BOJONEGORO JATIM - Kasus positif Virus Corona di Bojonegoro bertambah dua orang, Rabu 13/05/2020. Dua orang yang positif tersebut merupakan klaster pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (13/5/2020).

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengatakan, dua pedagang yang positif terjangkit virus Corona ini merupakan seorang pedagang sayur. Dua orang tersebut berasal dari Desa Bangilan, Kecamatan Kapas dan Warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

“Dua orang ini akan dilakukan pengobatan dan juga dibawa Ke RSUD Sosrodoro Djatiekoesumo Bojonegoro untuk dilakukan isolasi dan penanganan medis,” ujarnya.

Dua orang positif tersebut diketahui setelah sebelumnya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melakukan rapid tes kepada ratusan pedagang. Dari hasil rapid tes yang reaktif positif itu kemudian dilakukan tes swab di Laboratorium salah satu Rumah Sakit di Malang, Jawa Timur.

Gelombang pertama tes swab dilakukan kepada 41 orang pedagang, hasilnya dua orang positif terpapar virus Corona. Lanjut dia, direncanakan juga sampel darah 35 orang pedagang lainnya akan segera turun setelah dilakukan tes swab gelombang kedua.

Bupati berharap jumlah pedagang positif Corona tidak bertambah lagi. “Ini menjadi perhatian kita bersama. Langkah-langkah strategis telah kita lakukan guna mencegah penularan lebih banyak. Kami imbau masyarakat juga selalu mentaati peraturan pemerintah,” katanya.

Selain melakukan tes swab pada puluhan pedagang yang reaktif, tim gabungan juga terus melakukan rapid tes di pasar. Rabu dini hari tadi, rapid tes dilaksanakan di Pasar Kapas, Kecamatan Kapas. Ada sebanyak 100 orang pedagang yang diperiksa secara cepat, namun dari ratusan pedagang itu hasilnya negatif reaktif semua.

“Untuk rapid tes selanjutnya (di pasar), belum terjadwal, karena sifatnya mendadak,” ujar juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Bojonegoro Masirin menambahkan.

Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat agar tetap tenang, dan jangan panik, serta terus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan tentang bahaya virus Corona, serta melakukan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Ikuti anjuran pemerintah, cuci tangan dengan sabun, jaga kebersihan diri dan lingkungan, physical distancing, dan menggunakan masker jika keluar rumah dan beraktivitas,” tambahnya.

Tertular Dari Pasar, Dua Warga Bojonegoro Positif Corona

BOJONEGORO JATIM - Kasus positif Virus Corona di Bojonegoro bertambah dua orang, Rabu 13/05/2020. Dua orang yang positif tersebut merupakan klaster pasar tradisional yang ada di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (13/5/2020).

Bupati Bojonegoro Anna Muawanah mengatakan, dua pedagang yang positif terjangkit virus Corona ini merupakan seorang pedagang sayur. Dua orang tersebut berasal dari Desa Bangilan, Kecamatan Kapas dan Warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

“Dua orang ini akan dilakukan pengobatan dan juga dibawa Ke RSUD Sosrodoro Djatiekoesumo Bojonegoro untuk dilakukan isolasi dan penanganan medis,” ujarnya.

Dua orang positif tersebut diketahui setelah sebelumnya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melakukan rapid tes kepada ratusan pedagang. Dari hasil rapid tes yang reaktif positif itu kemudian dilakukan tes swab di Laboratorium salah satu Rumah Sakit di Malang, Jawa Timur.

Gelombang pertama tes swab dilakukan kepada 41 orang pedagang, hasilnya dua orang positif terpapar virus Corona. Lanjut dia, direncanakan juga sampel darah 35 orang pedagang lainnya akan segera turun setelah dilakukan tes swab gelombang kedua.

Bupati berharap jumlah pedagang positif Corona tidak bertambah lagi. “Ini menjadi perhatian kita bersama. Langkah-langkah strategis telah kita lakukan guna mencegah penularan lebih banyak. Kami imbau masyarakat juga selalu mentaati peraturan pemerintah,” katanya.

Selain melakukan tes swab pada puluhan pedagang yang reaktif, tim gabungan juga terus melakukan rapid tes di pasar. Rabu dini hari tadi, rapid tes dilaksanakan di Pasar Kapas, Kecamatan Kapas. Ada sebanyak 100 orang pedagang yang diperiksa secara cepat, namun dari ratusan pedagang itu hasilnya negatif reaktif semua.

“Untuk rapid tes selanjutnya (di pasar), belum terjadwal, karena sifatnya mendadak,” ujar juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Bojonegoro Masirin menambahkan.

Bupati juga mengingatkan kepada masyarakat agar tetap tenang, dan jangan panik, serta terus meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan tentang bahaya virus Corona, serta melakukan Protokol Kesehatan Covid-19.

“Ikuti anjuran pemerintah, cuci tangan dengan sabun, jaga kebersihan diri dan lingkungan, physical distancing, dan menggunakan masker jika keluar rumah dan beraktivitas,” tambahnya.