MOJOKERTO JATIM - Seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mojokerto tewas setelah tersengat listrik saat memperbaiki antena wi-fi di rumahnya. Sedangkan keponakan korban yang ikut membantu menderita luka ringan.

Kapolsek Jatirejo AKP Hendro Susanto mengatakan korban adalah Bahrudin (53), warga Dusun Jetis, Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Bahrudin menjabat Kades Sumberagung.

"Korban menjabat Kades Sumberagung. Saat kejadian, dia memperbaiki antena wi-fi bersama anak dan keponakannya," kata Hendro saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/6/2020).

Ia menjelaskan, Bahrudin memperbaiki antena wi-fi di lantai dua rumahnya. Korban dibantu anaknya, Misbahudin Abiyyu (22) dan keponakannya Alfan (25).

Saat kejadian, Kades Sumberagung itu berada di lantai dua. Sedangkan keponakan dan anaknya di atas genteng lantai dua.

"Setelah mencabut antena wi-fi, Alfan menurunkan tiang antena berbahan besi ke lantai dua. Bagian bawah tiang dipegang oleh korban," terang Hendro.

Tanpa diduga, tiang besi sepanjang 6 meter itu menyentuh kabel listrik tegangan tinggi milik PLN yang melintang di atas rumah Bahrudin. Seketika korban dan keponakannya kesetrum.

"Bahrudin meninggal dunia di tempat. Sedangkan keponakannya terpelanting ke genteng dan mengalami luka ringan," tegas Hendro.

Polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi. Petugas akhirnya menyerahkan jenazah Bahrudin kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Tersengat Listrik, Kepala Desa Di Mojokerto Tewas Seketika

MOJOKERTO JATIM - Seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Mojokerto tewas setelah tersengat listrik saat memperbaiki antena wi-fi di rumahnya. Sedangkan keponakan korban yang ikut membantu menderita luka ringan.

Kapolsek Jatirejo AKP Hendro Susanto mengatakan korban adalah Bahrudin (53), warga Dusun Jetis, Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Bahrudin menjabat Kades Sumberagung.

"Korban menjabat Kades Sumberagung. Saat kejadian, dia memperbaiki antena wi-fi bersama anak dan keponakannya," kata Hendro saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/6/2020).

Ia menjelaskan, Bahrudin memperbaiki antena wi-fi di lantai dua rumahnya. Korban dibantu anaknya, Misbahudin Abiyyu (22) dan keponakannya Alfan (25).

Saat kejadian, Kades Sumberagung itu berada di lantai dua. Sedangkan keponakan dan anaknya di atas genteng lantai dua.

"Setelah mencabut antena wi-fi, Alfan menurunkan tiang antena berbahan besi ke lantai dua. Bagian bawah tiang dipegang oleh korban," terang Hendro.

Tanpa diduga, tiang besi sepanjang 6 meter itu menyentuh kabel listrik tegangan tinggi milik PLN yang melintang di atas rumah Bahrudin. Seketika korban dan keponakannya kesetrum.

"Bahrudin meninggal dunia di tempat. Sedangkan keponakannya terpelanting ke genteng dan mengalami luka ringan," tegas Hendro.

Polisi telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan para saksi. Petugas akhirnya menyerahkan jenazah Bahrudin kepada keluarganya untuk dimakamkan.

Tidak ada komentar