Social Items

GRESIK JATIM - Seorang siswi SMP di Gresik menjadi korban pemerkosaan. Kini ia hamil tujuh bulan dan tengah menuntut keadilan.

IS (49), ibu kandung korban bercerita soal awal pemerkosaan yang menimpa anak perempuannya, yang saat ini berusia 16 tahun. Menurutnya, saat ini korban tidak berani keluar rumah.

"Kejadiannya waktu itu tanggal 3 bulan 2 2019. Di rumah ponakan saya ada acara mengembalikan lamaran. Kemudian istri (terduga pelaku) ikut bantu di rumah. Kemudian anak saya diminta untuk mengambil kue di rumahnya," kata IS kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Korban pun akhirnya mendatangi rumah terduga pelaku berinisial SG untuk mengambil kue, dengan menggunakan sepeda motor. Namun setelah kue diambil, korban kemudian dipanggil kembali oleh SG dan membawanya ke kamar.

"Pak SG mau ambil kue. Iya ini loh. Kemudian setelah kuenya dikasihkan dipanggil lagi. Kuenya ditaruh meja oleh SG. Terus arek iku diperkes (diremas), diajak ke kamar," terang Is.

"Terus diombeni tuyo kale pil. Terus manton niku piyambak e mboten sadar, mboten ngertos nopo-nopo (Kemudian dikasih minum sama pil. Terus selanjutnya dia tidak sadarkan diri, tidak tahu apa-apa)," imbuhnya.

Aksi pemerkosaan itu terjadi berkali-kali. Korban kerap mendapat ancaman dari pelaku agar kembali mau melayani nafsu birahinya.

"Koen atek ga gelem rene, ibumu matek telunjuk (Kalau kamu ga mau ke sini, ibumu mati berdiri). Arek sak munukan wedi (anak seumuran segitu kan takut)," lanjut Is mencontohkan ancaman pelaku.

Menurut IS, pelaku kerap memberi korban uang usai menyalurkan nafsu birahinya. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

"Terose disukani satus, seket pisan, satus ewu arek sak monten lak empon katah. (Katanya diberikan uang seratus ribu, lima puluh ribu, seratus ribu. Anak seumuran segitu kan sudah banyak)," sambung IS.

Melihat anaknya memiliki uang banyak, Is merasa curiga. Sebab uang saku korban sehari-hari hanya Rp 20 ribu. Ibu empat anak ini akhirnya menanyakan asal uang yang dimiliki korban.

"Uangmu kok banyak. Kamu ambilin uang kakakmu ya. Tabunganku kok (jawab korban). Saya kira tabungannya sendiri. Padahal uang sakunya hanya Rp 20 ribu yang Rp 5 ribu biasanya ditabung," lanjut IS.

Selang beberapa bulan, IS kaget melihat perubahan fisik anak terakhirnya itu. Di suatu pagi buta, IS melihat anaknya tidur tidak seperti biasanya, tampak jelas perut sang anak membuncit. Ternyata korban hamil.


"Tanggal 24, Rabu kemarin, bulan 4 (2020), ketahuannya. Awal sudah enam bulan berjalan. Kemudian saya periksakan katanya 7 bulan berjalan. Saya kaget," imbuh IS.

IS kemudian bertanya ke korban soal bapak dari anak yang dikandungnya. Awalnya IS menduga korban hamil oleh temannya atau pemuda di kampung. Setelah didesak oleh IS, korban mengaku dihamili SG, yang tak lain saudaranya sendiri.

"Awalnya tidak mengakui. Kemudian saya bilang kalau tidak mengaku, maka kamu tidak akan ketemu dengan ibu selamanya," ungkap IS, yang kini sedang menderita sakit lambung.

IS sebelumnya juga sempat curiga pada SG. Sebab, SG sempat meneror kakak korban dengan mengatakan bahwa korban sudah tidak perawan.

"Soalnya pernah neror kakaknya, bilang adik kamu sudah tidak perawan. Tidak tahu nomernya, siapa lagi kalau bukan dia. Sering begitu. Saat itu saya tidak menyangka," papar IS.

Didampingi keluarga, IS kemudian melapor ke kepala desa. Kemudian oleh kepala desa disarankan lapor ke polsek terdekat dan selanjutnya diarahkan ke Polres Gresik.

Hingga kini, terduga pelaku belum dipanggil oleh penyidik Polres Gresik. Sementara korban serta saksi lain sudah diperiksa terkait kasus ini.

Menyedihkan Gadis SMP Gresik Diperkosa Tetangga Hingga Hamil

GRESIK JATIM - Seorang siswi SMP di Gresik menjadi korban pemerkosaan. Kini ia hamil tujuh bulan dan tengah menuntut keadilan.

IS (49), ibu kandung korban bercerita soal awal pemerkosaan yang menimpa anak perempuannya, yang saat ini berusia 16 tahun. Menurutnya, saat ini korban tidak berani keluar rumah.

"Kejadiannya waktu itu tanggal 3 bulan 2 2019. Di rumah ponakan saya ada acara mengembalikan lamaran. Kemudian istri (terduga pelaku) ikut bantu di rumah. Kemudian anak saya diminta untuk mengambil kue di rumahnya," kata IS kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Korban pun akhirnya mendatangi rumah terduga pelaku berinisial SG untuk mengambil kue, dengan menggunakan sepeda motor. Namun setelah kue diambil, korban kemudian dipanggil kembali oleh SG dan membawanya ke kamar.

"Pak SG mau ambil kue. Iya ini loh. Kemudian setelah kuenya dikasihkan dipanggil lagi. Kuenya ditaruh meja oleh SG. Terus arek iku diperkes (diremas), diajak ke kamar," terang Is.

"Terus diombeni tuyo kale pil. Terus manton niku piyambak e mboten sadar, mboten ngertos nopo-nopo (Kemudian dikasih minum sama pil. Terus selanjutnya dia tidak sadarkan diri, tidak tahu apa-apa)," imbuhnya.

Aksi pemerkosaan itu terjadi berkali-kali. Korban kerap mendapat ancaman dari pelaku agar kembali mau melayani nafsu birahinya.

"Koen atek ga gelem rene, ibumu matek telunjuk (Kalau kamu ga mau ke sini, ibumu mati berdiri). Arek sak munukan wedi (anak seumuran segitu kan takut)," lanjut Is mencontohkan ancaman pelaku.

Menurut IS, pelaku kerap memberi korban uang usai menyalurkan nafsu birahinya. Mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.

"Terose disukani satus, seket pisan, satus ewu arek sak monten lak empon katah. (Katanya diberikan uang seratus ribu, lima puluh ribu, seratus ribu. Anak seumuran segitu kan sudah banyak)," sambung IS.

Melihat anaknya memiliki uang banyak, Is merasa curiga. Sebab uang saku korban sehari-hari hanya Rp 20 ribu. Ibu empat anak ini akhirnya menanyakan asal uang yang dimiliki korban.

"Uangmu kok banyak. Kamu ambilin uang kakakmu ya. Tabunganku kok (jawab korban). Saya kira tabungannya sendiri. Padahal uang sakunya hanya Rp 20 ribu yang Rp 5 ribu biasanya ditabung," lanjut IS.

Selang beberapa bulan, IS kaget melihat perubahan fisik anak terakhirnya itu. Di suatu pagi buta, IS melihat anaknya tidur tidak seperti biasanya, tampak jelas perut sang anak membuncit. Ternyata korban hamil.


"Tanggal 24, Rabu kemarin, bulan 4 (2020), ketahuannya. Awal sudah enam bulan berjalan. Kemudian saya periksakan katanya 7 bulan berjalan. Saya kaget," imbuh IS.

IS kemudian bertanya ke korban soal bapak dari anak yang dikandungnya. Awalnya IS menduga korban hamil oleh temannya atau pemuda di kampung. Setelah didesak oleh IS, korban mengaku dihamili SG, yang tak lain saudaranya sendiri.

"Awalnya tidak mengakui. Kemudian saya bilang kalau tidak mengaku, maka kamu tidak akan ketemu dengan ibu selamanya," ungkap IS, yang kini sedang menderita sakit lambung.

IS sebelumnya juga sempat curiga pada SG. Sebab, SG sempat meneror kakak korban dengan mengatakan bahwa korban sudah tidak perawan.

"Soalnya pernah neror kakaknya, bilang adik kamu sudah tidak perawan. Tidak tahu nomernya, siapa lagi kalau bukan dia. Sering begitu. Saat itu saya tidak menyangka," papar IS.

Didampingi keluarga, IS kemudian melapor ke kepala desa. Kemudian oleh kepala desa disarankan lapor ke polsek terdekat dan selanjutnya diarahkan ke Polres Gresik.

Hingga kini, terduga pelaku belum dipanggil oleh penyidik Polres Gresik. Sementara korban serta saksi lain sudah diperiksa terkait kasus ini.

Tidak ada komentar