebut memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.

Menurut AP, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengapa Boeing 737-500 milik Sriwijaya Air, yang membawa 62 orang, jatuh pada 9/1 tak lama setelah lepas landas.

Pakar penerbangan mengatakan beberapa kemungkinan penyebab tragedi ini adalah kesalahan manusia, kondisi pesawat dan cuaca buruk di ibu kota Jakarta, tempat pesawat lepas landas.

Menurut 24h.com.vn, pada Senin (11/1/21), dilaporkan Indonesia memegang rekor banyak dalam industri penerbangan masalah kecelakaan pesawat, dibandingkan negara lain di Asia.

Sejak 1945, kecelakaan pesawat sering terjadi di Indonesia, dikaitkan dengan pelatihan pilot yang lemah, cacat mekanis pesawat, masalah kontrol lalu lintas udara, dan perawatan yang buruk.

Pada 28 Desember 2014, pesawat Airbus A320-200 AirAsia Indonesia QZ8501 menghilang saat perjalanan dari Surabaya ke Singapura.

Membawa 162 penumpang tewas di dalamnya, penyebabnya diumumkan sebagai kesalahan sistem kendali operasi kemudi dan pilot.

Pada 29 Oktober 2018, Lion Air Boeing 737-MAX8, jatuh di Laut Jawa, membawa 189 penumpang dan semuanya meninggal dunia.

Menurut Komite Keselamatan Lalu Lintas Nasional Indonesia, penyebabnya adalah pesawat Boeing dan Pilotnya.


Sumber : https://jatim.tribunnews.com/2021/01/12/penerbangan-indonesia-buruk-di-mata-dunia-ternyata-ada-negara-yang-mati-matian-melarang-gagal

Belum ada Komentar untuk "Kini Penerbangan Indonesia Dicatat 'BURUK' di Mata Dunia"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel