PROBOLINGGO JATIM -
Seorang tenaga medis di Kota Probolinggo terpapar virus Corona. Ia tergolong orang tanpa gejala dan langsung dilakukan karantina.

Kasus itu menambah jumlah positif Corona di Kota Probolinggo menjadi 10 orang. Diduga kuat, yang bersangkutan terpapar Corona dari pasien yang memeriksakan diri, namun tidak jujur dengan keluhan yang diderita.

Saat ini dokter tersebut dalam kondisi stabil, bahkan tanpa gejala. Hanya saja Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Probolinggo langsung mengkarantinanya, dan melakukan tracing ke keluarga maupun beberapa pasien yang pernah memeriksakan diri ke dokter tersebut.

"Diduga dokter yang dinyatakan positif virus COVID 19, ditulari pasien yang memeriksakan dirinya yang tidak jujur. Kami berharap, warga seharusnya jujur jika mengalami kendala, mengalami keluhan terpapar virus COVID-19, agar bisa diantisipasi sebelumnya" kata Muhamad Saufis Subri, Wakil Wali Kota Probolinggo saat menggelar video conference, Sabtu (9/5/2020).

Terlepas dari itu, 3 dari 10 pasien positif COVID-19 dinyatakan sembuh dan kembali ke keluarga masing-masing. Dua di antaranya ayah dan anak dari klaster pelatihan jemaah haji. Yang satu lagi seorang tenaga kesehatan, juga dari klaster pelatihan jemaah haji Sukolilo, Surabaya.

Berdasarkan data dari Dinkes Kota Probolinggo, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 296 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 13 orang dan 10 orang terpapar virus Corona. Tiga di antaranya sembuh.

Gegara Pasien Tak Jujur, Tenaga Medis Di Probolinggo Positif Corona

PROBOLINGGO JATIM -
Seorang tenaga medis di Kota Probolinggo terpapar virus Corona. Ia tergolong orang tanpa gejala dan langsung dilakukan karantina.

Kasus itu menambah jumlah positif Corona di Kota Probolinggo menjadi 10 orang. Diduga kuat, yang bersangkutan terpapar Corona dari pasien yang memeriksakan diri, namun tidak jujur dengan keluhan yang diderita.

Saat ini dokter tersebut dalam kondisi stabil, bahkan tanpa gejala. Hanya saja Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Probolinggo langsung mengkarantinanya, dan melakukan tracing ke keluarga maupun beberapa pasien yang pernah memeriksakan diri ke dokter tersebut.

"Diduga dokter yang dinyatakan positif virus COVID 19, ditulari pasien yang memeriksakan dirinya yang tidak jujur. Kami berharap, warga seharusnya jujur jika mengalami kendala, mengalami keluhan terpapar virus COVID-19, agar bisa diantisipasi sebelumnya" kata Muhamad Saufis Subri, Wakil Wali Kota Probolinggo saat menggelar video conference, Sabtu (9/5/2020).

Terlepas dari itu, 3 dari 10 pasien positif COVID-19 dinyatakan sembuh dan kembali ke keluarga masing-masing. Dua di antaranya ayah dan anak dari klaster pelatihan jemaah haji. Yang satu lagi seorang tenaga kesehatan, juga dari klaster pelatihan jemaah haji Sukolilo, Surabaya.

Berdasarkan data dari Dinkes Kota Probolinggo, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 296 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) 13 orang dan 10 orang terpapar virus Corona. Tiga di antaranya sembuh.

Tidak ada komentar