KEDIRI JATIM - Selama tiga hari mulai Minggu (10/5), Pemkot Kediri menutup sementara Pasar Banjaran . Sebab, seorang pedagang yang menjalani rapid test hasilnya reaktif (Positif).

Pedagang itu merupakan warga Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Seperti yang diutarakan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

"Setelah ditemukan rapid test positif (reaktif) dari warga Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, kebetulan yang bersangkutan berjualan di Pasar Banjaran, rencananya kita akan menutup pasar tersebut sampai dengan hari Selasa (12/5)," Kata Abdullah Abu Bakar, Minggu (10/5/2020).

Tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya sterilisasi pasar, agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. "Atas kebijakan ini kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendatangi Pasar Banjaran terlebih dulu," kata pria yang akrab disapa Mas Abu tersebut.

Senada dengan wali kota, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan, soal penutupan pasar sementara sudah dilakukan sosialisasi terhadap para pedagang.

"Sudah disosialisasikan dan hasilnya alhamdulillah tidak ada penolakan," kata Fauzan saat dihubungi wartawan.

Dalam masa penutupan itu, lanjut Fauzan, bakal dilakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya sterilisasi virus. "Tak hanya itu, rapid test juga akan dilakukan kepada beberapa orang yang terlibat kontak erat yang bersangkutan," pungkas Fauzan.

Pedagang Pasar Positif, Pasar Banjaran Kediri Ditutup

KEDIRI JATIM - Selama tiga hari mulai Minggu (10/5), Pemkot Kediri menutup sementara Pasar Banjaran . Sebab, seorang pedagang yang menjalani rapid test hasilnya reaktif (Positif).

Pedagang itu merupakan warga Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Seperti yang diutarakan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

"Setelah ditemukan rapid test positif (reaktif) dari warga Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, kebetulan yang bersangkutan berjualan di Pasar Banjaran, rencananya kita akan menutup pasar tersebut sampai dengan hari Selasa (12/5)," Kata Abdullah Abu Bakar, Minggu (10/5/2020).

Tindakan tersebut dilakukan sebagai upaya sterilisasi pasar, agar tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. "Atas kebijakan ini kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mendatangi Pasar Banjaran terlebih dulu," kata pria yang akrab disapa Mas Abu tersebut.

Senada dengan wali kota, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan, soal penutupan pasar sementara sudah dilakukan sosialisasi terhadap para pedagang.

"Sudah disosialisasikan dan hasilnya alhamdulillah tidak ada penolakan," kata Fauzan saat dihubungi wartawan.

Dalam masa penutupan itu, lanjut Fauzan, bakal dilakukan penyemprotan disinfektan sebagai upaya sterilisasi virus. "Tak hanya itu, rapid test juga akan dilakukan kepada beberapa orang yang terlibat kontak erat yang bersangkutan," pungkas Fauzan.