Tiga orang nelayan Kabupaten Kendal dikabarkan hilang saat melaut di perairan pantai Jomblon Desa Margorejo Kecamatan Cepiring, Rabu (13/5/2020) malam.

Mereka adalah Sumanto (39), Sudarto (43), dan Teguh (31) Warga Desa Margorejo. Ketiganya dikabarkan melaut untuk menangkap ikan dalam satu perahu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan ketiga nelayan tersebut dikabarkan berangkat melaut pada, Rabu (13/5/2020) pukul 02.30.

Keberangkatannya guna memasang bubu untuk mencari rajungan.

Laporan yang kami terima berangkat Rabu dini hari. Biasanya mendarat pada hari yang sama sore hari. Namun tidak terlihat mendarat," terang Sigi,  Kamis (14/5/2020).

Tak kunjung mendarat hingga petang, warga dan keluarga melaporkannnya kepada pihak desa dan juga BPBD.

Sejumlah upaya pencarian tim BPBD dengan melibatkan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) juga perangkat desa dan beberapa warga setempat.

Pencarian dimulai pukul 18.30 hingga 23.30 namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan 3 nelayan tersebut.

"Kendala ombak, situasi malam dan kita hentikan sementara," lanjutnya.

Pencarian pun dilanjutkan sejak pagi tadi dengan melibatkan Polairut Kabupaten Kendal dan Basarnas Semarang.

"Anggota sudah terjun lagi sejak pagi tadi namun info sementara belum ditemukan hingga saat ini," ujarnya.

3 orang Nelayan Kendal Dikabarkan Hilang Saat Melaut

Tiga orang nelayan Kabupaten Kendal dikabarkan hilang saat melaut di perairan pantai Jomblon Desa Margorejo Kecamatan Cepiring, Rabu (13/5/2020) malam.

Mereka adalah Sumanto (39), Sudarto (43), dan Teguh (31) Warga Desa Margorejo. Ketiganya dikabarkan melaut untuk menangkap ikan dalam satu perahu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Sigit Sulistyo, mengatakan ketiga nelayan tersebut dikabarkan berangkat melaut pada, Rabu (13/5/2020) pukul 02.30.

Keberangkatannya guna memasang bubu untuk mencari rajungan.

Laporan yang kami terima berangkat Rabu dini hari. Biasanya mendarat pada hari yang sama sore hari. Namun tidak terlihat mendarat," terang Sigi,  Kamis (14/5/2020).

Tak kunjung mendarat hingga petang, warga dan keluarga melaporkannnya kepada pihak desa dan juga BPBD.

Sejumlah upaya pencarian tim BPBD dengan melibatkan petugas Palang Merah Indonesia (PMI) juga perangkat desa dan beberapa warga setempat.

Pencarian dimulai pukul 18.30 hingga 23.30 namun belum ditemukan tanda-tanda keberadaan 3 nelayan tersebut.

"Kendala ombak, situasi malam dan kita hentikan sementara," lanjutnya.

Pencarian pun dilanjutkan sejak pagi tadi dengan melibatkan Polairut Kabupaten Kendal dan Basarnas Semarang.

"Anggota sudah terjun lagi sejak pagi tadi namun info sementara belum ditemukan hingga saat ini," ujarnya.

Tidak ada komentar