TULUNGAGUNG JATIM - Dua orang nelayan asal Tulungagung dan Pasuruan hilang saat melaut di Dusun Popoh Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Hingga sore kemarin, petugas masih menemukan satu korban.

AKP Sumaji Kapolsek Besuki Polres Tulungagung saat dikonfirmasi mengatakan, kedua nelayan tersebut diketahui bernama Abdul Wakid warga Dusun Weluran Desa Lumbang Kulon Kecamatan Lumbung Kabupaten Pasuruan dan Yopi Andika warga Dusun Popoh Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung.

Insiden ini berawal saat keduanya berangkat melaut dari teluk Popoh, Sabtu 13 Juni 2020 sekitar pukul 16.00 WIB sore. Tetapi sampai Minggu siang kemarin kedua nelayan tersebut belum juga kembali.

Mendapati laporan dari warga terkait insiden tersebut, Polisi dibantu nelayan setempat langsung melakukan pencarian kedua nelayan tersebut, dengan menyisir teluk popoh dan sekitarnya.

Dari pencarian tersebut, petugas berhasil menemukan dan mengevakuasi salah satu korban yaitu Abdul Wakid dalam kondisi meninggal dunia, mengambang di tengah laut.

Saat petugas berupaya kembali melakukan pencarian kroban berikutnya, yaitu Yopi Andika. Namun petugas terkendala dengan gelombang tinggi di laut selatan.

Pagi ini petugas kembali melakukan pencarian korban yang belum ditemukan di sekitar teluk Popoh. Petugas kepolisian menduga, insiden tersebut terjadi karena perahu yang dinaiki kedua nelayan tersebut terbalik karena diterjang gelombang tinggi, sehingga kedua korban tidak bisa menyelamatkan diri.

Satu Dari Dua Nelayan Tulungagung Yang Hanyut Ditemukan Meninggal

TULUNGAGUNG JATIM - Dua orang nelayan asal Tulungagung dan Pasuruan hilang saat melaut di Dusun Popoh Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. Hingga sore kemarin, petugas masih menemukan satu korban.

AKP Sumaji Kapolsek Besuki Polres Tulungagung saat dikonfirmasi mengatakan, kedua nelayan tersebut diketahui bernama Abdul Wakid warga Dusun Weluran Desa Lumbang Kulon Kecamatan Lumbung Kabupaten Pasuruan dan Yopi Andika warga Dusun Popoh Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung.

Insiden ini berawal saat keduanya berangkat melaut dari teluk Popoh, Sabtu 13 Juni 2020 sekitar pukul 16.00 WIB sore. Tetapi sampai Minggu siang kemarin kedua nelayan tersebut belum juga kembali.

Mendapati laporan dari warga terkait insiden tersebut, Polisi dibantu nelayan setempat langsung melakukan pencarian kedua nelayan tersebut, dengan menyisir teluk popoh dan sekitarnya.

Dari pencarian tersebut, petugas berhasil menemukan dan mengevakuasi salah satu korban yaitu Abdul Wakid dalam kondisi meninggal dunia, mengambang di tengah laut.

Saat petugas berupaya kembali melakukan pencarian kroban berikutnya, yaitu Yopi Andika. Namun petugas terkendala dengan gelombang tinggi di laut selatan.

Pagi ini petugas kembali melakukan pencarian korban yang belum ditemukan di sekitar teluk Popoh. Petugas kepolisian menduga, insiden tersebut terjadi karena perahu yang dinaiki kedua nelayan tersebut terbalik karena diterjang gelombang tinggi, sehingga kedua korban tidak bisa menyelamatkan diri.

Tidak ada komentar