MALANG JATIM - Bocah usia 3 tahun asal Lumajang berpotensi menularkan Covid-19 atau virus corona kepada 29 orang di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Awalnya bocah itu dan keluarganya silaturahmi ke kerabatnya di Dampit, Selasa (26/5/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan bocah tersebut diketahui positif corona setelah mengikuti tes swab di Puskesmas di Lumajang.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan rapid test pada 29 orang yang diduga telah kontak dengan bocah tersebut.

"Rapid test digelar hari ini. Kami belum menerima laporan (hasil) tersebut," beber Arbani kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Arbani juga mewajibkan orang yang pernah kontak dengan pasien COVID-19 itu melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

"Juga dilakukan penyemprotan disinfektan di rumah keluarga tersebut dan area Dusun Lambangsari dan Dusun Kampunganyar," ungkap Arbani.

Arbani menyadari kejadian tersebut berpotensi menambah jumlah pasien terkonfirmasi positif corona di Kabupaten Malang.

Satgas COVID-19 Kabupaten Malang mengkonfirmasi ada tambahan 13 pasien positif COVID-19, Rabu (27/5/2020).

Tambahan menjadikan total pasien terkonfirmasi berjumlah 72 orang.

Tambahan berasal dari Kecamatan Singosari sebesar 7 kasus, Kecamatan Karangploso 5 kasus dan Kecamatan Lawang 1 kasus.

Arbani menuturkan penambahan kasus tersebut diketahui melalui hasil tes swab.

"Penambahan ini dari tes swab sebelum dilaksanakan PSBB Malang Raya," kata pria berkacamata itu.

29 Orang Di Dampit Malang Berpotensi Tertular Virus Corona Dari Balita Asal Lumajang

MALANG JATIM - Bocah usia 3 tahun asal Lumajang berpotensi menularkan Covid-19 atau virus corona kepada 29 orang di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Awalnya bocah itu dan keluarganya silaturahmi ke kerabatnya di Dampit, Selasa (26/5/2020).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo menerangkan bocah tersebut diketahui positif corona setelah mengikuti tes swab di Puskesmas di Lumajang.

Menurutnya, pihaknya telah melakukan rapid test pada 29 orang yang diduga telah kontak dengan bocah tersebut.

"Rapid test digelar hari ini. Kami belum menerima laporan (hasil) tersebut," beber Arbani kepada wartawan, Kamis (28/5/2020).

Arbani juga mewajibkan orang yang pernah kontak dengan pasien COVID-19 itu melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

"Juga dilakukan penyemprotan disinfektan di rumah keluarga tersebut dan area Dusun Lambangsari dan Dusun Kampunganyar," ungkap Arbani.

Arbani menyadari kejadian tersebut berpotensi menambah jumlah pasien terkonfirmasi positif corona di Kabupaten Malang.

Satgas COVID-19 Kabupaten Malang mengkonfirmasi ada tambahan 13 pasien positif COVID-19, Rabu (27/5/2020).

Tambahan menjadikan total pasien terkonfirmasi berjumlah 72 orang.

Tambahan berasal dari Kecamatan Singosari sebesar 7 kasus, Kecamatan Karangploso 5 kasus dan Kecamatan Lawang 1 kasus.

Arbani menuturkan penambahan kasus tersebut diketahui melalui hasil tes swab.

"Penambahan ini dari tes swab sebelum dilaksanakan PSBB Malang Raya," kata pria berkacamata itu.