SIDOARJO JATIM – Seorang laki-laki tanpa identitas ditemukan meninggal mendadak dan jasadnya tergeletak di RT 05 RW 02 Desa Sadang Kecamatan Taman, Rabu (8/7/2020).

Warga sekitar yang mengetahui kejadian, langsung lapor ke polisi. Setelahnya, petugas rumah sakit mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke RS Siti Khodijah Taman.

Dari Informasi yang didapat menyebutkan, semula korban bersama temannya jalan kaki melintas di desa tersebut. Sesampainya di pertigaan jalan, korban mengeluh sakit dan teman korban mencari air. “Keterangan warga yang melihat, teman korban tadinya minta air kepada warga sekitar,” kata Kapolsek Taman Kompol Heri Setyo Susanto.

Lanjut Heri, belum sempat air diberikan, korban kemudian jatuh. Melihat kejadian itu, teman korban lari dan tidak diketahui dimana keberadaannya sekarang. “Sampai kini temannya tak kunjung kembali, entah kemana,” tukas Heri.

Saat proses evakuasi, petugas menggunakan alat pelindung diri (APD). Hal itu dilakukan karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19. “Belum diketahui penyebab meninggalnya korban. Penyebab pastinya, masih menunggu hasil visum,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Gempar, Pria Di Sidoarjo Meninggal Mendadak Di Pinggir Jalan

SIDOARJO JATIM – Seorang laki-laki tanpa identitas ditemukan meninggal mendadak dan jasadnya tergeletak di RT 05 RW 02 Desa Sadang Kecamatan Taman, Rabu (8/7/2020).

Warga sekitar yang mengetahui kejadian, langsung lapor ke polisi. Setelahnya, petugas rumah sakit mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke RS Siti Khodijah Taman.

Dari Informasi yang didapat menyebutkan, semula korban bersama temannya jalan kaki melintas di desa tersebut. Sesampainya di pertigaan jalan, korban mengeluh sakit dan teman korban mencari air. “Keterangan warga yang melihat, teman korban tadinya minta air kepada warga sekitar,” kata Kapolsek Taman Kompol Heri Setyo Susanto.

Lanjut Heri, belum sempat air diberikan, korban kemudian jatuh. Melihat kejadian itu, teman korban lari dan tidak diketahui dimana keberadaannya sekarang. “Sampai kini temannya tak kunjung kembali, entah kemana,” tukas Heri.

Saat proses evakuasi, petugas menggunakan alat pelindung diri (APD). Hal itu dilakukan karena saat ini masih dalam pandemi Covid-19. “Belum diketahui penyebab meninggalnya korban. Penyebab pastinya, masih menunggu hasil visum,” pungkasnya.

Sumber : beritajatim.com

Tidak ada komentar