GRESIK JATIM - Kasus perkembangan Covid-19 di Gresik terus mengalami peningkatan sampai sekarang. Hari ini, Terdapat dua kasus positif baru, sehingga total yang terpapar menjadi 134 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, tambahan kasus itu berasal dari Desa Kebomas, dan Desa Mulung, Driyorejo. Mereka berasal dari klaster Surabaya dan orang tanpa gejala (OTG).

“Khusus yang OTG masih dalam pendalaman tracing. Karena di Gresik yang OTG juga terus naik,” katanya, Selasa (26/05/2020).

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Gresik, Nadlif menuturkan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid III mulai 26 Mei hingga 8 Juni bakal lebih spesifik. Penerapan disiplin protokol kesehatan bakal menyisir sampai ke tingkat RT/RW hingga pusat kerumunan.

Selain itu, PSBB ini lebih berfokus ke tingkat kecamatan. Dimana klaster-klaster persebaran virus mulai terlihat. Misalnya, klaster Sampoerna yang tersebar mayoritas di empat kecamatan. Kemudian klaster Pasar Sidowungu di Menganti.

“Untuk memfokuskan itu, penjagaan check point pun juga dikurangi. Dari sebelumnya 16 titik menjadi 7 titik. Hal itu dimaksudkan agar petugas bisa lebih efektif melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan di tempat umum seperti mall maupun pasar,” tuturnya.

Ketujuh check point itu yang dimaksud diantaranya di Menganti, Randegansari, Bambe, Driyorejo dan perbatasan Gresik-Surabaya (Perempatan Nippon Paint). Ditambah di Mantup dan Karangbinangun yang berbatasan langsung dengan Lamongan. Serta check point di perbatasan Mojokerto. “Semua check point itu tetap kami pertahankan, dan petugas akan lebih disiplin mengawasi lalu-lalang warga yang melintas,” pungkas Nadlif.

Update Corona Di Gresik 26 Mei, Pasien Positif Bertambah 2 Orang

GRESIK JATIM - Kasus perkembangan Covid-19 di Gresik terus mengalami peningkatan sampai sekarang. Hari ini, Terdapat dua kasus positif baru, sehingga total yang terpapar menjadi 134 orang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, tambahan kasus itu berasal dari Desa Kebomas, dan Desa Mulung, Driyorejo. Mereka berasal dari klaster Surabaya dan orang tanpa gejala (OTG).

“Khusus yang OTG masih dalam pendalaman tracing. Karena di Gresik yang OTG juga terus naik,” katanya, Selasa (26/05/2020).

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 Gresik, Nadlif menuturkan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid III mulai 26 Mei hingga 8 Juni bakal lebih spesifik. Penerapan disiplin protokol kesehatan bakal menyisir sampai ke tingkat RT/RW hingga pusat kerumunan.

Selain itu, PSBB ini lebih berfokus ke tingkat kecamatan. Dimana klaster-klaster persebaran virus mulai terlihat. Misalnya, klaster Sampoerna yang tersebar mayoritas di empat kecamatan. Kemudian klaster Pasar Sidowungu di Menganti.

“Untuk memfokuskan itu, penjagaan check point pun juga dikurangi. Dari sebelumnya 16 titik menjadi 7 titik. Hal itu dimaksudkan agar petugas bisa lebih efektif melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan di tempat umum seperti mall maupun pasar,” tuturnya.

Ketujuh check point itu yang dimaksud diantaranya di Menganti, Randegansari, Bambe, Driyorejo dan perbatasan Gresik-Surabaya (Perempatan Nippon Paint). Ditambah di Mantup dan Karangbinangun yang berbatasan langsung dengan Lamongan. Serta check point di perbatasan Mojokerto. “Semua check point itu tetap kami pertahankan, dan petugas akan lebih disiplin mengawasi lalu-lalang warga yang melintas,” pungkas Nadlif.

Tidak ada komentar