BLITAR JATIM - Kesehatan seorang wanita di Blitar, Harnanik (53) membaik. Para tetangga pun kembali menguruk liang lahad yang terlanjur dibuat saat mendengar kabar Harnanik meninggal.

Pengurukan liang lahat itu disampaikan salah seorang tetangga Harnanik, Wasis Kuntoaji. Menurutnya tidak elok membiarkan liang lahat tetap menganga. Terlebih bisa membahayakan orang yang mau ziarah di TPU Desa Bendowulung itu.

"Yo diuruk maneh Mbak. Marai wong keblowok lak dijarno (ya diuruk lagi Mbak, bisa bikin orang jatuh masuk lubang kalau dibiarkan terbuka). Alhamdulillah Bu Nanik diparingi panjang umur," kata Wasis, Selasa (25/8/2020).

Sementara soal kondisi kesehatan Harnanik disampaikan anaknya, Nanung Hermawan. Menurutnya, tensi darah sang ibu sudah turun ketika dipindah ke ruang bougenvil, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Namun pihak rumah sakit belum mengizinkan Harnanik dibawa pulang.

"Alhamdulillah ibu tensinya sudah turun. Ini juga tidak sesak. Tapi belum boleh dibawa pulang sama rumah sakit," kata Nanung saat dihubungi wartawan.

Sebelumnya diberitakan, Harnanik dikabarkan meninggal oleh RSUD Mardi Waluyo, hingga dibuatkan liang lahad oleh warga. Namun setelah pihak keluarga mengecek ke rumah sakit, ternyata yang meninggal bukan Harnanik, tapi pasien lain.

Atas kesalahan informasi tersebut, pihak rumah sakit pun mengaku sudah minta maaf ke keluarga di Desa Bendowulung RT 07 RW 02, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar itu.

Sumber: detik.com

Disangka Meninggal, Wanita Di Blitar Ini Dibuatkan Liang Lahat

BLITAR JATIM - Kesehatan seorang wanita di Blitar, Harnanik (53) membaik. Para tetangga pun kembali menguruk liang lahad yang terlanjur dibuat saat mendengar kabar Harnanik meninggal.

Pengurukan liang lahat itu disampaikan salah seorang tetangga Harnanik, Wasis Kuntoaji. Menurutnya tidak elok membiarkan liang lahat tetap menganga. Terlebih bisa membahayakan orang yang mau ziarah di TPU Desa Bendowulung itu.

"Yo diuruk maneh Mbak. Marai wong keblowok lak dijarno (ya diuruk lagi Mbak, bisa bikin orang jatuh masuk lubang kalau dibiarkan terbuka). Alhamdulillah Bu Nanik diparingi panjang umur," kata Wasis, Selasa (25/8/2020).

Sementara soal kondisi kesehatan Harnanik disampaikan anaknya, Nanung Hermawan. Menurutnya, tensi darah sang ibu sudah turun ketika dipindah ke ruang bougenvil, RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Namun pihak rumah sakit belum mengizinkan Harnanik dibawa pulang.

"Alhamdulillah ibu tensinya sudah turun. Ini juga tidak sesak. Tapi belum boleh dibawa pulang sama rumah sakit," kata Nanung saat dihubungi wartawan.

Sebelumnya diberitakan, Harnanik dikabarkan meninggal oleh RSUD Mardi Waluyo, hingga dibuatkan liang lahad oleh warga. Namun setelah pihak keluarga mengecek ke rumah sakit, ternyata yang meninggal bukan Harnanik, tapi pasien lain.

Atas kesalahan informasi tersebut, pihak rumah sakit pun mengaku sudah minta maaf ke keluarga di Desa Bendowulung RT 07 RW 02, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar itu.

Sumber: detik.com