PASURUAN JATIM - Kabar duka kembali menyelimuti penanganan wabah Corona di Kabupaten Pasuruan. Tiga PDP meninggal hingga totalnya menjadi 23 pasien.

"Ketiga pasien tersebut di antaranya laki-laki berusia 38 tahun dari Kecamatan Gempol, laki-laki berusia 33 tahun dari Kecamatan Kejayan dan perempuan berusia 32 tahun dari Kecamatan Puspo," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Sabtu (23/5/2020).

Anang menjelaskan, PDP asal Gempol merupakan pasien RSSA Malang yang datang pada 20 Mei 2020 dengan diagnosis pneumonia dan gangguan ginjal. Setelah ditetapkan sebagai PDP Corona sekaligus di-rapid test, hasilnya reaktif.

"Warga Gempol ini meninggal tadi siang (23/5) sekitar pukul 10 pagi. Dan telah dimakamkan pukul 4 sore tadi," terang Anang.

Untuk PDP asal Kejayan merupakan pasien yang dirawat di RSUD Lawang sejak Kamis (21/5). Pasien ini datang ke RS tersebut dengan diagnosis pneumonia, sepsis (infeksi) dan TBC.

"Lantaran kondisinya semakin memburuk, pasien ini meninggal dunia sekitar pukul 7 tadi pagi (23/5), dan telah dimakamkan dengan protab COVID-19 sekitar pukul 1 siang," ungkap Anang.

Kemudian PDP asal Puspo juga meninggal di hari yang sama. Ia merupakan pasien yang datang ke RSUD Bangil, Jumat (22/5). Dari diagnosis dokter, pasien perempuan ini mengidap sepsis, pneumonia dan HIV positif.

"Ketiga PDP yang meninggal dunia murni sakit. Dalam artian, tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah pandemik, atau merupakan kontak erat dengan pasien COVID-19," tambah Anang.

Hingga Sabtu 23 Mei, total ada 23 PDP Corona di Kabupaten Pasuruan yang meninggal dunia. Mereka berasal dari Bangil 1 orang, Gondangwetan 1 orang, Lumbang 2 orang, Lekok 1 orang, Prigen 2 orang, Wonorejo 3 orang, Purwosari 1 orang, Grati 1 orang, Gempol 3 orang, Purwodadi 1 orang, Kraton 1 orang, Beji 3 orang, Kejayan 1 orang, Puspo 1 orang dan Tutur 1 orang.

Sementara positif Corona di Kabupaten Pasuruan mencapai 74 kasus. Delapan orang sembuh, 3 meninggal dan lainnya dalam perawatan.

Kabar Duka, 3 PDP Virus Corona Di Pasuruan Meninggal Dunia

PASURUAN JATIM - Kabar duka kembali menyelimuti penanganan wabah Corona di Kabupaten Pasuruan. Tiga PDP meninggal hingga totalnya menjadi 23 pasien.

"Ketiga pasien tersebut di antaranya laki-laki berusia 38 tahun dari Kecamatan Gempol, laki-laki berusia 33 tahun dari Kecamatan Kejayan dan perempuan berusia 32 tahun dari Kecamatan Puspo," kata Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya, Sabtu (23/5/2020).

Anang menjelaskan, PDP asal Gempol merupakan pasien RSSA Malang yang datang pada 20 Mei 2020 dengan diagnosis pneumonia dan gangguan ginjal. Setelah ditetapkan sebagai PDP Corona sekaligus di-rapid test, hasilnya reaktif.

"Warga Gempol ini meninggal tadi siang (23/5) sekitar pukul 10 pagi. Dan telah dimakamkan pukul 4 sore tadi," terang Anang.

Untuk PDP asal Kejayan merupakan pasien yang dirawat di RSUD Lawang sejak Kamis (21/5). Pasien ini datang ke RS tersebut dengan diagnosis pneumonia, sepsis (infeksi) dan TBC.

"Lantaran kondisinya semakin memburuk, pasien ini meninggal dunia sekitar pukul 7 tadi pagi (23/5), dan telah dimakamkan dengan protab COVID-19 sekitar pukul 1 siang," ungkap Anang.

Kemudian PDP asal Puspo juga meninggal di hari yang sama. Ia merupakan pasien yang datang ke RSUD Bangil, Jumat (22/5). Dari diagnosis dokter, pasien perempuan ini mengidap sepsis, pneumonia dan HIV positif.

"Ketiga PDP yang meninggal dunia murni sakit. Dalam artian, tidak memiliki riwayat perjalanan dari daerah pandemik, atau merupakan kontak erat dengan pasien COVID-19," tambah Anang.

Hingga Sabtu 23 Mei, total ada 23 PDP Corona di Kabupaten Pasuruan yang meninggal dunia. Mereka berasal dari Bangil 1 orang, Gondangwetan 1 orang, Lumbang 2 orang, Lekok 1 orang, Prigen 2 orang, Wonorejo 3 orang, Purwosari 1 orang, Grati 1 orang, Gempol 3 orang, Purwodadi 1 orang, Kraton 1 orang, Beji 3 orang, Kejayan 1 orang, Puspo 1 orang dan Tutur 1 orang.

Sementara positif Corona di Kabupaten Pasuruan mencapai 74 kasus. Delapan orang sembuh, 3 meninggal dan lainnya dalam perawatan.

Tidak ada komentar