SIDOARJO JATIM - Upah sebesar Rp 30 juta membuat Budi Hartono (39) mau membawa sabu-sabu seberat 3 kilogram (Kg) dari Malaysia ke Surabaya.


Dikutip dari laman tribunjatim, Pria asal Probolinggo itu menyimpan 3 Kg sabu-sabu di dalam stop kontak sakelar lampu.

"Saya hanya dititipi untuk dibawa ke Surabaya. Katanya, sudah ada yang menjemput di Surabaya," kata Budi kepada wartawan di Kantor Bea Cukai Juanda, Jumat (25/9/2020).

Awalnya kuli bangunan ini ingin pulang ke Indonesia sejak beberapa waktu lalu, tapi tidak punya biaya.

Kemudian dia mendapat tawaran dari temannya bernama Marsui yang siap membelikan tiket dan uang transpor.

Syaratnya, Budi harus mau membawa barang ke Indonesia.

"Saya juga dijanjikan upah Rp 30 juta setelah barang sampai ke orang yang dituju," lanjut Budi.

Akhirnya Budi setuju.
Tak lama kemudian Budi mendapat tiket, uang Rp 1,5 juta, dan barang titipan berupa stop kontak sakelar dari Marsui.

Marsui menyuruh Budi menyerahkan barang itu ke pria bernama Hery yang akan menjemput di bandara.

Budi pun terbang ke Indonesia menggunakan pesawat AirAsia QZ321 jurusan Kuala Lumpur - Surabaya.

Budi tiba di Bandara Juanda pada Selasa (22/9/2020) sekira pukul 11.30 WIB.

Saat di bandara, petugas curiga pada barang bawaan Budi.

"Dari pemeriksaan x-ray, ada yang mencurigakan. AKhirnya petugas menelusurinya," kata Budi Harjanto, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda.

Ternyata ada 29 bungkus plastik sabu-sabu yang disembunyikan di dalam 29 lamp switched socket outlet atau stop kontak sakelar lampu.

"Akhirnya kami serahkan pelaku ke BNN Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut," urai Budi Harjanto.

Tergiur Upah Rp 30 Juta, TKI Asal Probolinggo Bawa 3 Kg Sabu-sabu

SIDOARJO JATIM - Upah sebesar Rp 30 juta membuat Budi Hartono (39) mau membawa sabu-sabu seberat 3 kilogram (Kg) dari Malaysia ke Surabaya.


Dikutip dari laman tribunjatim, Pria asal Probolinggo itu menyimpan 3 Kg sabu-sabu di dalam stop kontak sakelar lampu.

"Saya hanya dititipi untuk dibawa ke Surabaya. Katanya, sudah ada yang menjemput di Surabaya," kata Budi kepada wartawan di Kantor Bea Cukai Juanda, Jumat (25/9/2020).

Awalnya kuli bangunan ini ingin pulang ke Indonesia sejak beberapa waktu lalu, tapi tidak punya biaya.

Kemudian dia mendapat tawaran dari temannya bernama Marsui yang siap membelikan tiket dan uang transpor.

Syaratnya, Budi harus mau membawa barang ke Indonesia.

"Saya juga dijanjikan upah Rp 30 juta setelah barang sampai ke orang yang dituju," lanjut Budi.

Akhirnya Budi setuju.
Tak lama kemudian Budi mendapat tiket, uang Rp 1,5 juta, dan barang titipan berupa stop kontak sakelar dari Marsui.

Marsui menyuruh Budi menyerahkan barang itu ke pria bernama Hery yang akan menjemput di bandara.

Budi pun terbang ke Indonesia menggunakan pesawat AirAsia QZ321 jurusan Kuala Lumpur - Surabaya.

Budi tiba di Bandara Juanda pada Selasa (22/9/2020) sekira pukul 11.30 WIB.

Saat di bandara, petugas curiga pada barang bawaan Budi.

"Dari pemeriksaan x-ray, ada yang mencurigakan. AKhirnya petugas menelusurinya," kata Budi Harjanto, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Juanda.

Ternyata ada 29 bungkus plastik sabu-sabu yang disembunyikan di dalam 29 lamp switched socket outlet atau stop kontak sakelar lampu.

"Akhirnya kami serahkan pelaku ke BNN Jatim untuk pemeriksaan lebih lanjut," urai Budi Harjanto.