MALANG JATIM - Bupati Malang HM Sanusi menyebutkan, satu tenaga medis di Kabupaten Malang terkonfirmasi positif Covid-19. “Karena dinyatakan positif, dia melakukan isolasi mandiri di Wisma. Tenaga Medis Khusus saat ini sudah tidak berfungsi. Masyarakat jangan panik, ”ungkap Sanusi, saat ditemui awak media, Kamis (30/4/2020).

Menurut Sanusi, dengan adanya kejadian tersebut, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang juga telah melakukan penelusuran ke teman-teman sejawatnya yang pernah melakukan kontak dengan yang terlibat. "Sudah berhasil Dinkes, saat ini sedang dilakukan tracing, red," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Malang menambahkan Arbani Mukti Wibowo menambahkan, tenaga medis yang positif terpapar Covid-19 setelah mengikuti pelatihan di Surabaya beberapa waktu lalu. “Awalnya kami Rapid Test, yang pertama non reaktif dan yang kedua reaktif. Lantas kami melakukan Tes Swab, dan hasilnya positif, ”katanya.

Dianggap positif itu, tambah Arbani, yang diminta langsung melakukan isolasi mandiri di Rumah. Tenaga Medis tersebut merupakan salah satu pasien positif yang masuk dalam kategori Orang Tanpa Perbedaan (OTG). “Selama isolasi, dia juga selalu dipantau oleh tim medis,” pungkasnya.

Dari informasi yang didapat, berdasarkan data yang dihimpun dari laman Twitter @JatimPemprov, yang merupakan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di Kabupaten Malang jumlah pasien terkonfirmasi ada 34 kasus. Dari jumlah tersebut, 8 orang dinyatakan pulih dan 4 dinyatakan meninggal.

Sedangkan, data yang ada di laman satgascovid19.malangkab.go.id, warga Kabupaten Malang yang berstatus Orang Dengan Resiko (ODR) ada 4,387. Sementara, untuk Orang Dalam Pengawasan atau ODP mencapai 342 orang, dengan mendapatkan 81 orang dalam pantauan, 24 orang dalam perawatan, dan 235 orang diterima, serta 2 orang meninggal dunia.

Sementara itu, untuk warga yang berstatus PDP saat ini ada 164 orang, rinciannya, 53 orang dalam perawatan di Rumah Sakit (RS), 21 orang mengerti di rumah, 79 orang pulih, dan 10 orang diterima dunia.

Lagi, Satu Tenaga Medis Di Malang Positif Corona

MALANG JATIM - Bupati Malang HM Sanusi menyebutkan, satu tenaga medis di Kabupaten Malang terkonfirmasi positif Covid-19. “Karena dinyatakan positif, dia melakukan isolasi mandiri di Wisma. Tenaga Medis Khusus saat ini sudah tidak berfungsi. Masyarakat jangan panik, ”ungkap Sanusi, saat ditemui awak media, Kamis (30/4/2020).

Menurut Sanusi, dengan adanya kejadian tersebut, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang juga telah melakukan penelusuran ke teman-teman sejawatnya yang pernah melakukan kontak dengan yang terlibat. "Sudah berhasil Dinkes, saat ini sedang dilakukan tracing, red," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Malang menambahkan Arbani Mukti Wibowo menambahkan, tenaga medis yang positif terpapar Covid-19 setelah mengikuti pelatihan di Surabaya beberapa waktu lalu. “Awalnya kami Rapid Test, yang pertama non reaktif dan yang kedua reaktif. Lantas kami melakukan Tes Swab, dan hasilnya positif, ”katanya.

Dianggap positif itu, tambah Arbani, yang diminta langsung melakukan isolasi mandiri di Rumah. Tenaga Medis tersebut merupakan salah satu pasien positif yang masuk dalam kategori Orang Tanpa Perbedaan (OTG). “Selama isolasi, dia juga selalu dipantau oleh tim medis,” pungkasnya.

Dari informasi yang didapat, berdasarkan data yang dihimpun dari laman Twitter @JatimPemprov, yang merupakan akun resmi milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di Kabupaten Malang jumlah pasien terkonfirmasi ada 34 kasus. Dari jumlah tersebut, 8 orang dinyatakan pulih dan 4 dinyatakan meninggal.

Sedangkan, data yang ada di laman satgascovid19.malangkab.go.id, warga Kabupaten Malang yang berstatus Orang Dengan Resiko (ODR) ada 4,387. Sementara, untuk Orang Dalam Pengawasan atau ODP mencapai 342 orang, dengan mendapatkan 81 orang dalam pantauan, 24 orang dalam perawatan, dan 235 orang diterima, serta 2 orang meninggal dunia.

Sementara itu, untuk warga yang berstatus PDP saat ini ada 164 orang, rinciannya, 53 orang dalam perawatan di Rumah Sakit (RS), 21 orang mengerti di rumah, 79 orang pulih, dan 10 orang diterima dunia.

Tidak ada komentar