Social Items

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang Pasien Dalam Perawatan (PDP) berinisial K (57) meninggal dunia dalam perawatan.

Pasien asal Kecamatan Sumbergempol ini meninggal pada 13 mei 2020 silam, saat hasil tes swab belum keluar.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung mengumumkan status K sebagai pasien terkonfirmasi Covid-19, Jumat (22/5/2020).

"Jadi beliau sudah meninggal dunia, saat statusnya meningkat dari PDP menjadi pasien terkonfirmasi positif Covid-19," terang Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro.

K diketahui masuk ke RSUD dr Iskak pada 7 Mei 2020.

Sebelumnya dia punya riwayat perjalanan dari Surabaya.

Saat masuk ke rumah sakit, ia menderita sesak nafas dan nyeri pada leher.

"K ini adalah pasien pertama yang meninggal dunia karena infeksi virus corona di Tulungagung," sambung Galih.

Gugus Tugas telah melakukan pelacakan kontak K.
Hingga kini belum ada kepastian sumber penularannya.

Hari ini Gugus Tugas juga mengumumkan satu tambahan pasien positif Covid-19.

Ia adalah MZ yang berusia 15 tahun, seorang santri yang mondok di Kabupaten Magetan.

MZ dipulangkan saat pandemi virus corona, dan berstatus ODP.

Hasil rapid test memastikan ia reaktif, sehingga langsung dikarantina.

"MZ ini pasien berusia di bawah umur pertama yang masuk ke ruang karantina. Dia juga anak pertama yang positif terinfeksi Covid-19," ungkap Galih.

Dengan tambahan K dan MZ ini, maka data pasien positif Covid-19 di Tulungagung sebanyak 47 orang.

Dari jumlah ini, 14 orang sudah sembuh dan dua orang masih dirawat.

Hasil Swab Belum Keluar, PDP Virus Corona Di Tulungagung Meninggal Dunia

TULUNGAGUNG JATIM - Seorang Pasien Dalam Perawatan (PDP) berinisial K (57) meninggal dunia dalam perawatan.

Pasien asal Kecamatan Sumbergempol ini meninggal pada 13 mei 2020 silam, saat hasil tes swab belum keluar.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung mengumumkan status K sebagai pasien terkonfirmasi Covid-19, Jumat (22/5/2020).

"Jadi beliau sudah meninggal dunia, saat statusnya meningkat dari PDP menjadi pasien terkonfirmasi positif Covid-19," terang Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tulungagung, Galih Nusantoro.

K diketahui masuk ke RSUD dr Iskak pada 7 Mei 2020.

Sebelumnya dia punya riwayat perjalanan dari Surabaya.

Saat masuk ke rumah sakit, ia menderita sesak nafas dan nyeri pada leher.

"K ini adalah pasien pertama yang meninggal dunia karena infeksi virus corona di Tulungagung," sambung Galih.

Gugus Tugas telah melakukan pelacakan kontak K.
Hingga kini belum ada kepastian sumber penularannya.

Hari ini Gugus Tugas juga mengumumkan satu tambahan pasien positif Covid-19.

Ia adalah MZ yang berusia 15 tahun, seorang santri yang mondok di Kabupaten Magetan.

MZ dipulangkan saat pandemi virus corona, dan berstatus ODP.

Hasil rapid test memastikan ia reaktif, sehingga langsung dikarantina.

"MZ ini pasien berusia di bawah umur pertama yang masuk ke ruang karantina. Dia juga anak pertama yang positif terinfeksi Covid-19," ungkap Galih.

Dengan tambahan K dan MZ ini, maka data pasien positif Covid-19 di Tulungagung sebanyak 47 orang.

Dari jumlah ini, 14 orang sudah sembuh dan dua orang masih dirawat.

Tidak ada komentar