Social Items

Jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di Kota Solo bertambah dua orang, yakni anak berusia 1 tahun dan 2 tahun asal Kelurahan Joyotakan. Mereka merupakan cucu dari S, pasien yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

"Dua anak ini cucu dari pasien positif sebelumnya," kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, Minggu (17/5/2020).

Sejak S dinyatakan positif, pemkot langsung melakukan pelacakan. Sebelum sakit, S diketahui sempat salat berjemaah di masjid Joyotakan.

Pemkot pun melakukan rapid test kepada keluarga hingga jemaah masjid. Seperti diberitakan sebelumnya, ada tujuh orang yang reaktif.

"Setelah tujuh itu, kita dalami lagi. Kemudian ada tambahan yang reaktif jadi 10 orang," ujar dia.

Dari 10 orang tersebut, dua di antaranya ialah anak yang dinyatakan positif hari ini. Sementara delapan orang lainnya masih belum diketahui hasilnya.

Sejak kemarin, dua RT di kawasan tersebut diisolasi oleh pemkot. Ada ratusan warga dari 90 KK yang tidak boleh keluar dari kawasan tersebut.

Lima akses masuk ke wilayah itu sudah ditutup dan dijaga aparat. Setelah ini, Pemkot pun masih terus melakukan pelacakan.

"Sebab dua anak ini juga sering dititipkan ke beberapa orang. Pasien S itu ternyata juga sering beraktivitas ke Sukoharjo. Kemungkinan kira tracing sampai ke sana," tutupnya.

Miris. 2 bocah di Solo positif Corona

Jumlah kasus virus Corona (COVID-19) di Kota Solo bertambah dua orang, yakni anak berusia 1 tahun dan 2 tahun asal Kelurahan Joyotakan. Mereka merupakan cucu dari S, pasien yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

"Dua anak ini cucu dari pasien positif sebelumnya," kata Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, Minggu (17/5/2020).

Sejak S dinyatakan positif, pemkot langsung melakukan pelacakan. Sebelum sakit, S diketahui sempat salat berjemaah di masjid Joyotakan.

Pemkot pun melakukan rapid test kepada keluarga hingga jemaah masjid. Seperti diberitakan sebelumnya, ada tujuh orang yang reaktif.

"Setelah tujuh itu, kita dalami lagi. Kemudian ada tambahan yang reaktif jadi 10 orang," ujar dia.

Dari 10 orang tersebut, dua di antaranya ialah anak yang dinyatakan positif hari ini. Sementara delapan orang lainnya masih belum diketahui hasilnya.

Sejak kemarin, dua RT di kawasan tersebut diisolasi oleh pemkot. Ada ratusan warga dari 90 KK yang tidak boleh keluar dari kawasan tersebut.

Lima akses masuk ke wilayah itu sudah ditutup dan dijaga aparat. Setelah ini, Pemkot pun masih terus melakukan pelacakan.

"Sebab dua anak ini juga sering dititipkan ke beberapa orang. Pasien S itu ternyata juga sering beraktivitas ke Sukoharjo. Kemungkinan kira tracing sampai ke sana," tutupnya.

Tidak ada komentar