Rumah milik Jono, 40, warga Sumber RT 023, Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen Sragen, Jawa Tengah ludes dilalap Si Jago Merah, Minggu (6/9/2020) pukul 13.30 WIB. Akibat kebakaran itu, satu keluarga beranggotakan lima orang terpaksa mengungsi ke rumah saudara.

Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp180 juta. Peristiwa yang terjadi pada pukul 13.30 WIB itu baru dilaporkan pada pukul 14.30 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan peristiwa itu diketahui Narmi, 50, tetangga korban, saat api sudah bekorbar di bagian ruang keluarga pada pukul 13.30 WIB. Sugeng mengatakan Narmi langsung berteriak kebakaran-kebakaran seraya mint tolong.

Warga sekitar pun berdatangan dan berusaha memadamkan api di rumah di Kedawung Sragen itu. Ada yang langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Rumah itu berukuran 7 meter x 10 meter. Seluruh bangunan ludes terbakar. Untuk sementara satu keluarga menginap di rumah orang tuanya yang masih satu lingkungan rukun tetangga (RT). Kerugian diperkirakan mencapai Rp180 juta karena rumah rusak berat. BPBD langsung memberikan bantuan pangan, paket dapur, sandang, dan paket sekolah," ujar Sugeng.

Sugeng mengatakan evakuasi berjalan lancar. Rencananya, tim BPBD akan melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan yang ludes terbakar pada Senin (27/9/2020).

Evakuasi dilakukan dengan melibatkan 30 personel dari aparat dan sukarelawan SAR yang terjun langsung ke rumah di Kedawung Sragen tersebut.

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Sragen, Sunardi, mengatakan rumah yang ditinggali Jono bersama istrinya, Purwanti, 35, bersama tiga orang anaknya, Eni Purwaningsih, 17; Novi Aprilia, 11; dan Asyifa Khoirunisa, 2. terbakar saat ditinggal ke Desa Blimbing dan istrinya pergi ke rumah tetangga.

Situasi siang hari yang panas terik mataharinya, kata dia, membuat api cepat merambat. "Kebakaran itu diduga karena korsleting. Selain bangunan rumah, isi perabot rumah, sertifikat, dan surat-surat penting juga ikut terbakar," ujarnya.

Sumber : solopos.com

Kebakaran rumah. 5 orang Sragen harus mengungungsi

Rumah milik Jono, 40, warga Sumber RT 023, Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen Sragen, Jawa Tengah ludes dilalap Si Jago Merah, Minggu (6/9/2020) pukul 13.30 WIB. Akibat kebakaran itu, satu keluarga beranggotakan lima orang terpaksa mengungsi ke rumah saudara.

Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp180 juta. Peristiwa yang terjadi pada pukul 13.30 WIB itu baru dilaporkan pada pukul 14.30 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, menyampaikan peristiwa itu diketahui Narmi, 50, tetangga korban, saat api sudah bekorbar di bagian ruang keluarga pada pukul 13.30 WIB. Sugeng mengatakan Narmi langsung berteriak kebakaran-kebakaran seraya mint tolong.

Warga sekitar pun berdatangan dan berusaha memadamkan api di rumah di Kedawung Sragen itu. Ada yang langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Rumah itu berukuran 7 meter x 10 meter. Seluruh bangunan ludes terbakar. Untuk sementara satu keluarga menginap di rumah orang tuanya yang masih satu lingkungan rukun tetangga (RT). Kerugian diperkirakan mencapai Rp180 juta karena rumah rusak berat. BPBD langsung memberikan bantuan pangan, paket dapur, sandang, dan paket sekolah," ujar Sugeng.

Sugeng mengatakan evakuasi berjalan lancar. Rencananya, tim BPBD akan melakukan kerja bakti untuk membersihkan puing-puing bangunan yang ludes terbakar pada Senin (27/9/2020).

Evakuasi dilakukan dengan melibatkan 30 personel dari aparat dan sukarelawan SAR yang terjun langsung ke rumah di Kedawung Sragen tersebut.

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Sragen, Sunardi, mengatakan rumah yang ditinggali Jono bersama istrinya, Purwanti, 35, bersama tiga orang anaknya, Eni Purwaningsih, 17; Novi Aprilia, 11; dan Asyifa Khoirunisa, 2. terbakar saat ditinggal ke Desa Blimbing dan istrinya pergi ke rumah tetangga.

Situasi siang hari yang panas terik mataharinya, kata dia, membuat api cepat merambat. "Kebakaran itu diduga karena korsleting. Selain bangunan rumah, isi perabot rumah, sertifikat, dan surat-surat penting juga ikut terbakar," ujarnya.

Sumber : solopos.com