Seorang anak berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP terkait Covid-19 asal Jebres, Solo, meninggal dunia. Hingga Rabu (13/5/2020), jumlah PDP yang meninggal di Solo jadi 26 orang.

PDP meninggal dunia pada Rabu adalah anak berumur enam tahun asal Kelurahan/Kecamatan Jebres. Dia memiliki penyakit komorbid purpura idiopatik trombositopenik atau ITP.

Data kumulatif hingga Rabu, jumlah PDP naik jadi 158 orang atau bertambah delapan orang dibanding sehari sebelumnya. Jumlah itu terdiri dari 23 orang dirawat inap, 26 meninggal dunia, dan 109 orang lainnya sembuh.

Sementara itu, Kecamatan Jebres masih menjadi kecamatan dengan jumlah PDP terbanyak yakni 62 orang. Dari jumlah PDP di Jebres, Solo, tersebut, 35 orang di antaranya sembuh, 10 orang rawat inap, dan 17 orang meninggal.

Selanjutnya, Kecamatan Banjarsari dengan jumlah 47 PDP di mana 38 orang di antaranya sembuh, tiga orang rawat inap, dan enam meninggal dunia. Di Kecamatan Pasar Kliwon total ada 10 PDP dengan perincian sembilan orang sembuh dan satu orang rawat inap.

Hasil Rapid Test

Kecamatan Laweyan mencatatkan total PDP 26 orang di mana 22 orang di antaranya sembuh, dua orang rawat inap, dan 2 orang meninggal dunia. Terakhir Kecamatan Serengan ada 13 PDP di mana lima orang di antaranya sembuh, tujuh orang rawat inap, dan satu orang meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan, selain PDP yang meninggal asal Jebres pada Rabu, ada tujuh orang PDP baru di Kota Solo. Ketujuh PDP itu merupakan kontak erat pasien positif corona asal Joyotakan, Serengan, yang diduga tertular saat salat berjamaah di masjid dekat rumah.

Ketujuh PDP baru itu reaktif berdasarkan hasil rapid test dan mengalami gejala sakit. Mereka dirawat di RSUD Bung Karno, Pasar Kliwon, sambil menunggu hasil tes swab.

Miris. seorang anak berstatus PDP di Solo meninggal dunia

Seorang anak berstatus pasien dalam pengawasan atau PDP terkait Covid-19 asal Jebres, Solo, meninggal dunia. Hingga Rabu (13/5/2020), jumlah PDP yang meninggal di Solo jadi 26 orang.

PDP meninggal dunia pada Rabu adalah anak berumur enam tahun asal Kelurahan/Kecamatan Jebres. Dia memiliki penyakit komorbid purpura idiopatik trombositopenik atau ITP.

Data kumulatif hingga Rabu, jumlah PDP naik jadi 158 orang atau bertambah delapan orang dibanding sehari sebelumnya. Jumlah itu terdiri dari 23 orang dirawat inap, 26 meninggal dunia, dan 109 orang lainnya sembuh.

Sementara itu, Kecamatan Jebres masih menjadi kecamatan dengan jumlah PDP terbanyak yakni 62 orang. Dari jumlah PDP di Jebres, Solo, tersebut, 35 orang di antaranya sembuh, 10 orang rawat inap, dan 17 orang meninggal.

Selanjutnya, Kecamatan Banjarsari dengan jumlah 47 PDP di mana 38 orang di antaranya sembuh, tiga orang rawat inap, dan enam meninggal dunia. Di Kecamatan Pasar Kliwon total ada 10 PDP dengan perincian sembilan orang sembuh dan satu orang rawat inap.

Hasil Rapid Test

Kecamatan Laweyan mencatatkan total PDP 26 orang di mana 22 orang di antaranya sembuh, dua orang rawat inap, dan 2 orang meninggal dunia. Terakhir Kecamatan Serengan ada 13 PDP di mana lima orang di antaranya sembuh, tujuh orang rawat inap, dan satu orang meninggal dunia.

Sebelumnya diberitakan, selain PDP yang meninggal asal Jebres pada Rabu, ada tujuh orang PDP baru di Kota Solo. Ketujuh PDP itu merupakan kontak erat pasien positif corona asal Joyotakan, Serengan, yang diduga tertular saat salat berjamaah di masjid dekat rumah.

Ketujuh PDP baru itu reaktif berdasarkan hasil rapid test dan mengalami gejala sakit. Mereka dirawat di RSUD Bung Karno, Pasar Kliwon, sambil menunggu hasil tes swab.