PONOROGO JATIM - Kasus PDP yang meninggal di Ponorogo bertambah, Satu pasien yang berstatus PDP di Ponorogo meninggal pada Selasa (19/5/2020) malam. Pasien berjenis kelamin laki-laki berasal dari Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan masuk rumah sakit pada tanggal 16 Mei 2020 karena sakit jantung. Selain itu almarhum sebelumnya juga mempunyai penyakit TB.

“Karena saat masuk ada gambaran pneumoni , maka pihk rumah sakit menetapkan sebagai PDP, ” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Rabu (20/5/2020).

Irin sapaan Rahayu Kusdarini belum mengecek apakah pasien PDP umur 84 tahun ini sudah dilakukan test Swab. Namun, dengan status PDP dan sudah dirawat 3 hari, Dia berharap yang bersangkutan sudah dilakukan Swab. Irin menyebut jika pasien ini tidak mempunyai perjalanan ke luar kota atau zona merah.

“Belum saya konfirmasi apakah diswab atau belum, namun kalau tiga harusnya sudah tapi mungkin belum keluar hasilnya,” katanya.

Prosesi pemakamannya pun menggunakan protap kesehatan Covid-19. Relawan dari BPBD Ponorogo diterjunkan untuk menguburkan jenazah PDP tersebut. Namun sebelum melakukan pemakaman, tim relawan diedukasi terlebih dahulu oleh tim tenaga kesehatan.

Selain itu mereka juga menggunakan baju hasmat, sepatu dan masker dalam menguburkan.

“Tim baru pertama kali ini melakukan pemakaman dengan protap Covid-19. Sebelum melakukan sudah dibriefing oleh tim kesehatan kelurahan setempat,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono.

Satu PDP Virus Corona Di Ponorogo Meninggal Dunia

PONOROGO JATIM - Kasus PDP yang meninggal di Ponorogo bertambah, Satu pasien yang berstatus PDP di Ponorogo meninggal pada Selasa (19/5/2020) malam. Pasien berjenis kelamin laki-laki berasal dari Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan masuk rumah sakit pada tanggal 16 Mei 2020 karena sakit jantung. Selain itu almarhum sebelumnya juga mempunyai penyakit TB.

“Karena saat masuk ada gambaran pneumoni , maka pihk rumah sakit menetapkan sebagai PDP, ” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo drg. Rahayu Kusdarini, Rabu (20/5/2020).

Irin sapaan Rahayu Kusdarini belum mengecek apakah pasien PDP umur 84 tahun ini sudah dilakukan test Swab. Namun, dengan status PDP dan sudah dirawat 3 hari, Dia berharap yang bersangkutan sudah dilakukan Swab. Irin menyebut jika pasien ini tidak mempunyai perjalanan ke luar kota atau zona merah.

“Belum saya konfirmasi apakah diswab atau belum, namun kalau tiga harusnya sudah tapi mungkin belum keluar hasilnya,” katanya.

Prosesi pemakamannya pun menggunakan protap kesehatan Covid-19. Relawan dari BPBD Ponorogo diterjunkan untuk menguburkan jenazah PDP tersebut. Namun sebelum melakukan pemakaman, tim relawan diedukasi terlebih dahulu oleh tim tenaga kesehatan.

Selain itu mereka juga menggunakan baju hasmat, sepatu dan masker dalam menguburkan.

“Tim baru pertama kali ini melakukan pemakaman dengan protap Covid-19. Sebelum melakukan sudah dibriefing oleh tim kesehatan kelurahan setempat,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Setyo Budiono.

Tidak ada komentar