NGANJUK JATIM - Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk bertambah dua orang, per 10 Mei 2020. Sehingga, kini total 14 pasien terkonfirmasi Covid-19.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr. Hendriyanto mengatakan, tambahan pasien positif berasal dari Klaster Srambang dan Klaster Pondok Temboro. Keduanya warga Kecamatan Baron, Nganjuk.

Pasien Klaster Srambang merupakan seorang wanita, usia 40 tahun. Sepulang dari Srambang, pasien ini mengeluhkan batuk, pilek dan sesak. Dari hasil tracing, dia merupakan teman satu kantor dari pasien terkonfirmasi positif sebelumnya dan berada satu rombongan saat berwisata ke Srambang Park, Ngawi. Sehingga, pasien positif Nganjuk dari Klaster Srambang sebanyak empat orang. Pada 25 April, pasien menjalani rapid test, hasilnya reaktif. Saat itu juga langsung diisolasi ke RSUD Nganjuk.

DR. Hendriyanto menambahkan, tambahan pasien kedua merupakan seorang santri dari Pondok Temboro, Magetan. Dia warga Baron, laki-laki, usia 15 tahun. Meskipun tanpa keluhan, pada 28 April 2020, pasien menjalani rapid test, hasilnya reaktif. Saat itu juga, pasien ini langsung diisolasi ke RSUD Nganjuk.

Dinkes Nganjuk menerima hasil pemeriksaan lab swab dari Surabaya pada Sabtu sore, 9 Mei 2020 yang menyatakan kedua pasien terkonfirmasi positif. Dinkes terus melakukan tracing terhadap kontak erat kedua pasien tersebut.

Bertambah Lagi, 2 Warga Nganjuk Positif Corona

NGANJUK JATIM - Kasus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Nganjuk bertambah dua orang, per 10 Mei 2020. Sehingga, kini total 14 pasien terkonfirmasi Covid-19.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk dr. Hendriyanto mengatakan, tambahan pasien positif berasal dari Klaster Srambang dan Klaster Pondok Temboro. Keduanya warga Kecamatan Baron, Nganjuk.

Pasien Klaster Srambang merupakan seorang wanita, usia 40 tahun. Sepulang dari Srambang, pasien ini mengeluhkan batuk, pilek dan sesak. Dari hasil tracing, dia merupakan teman satu kantor dari pasien terkonfirmasi positif sebelumnya dan berada satu rombongan saat berwisata ke Srambang Park, Ngawi. Sehingga, pasien positif Nganjuk dari Klaster Srambang sebanyak empat orang. Pada 25 April, pasien menjalani rapid test, hasilnya reaktif. Saat itu juga langsung diisolasi ke RSUD Nganjuk.

DR. Hendriyanto menambahkan, tambahan pasien kedua merupakan seorang santri dari Pondok Temboro, Magetan. Dia warga Baron, laki-laki, usia 15 tahun. Meskipun tanpa keluhan, pada 28 April 2020, pasien menjalani rapid test, hasilnya reaktif. Saat itu juga, pasien ini langsung diisolasi ke RSUD Nganjuk.

Dinkes Nganjuk menerima hasil pemeriksaan lab swab dari Surabaya pada Sabtu sore, 9 Mei 2020 yang menyatakan kedua pasien terkonfirmasi positif. Dinkes terus melakukan tracing terhadap kontak erat kedua pasien tersebut.

Tidak ada komentar