BLITAR JATIM - Salah satu tenaga medis di Blitar kembali terjangkit Covid-19. Kali ini, dokter spesialis penyakit dalam warga Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar yang positif terpapar Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, saat dikonfirmasi online, rabu 27/05/2020 mengatakan, dokter perempuan ini berinisial F, merupakan salah satu dokter di RS Ananda Srengat Blitar.

Dari hasil tracing, dokter ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan melakukan test swab dengan inisiatif mandiri. Hasil swab dari pasien ini keluar pada 20 Mei 2020 dan dinyatakan positif Covid-19.

Kemudian dirawat di RS Medika Utama, Kanigoro, Blitar. Diduga, dokter perempuan ini tertular Covid-19 saat melayani pasiennya. Saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar masih melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak erat dengan dokter tersebut.

Krisna Yekti juga menambahkan, terkait beredarnya kabar kalau ada warga yang kontak dengan dokter tersebut periode 6 Mei – 20 Mei 2020 harus melakukan isolasi mandiri adalah tidak benar.

Tertular Dari Pasien Tak Jujur, Tenaga Medis Di Blitar Positif Corona

BLITAR JATIM - Salah satu tenaga medis di Blitar kembali terjangkit Covid-19. Kali ini, dokter spesialis penyakit dalam warga Kelurahan Kauman Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar yang positif terpapar Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti, saat dikonfirmasi online, rabu 27/05/2020 mengatakan, dokter perempuan ini berinisial F, merupakan salah satu dokter di RS Ananda Srengat Blitar.

Dari hasil tracing, dokter ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dan melakukan test swab dengan inisiatif mandiri. Hasil swab dari pasien ini keluar pada 20 Mei 2020 dan dinyatakan positif Covid-19.

Kemudian dirawat di RS Medika Utama, Kanigoro, Blitar. Diduga, dokter perempuan ini tertular Covid-19 saat melayani pasiennya. Saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar masih melakukan tracing terhadap siapa saja yang melakukan kontak erat dengan dokter tersebut.

Krisna Yekti juga menambahkan, terkait beredarnya kabar kalau ada warga yang kontak dengan dokter tersebut periode 6 Mei – 20 Mei 2020 harus melakukan isolasi mandiri adalah tidak benar.