TULUNGAGUNG JATIM - Tim Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Jawa Timur telah melakukan rapid test ulang ke warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, (12/5/2020).

Rapid test dilakukan terhadap 10 persen dari 1212 warga yang sebelumnya pernah ikut rapid test dari total populasi.

"Kemarin ada sekitar 112 orang yang sudah dites ulang," terang Wakil Juru Bicara Gugus Tugas, Galih Nusantoro.

Dari hasil rapid test ulang ini, dua warga diketahui reaktif.

Namun ke duanya dipastikan tidak membahayakan, karena merupakan virus lama.

Tim menyimpulkan, tidak ada penularan baru dari populasi yang berisiko yang telah dipetakan sebelumnya.

"Mereka yang sebelumnya ikut rapid test adalah warga yang dipetakan karena punya riwayat kontak dengan pasien. Dari mereka dipastikan tidak ada kasus baru," ujar Galih kepada wartawan.

Dengan hasil ini, maka sudah ada kemajuan di Desa Jabalsari.

Tren pasien di desa ini sudah mengarah pada datar, kemudian menuju turun.

Namun Gugus Tugas akan terus memantau kondisi, dengan melakukan rapid test secara acak.

"Mungkin tujuh hari ke depan masih akan dilakukan rapid test lagi," sambung Galih kepada wartawan.

Gugus Tugas telah memetakan semua warga yang berisiko.

Selain itu ada 11 warga yang dinyatakan positifvirus Corona atau Covid-19.

Satu warga yang sebelumnya reaktif dinyatakan negatif, setelah tes swab.

Empat warga masih harus tes swab ulang, dan empat orang belum keluar hasil tesnya.

Hasil Rapid Test Susulan di Desa Jabalsari Tulungagung Menggembirakan

TULUNGAGUNG JATIM - Tim Kesehatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Jawa Timur telah melakukan rapid test ulang ke warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, (12/5/2020).

Rapid test dilakukan terhadap 10 persen dari 1212 warga yang sebelumnya pernah ikut rapid test dari total populasi.

"Kemarin ada sekitar 112 orang yang sudah dites ulang," terang Wakil Juru Bicara Gugus Tugas, Galih Nusantoro.

Dari hasil rapid test ulang ini, dua warga diketahui reaktif.

Namun ke duanya dipastikan tidak membahayakan, karena merupakan virus lama.

Tim menyimpulkan, tidak ada penularan baru dari populasi yang berisiko yang telah dipetakan sebelumnya.

"Mereka yang sebelumnya ikut rapid test adalah warga yang dipetakan karena punya riwayat kontak dengan pasien. Dari mereka dipastikan tidak ada kasus baru," ujar Galih kepada wartawan.

Dengan hasil ini, maka sudah ada kemajuan di Desa Jabalsari.

Tren pasien di desa ini sudah mengarah pada datar, kemudian menuju turun.

Namun Gugus Tugas akan terus memantau kondisi, dengan melakukan rapid test secara acak.

"Mungkin tujuh hari ke depan masih akan dilakukan rapid test lagi," sambung Galih kepada wartawan.

Gugus Tugas telah memetakan semua warga yang berisiko.

Selain itu ada 11 warga yang dinyatakan positifvirus Corona atau Covid-19.

Satu warga yang sebelumnya reaktif dinyatakan negatif, setelah tes swab.

Empat warga masih harus tes swab ulang, dan empat orang belum keluar hasil tesnya.

Tidak ada komentar