Heri Agus Supriyadi (45) warga asal Desa Rojotengah, Kecamatan Deket, Lamongan ditemukan tewas terbujur kaku di rumah kontrakannya di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Kondisi Agus sangat memprihatinkan. Pasalnya, saat ditemukan hanya mengenakan celana dalam berwarna coklat. Sementara kedua tangannya terlihat menghitam.


Diduga kuat korban (Heri Agus Supriyadi) sudah lama memiliki riwayat penyakit asma. Sebab, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya korban tidak pernah keluar dari rumah kontrakannya.

Kapolsek Manyar, Iptu Bima Sakti menuturkan, jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Bambang Cahyono. Pasalnya, saksi curiga korban tidak keluar kontrakan mulai dari pagi hari dan kondisi kontrakan dalam keadaan tutup. 

“Sewaktu saksi membuka pintu belakang dan diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi telungkup di lantai,” tuturnya, Jumat (16/10/2020).

Mengetahui korban ditemukan sudah tak bernyawa. Saksi tersebut langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Manyar. Beberapa menit kemudian, tim identifikasi Polres Gresik datang ke lokasi dan selanjutnya menghubungi keluarga korban.

Kemudian tim identifikasi melakukan pemeriksaan lengkap dengan protokol kesehatan Covid-19 menggunakan alat pelindung diri (APD). “Hasil identifikasi pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit asma sudah lama,” ungkap Bima Sakti.

Sementara itu, hasil data dari Puskesmas Manyarrejo menjelaskan bahwa korban tidak terpapar Covid-19. Sebab, sewaktu diperiksa hasilnya negatif. 

Memprihatinkan, Warga Lamongan Ditemukan Meninggal di Kontrakan

Heri Agus Supriyadi (45) warga asal Desa Rojotengah, Kecamatan Deket, Lamongan ditemukan tewas terbujur kaku di rumah kontrakannya di Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik. Kondisi Agus sangat memprihatinkan. Pasalnya, saat ditemukan hanya mengenakan celana dalam berwarna coklat. Sementara kedua tangannya terlihat menghitam.


Diduga kuat korban (Heri Agus Supriyadi) sudah lama memiliki riwayat penyakit asma. Sebab, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya korban tidak pernah keluar dari rumah kontrakannya.

Kapolsek Manyar, Iptu Bima Sakti menuturkan, jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Bambang Cahyono. Pasalnya, saksi curiga korban tidak keluar kontrakan mulai dari pagi hari dan kondisi kontrakan dalam keadaan tutup. 

“Sewaktu saksi membuka pintu belakang dan diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi telungkup di lantai,” tuturnya, Jumat (16/10/2020).

Mengetahui korban ditemukan sudah tak bernyawa. Saksi tersebut langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Manyar. Beberapa menit kemudian, tim identifikasi Polres Gresik datang ke lokasi dan selanjutnya menghubungi keluarga korban.

Kemudian tim identifikasi melakukan pemeriksaan lengkap dengan protokol kesehatan Covid-19 menggunakan alat pelindung diri (APD). “Hasil identifikasi pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit asma sudah lama,” ungkap Bima Sakti.

Sementara itu, hasil data dari Puskesmas Manyarrejo menjelaskan bahwa korban tidak terpapar Covid-19. Sebab, sewaktu diperiksa hasilnya negatif.