SITUBONDO JATIM - Kasus pembuangan bayi terjadi di Situbondo. Bayi berkelamin laki-laki itu ditemukan warga telah tewas terbungkus tas plastik di dekat tempat sampah, di tepi jalan Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih.

Saat ditemukan, bayi bernasib malang itu masih lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya. Bayi tersebut sempat dikerubungi semut. Untuk kepentingan penyelidikan, mayat bayi tadi langsung dievakuasi menuju RSUD Asembagus.

"Melihat kondisinya, bayi itu diduga baru beberapa jam dilahirkan. Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Kapolsek Banyuputih Iptu Heru Purwanto kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Mayat bayi laki-laki itu pertama kali ditemukan warga bernama Agus, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Agus mengendarai sepeda motor dan bermaksud mencari dedaunan untuk pakan ternaknya.

Dia berhenti di dekat tempat sampah di tepi jalan Desa Sumberrejo, saat pandangannya tiba-tiba mengarah ke sebuah tas plastik warna hitam. Posisi tas kresek itu berada di luar tempat sampah dan menjorok ke jalan. Seketika itu, Agus pun berusaha meminggirkan tas kresek itu dengan kakinya.

Rasa penasaran mulai muncul, saat tas kresek itu dirasa cukup berat. Karena itu, Agus langsung berinisiatif membuka tas plastik karena ingin tahu isinya. Betapa terkejutnya, karena saat dibuka tas kresek itu ternyata berisi mayat bayi yang diduga baru saja dilahirkan.

"Awalnya saya penasaran karena kresek itu cukup berat. Tapi begitu tahu isinya mayat bayi, saya langsung lapor ke kepala desa dan diteruskan ke polisi," tandas Agus.

Penemuan mayat bayi itu langsung menyita perhatian warga, hingga banyak berdatangan ingin melihat. Mayat bayi laki-laki itu terbungkus dua tas plastik. Bagian dalam tas plastik warna merah dan bagian luar tas plastik warna hitam.

Begitu tiba, polisi langsung melakukan olah TKP. Seketika itu juga dipanggil seorang bidan untuk memeriksa kondisi bayi, sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Asembagus.

"Kami akan bekerja ekstra menyelidiki pelaku pembuangan bayi tersebut. Doakan saja semoga cepat terungkap," tandas Heru.

Sadis, Bayi Di Situbondo Dibuang Ibunya Hingga Tewas

SITUBONDO JATIM - Kasus pembuangan bayi terjadi di Situbondo. Bayi berkelamin laki-laki itu ditemukan warga telah tewas terbungkus tas plastik di dekat tempat sampah, di tepi jalan Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih.

Saat ditemukan, bayi bernasib malang itu masih lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya. Bayi tersebut sempat dikerubungi semut. Untuk kepentingan penyelidikan, mayat bayi tadi langsung dievakuasi menuju RSUD Asembagus.

"Melihat kondisinya, bayi itu diduga baru beberapa jam dilahirkan. Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Kapolsek Banyuputih Iptu Heru Purwanto kepada wartawan, Kamis (14/5/2020).

Mayat bayi laki-laki itu pertama kali ditemukan warga bernama Agus, sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Agus mengendarai sepeda motor dan bermaksud mencari dedaunan untuk pakan ternaknya.

Dia berhenti di dekat tempat sampah di tepi jalan Desa Sumberrejo, saat pandangannya tiba-tiba mengarah ke sebuah tas plastik warna hitam. Posisi tas kresek itu berada di luar tempat sampah dan menjorok ke jalan. Seketika itu, Agus pun berusaha meminggirkan tas kresek itu dengan kakinya.

Rasa penasaran mulai muncul, saat tas kresek itu dirasa cukup berat. Karena itu, Agus langsung berinisiatif membuka tas plastik karena ingin tahu isinya. Betapa terkejutnya, karena saat dibuka tas kresek itu ternyata berisi mayat bayi yang diduga baru saja dilahirkan.

"Awalnya saya penasaran karena kresek itu cukup berat. Tapi begitu tahu isinya mayat bayi, saya langsung lapor ke kepala desa dan diteruskan ke polisi," tandas Agus.

Penemuan mayat bayi itu langsung menyita perhatian warga, hingga banyak berdatangan ingin melihat. Mayat bayi laki-laki itu terbungkus dua tas plastik. Bagian dalam tas plastik warna merah dan bagian luar tas plastik warna hitam.

Begitu tiba, polisi langsung melakukan olah TKP. Seketika itu juga dipanggil seorang bidan untuk memeriksa kondisi bayi, sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Asembagus.

"Kami akan bekerja ekstra menyelidiki pelaku pembuangan bayi tersebut. Doakan saja semoga cepat terungkap," tandas Heru.