Warga beramai-ramai menendangi kepala 2 ABG pembawa golok hingga kritis masuk UGD RSUD Demak.

Peristiwa itu terjadi si Jalan Raya Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis (14/5/2020) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.

Lokasi tepatnya di depan Apotek Kusuma Farma.

Polisi menyebut aksi anarkis massa itu dipicu perkelahian 4 ABG di lokasi setempat.

4 ABG yang terlibat berinisial RDS (16), AA (14), MDM (16), dan AP (18).

Informasi yang beredar di media sosial disebutkan perkelahian remaja itu terkait gengster.

Namun, informasi itu langsung dibantah Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Dicky Hermansyah.

Dia menduga kasus itu mengarah pada upaya pembegalan.

"Bukan tawuran antar geng."

Sementara ini yang dapat kita interogasi hanya korban, si MDM dan AP."

"Mereka mengatakan tidak mengenal terduga pelaku (RDS dan AA)," jelasnya

Beli Makan Sahur

AKP Dicky menambahkan, semula MDM dan AP berboncengan naik motor Honda Karisma ke arah Kota Semarang, sekitar depan PT Bitatrex Penggaron.

Korban ke arah Semarang itu saat akan mencari makan sahur," ujarnya melalui telpon.

Lanjutnya, dalam perjalanan di Jalan Raya Pucang Gading berpapasan dengan RDS dan AA.

Motor mereka dihadang dua remaja belasan tahun itu.

"Salah satu pelaku turun bawa golok sepanjang 50 centimeter."

"Golok itu diacungkan ke pembonceng korban, sempat diayunkan," jelasnya.

AP spontan turun dari boncengan, lalu lari.

Sedangkan MDM putar arah berlawanan arus naik motor sambil teriak minta tolong.

Dua pelaku mengejar MDM sampai ke gang yang menuju rumah.

Warga sekitar lokasi kejadian pun keluar rumah mendengar teriakan minta tolong.

RDS dan AA terjatuh dari motor, karena tertabrak motor MDM.

MDM sempat dikeroyok RDS dan AA.

Warga yang melihat kejadian itu berbondong-bondong datang menolong.

Mereka menduga remaja yang membawa golok adalah begal.

Warga pun emosi, serta menghajar RDS dan AA di lokasi secara brutal.

Kades Lerai Massa

Nyawa RDS dan AA pun dapat diselamatkan dari amukan warga.

Kades Batursari, Sutikno datang ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan warga setempat.

Dia melerai dan menenangkan massa yang sudah emosi.

Ditolak Rumah Sakit

Polisi pun mendatangi lokasi kejadian.

Mereka membawa para pelaku ke Rumah sakit Pelita Anugerah, namun tidak di terima dengan alasan ruang IGD penuh.

Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara, juga tidak diterima dengan alasan tidak ada alat dan tempat.

Akhirnya diterima di RSUD Demak untuk mendapatkan perawatan.

AKP Dicky berujar pihaknya belum bisa menentukan motif kasus itu.

"Pihak korban dan pelaku masih dalam proses perawatan medis."

"Kami belum bisa interogasi," tandasnya.

Dikira Begal. 2 ABG di Demak Dihajar Warga Hingga Kritis

Warga beramai-ramai menendangi kepala 2 ABG pembawa golok hingga kritis masuk UGD RSUD Demak.

Peristiwa itu terjadi si Jalan Raya Pucang Gading, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis (14/5/2020) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.

Lokasi tepatnya di depan Apotek Kusuma Farma.

Polisi menyebut aksi anarkis massa itu dipicu perkelahian 4 ABG di lokasi setempat.

4 ABG yang terlibat berinisial RDS (16), AA (14), MDM (16), dan AP (18).

Informasi yang beredar di media sosial disebutkan perkelahian remaja itu terkait gengster.

Namun, informasi itu langsung dibantah Kasat Reskrim Polres Demak, AKP Dicky Hermansyah.

Dia menduga kasus itu mengarah pada upaya pembegalan.

"Bukan tawuran antar geng."

Sementara ini yang dapat kita interogasi hanya korban, si MDM dan AP."

"Mereka mengatakan tidak mengenal terduga pelaku (RDS dan AA)," jelasnya

Beli Makan Sahur

AKP Dicky menambahkan, semula MDM dan AP berboncengan naik motor Honda Karisma ke arah Kota Semarang, sekitar depan PT Bitatrex Penggaron.

Korban ke arah Semarang itu saat akan mencari makan sahur," ujarnya melalui telpon.

Lanjutnya, dalam perjalanan di Jalan Raya Pucang Gading berpapasan dengan RDS dan AA.

Motor mereka dihadang dua remaja belasan tahun itu.

"Salah satu pelaku turun bawa golok sepanjang 50 centimeter."

"Golok itu diacungkan ke pembonceng korban, sempat diayunkan," jelasnya.

AP spontan turun dari boncengan, lalu lari.

Sedangkan MDM putar arah berlawanan arus naik motor sambil teriak minta tolong.

Dua pelaku mengejar MDM sampai ke gang yang menuju rumah.

Warga sekitar lokasi kejadian pun keluar rumah mendengar teriakan minta tolong.

RDS dan AA terjatuh dari motor, karena tertabrak motor MDM.

MDM sempat dikeroyok RDS dan AA.

Warga yang melihat kejadian itu berbondong-bondong datang menolong.

Mereka menduga remaja yang membawa golok adalah begal.

Warga pun emosi, serta menghajar RDS dan AA di lokasi secara brutal.

Kades Lerai Massa

Nyawa RDS dan AA pun dapat diselamatkan dari amukan warga.

Kades Batursari, Sutikno datang ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan warga setempat.

Dia melerai dan menenangkan massa yang sudah emosi.

Ditolak Rumah Sakit

Polisi pun mendatangi lokasi kejadian.

Mereka membawa para pelaku ke Rumah sakit Pelita Anugerah, namun tidak di terima dengan alasan ruang IGD penuh.

Selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara, juga tidak diterima dengan alasan tidak ada alat dan tempat.

Akhirnya diterima di RSUD Demak untuk mendapatkan perawatan.

AKP Dicky berujar pihaknya belum bisa menentukan motif kasus itu.

"Pihak korban dan pelaku masih dalam proses perawatan medis."

"Kami belum bisa interogasi," tandasnya.