TULUNGAGUNG JATIM -
Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di Tulungagung mencapai 51 orang. Seluruhnya dimakamkan dengan prosedur tetap (protap) Corona.

Sekretaris Posko Kesehatan COVID-19, Dinas Kesehatan Tulungagung Didik Eka mengatakan, selama pandemi Corona ini, jumlah PDP di Tulungagung mencapai 235 orang. Dengan rincian, 62 orang masih dalam perawatan, 122 orang dipulangkan dan 51 orang meninggal dunia.

"Sebanyak 51 yang meninggal dunia itu rinciannya 41 dari wilayah Tulungagung dan 10 sisanya pasien dari luar kota," kata Didik Eka, Senin (20/4/2020).

Ia menjelaskan, pasien PDP yang meninggal pada masa perawatan, proses pemulasaraan jenazah serta pemakaman menggunakan protap COVID-19. Petugas yang menangani jenazah juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi apabila hasil pemeriksaan laboratorium pasien dinyatakan positif COVID-19.

"Sesuai SOP, pasien yang berstatus PDP yang meninggal dunia kami anggap sebagai pasien COVID-19. Sehingga semuanya tahapan penanganan harus sesuai standar. Karena saat pasien meninggal dunia, sebagian hasil pemeriksaan lab belum keluar," ujarnya.

Sejauh ini, Didik mengaku, proses pemakaman pasien PDP tersebut sebagian besar berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. "Kapan hari itu ada satu yang sedikit menimbulkan gejolak, karena pasien itu ber-KTP luar kota, namun aslinya ya Tulungagung," imbuhnya.

Didik berharap masyarakat Tulungagung dapat memahami prosedur penanganan jenazah PDP tersebut demi keselamatan bersama. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan penolakan pemakaman, sebab penanganan jenazah telah dilakukan dengan prosedur ketat, sehingga aman.

Data Gugus Tugas COVID-19 Tulungagung hingga saat ini, jumlah warga yang dinyatakan positif Corona mencapai 16 orang. Satu orang dinyatakan sembuh, satu masih dalam perawatan dan 14 lainnya menjalani isolasi di beberapa tempat.

"Kondisi yang 14 orang Alhamdulillah cukup sehat. Mereka tinggal menunggu hasil pemeriksaan swab yang ketiga. Yang kedua sudah negatif, apabila yang ketiga hasilnya negatif, maka dinyatakan sembuh," pungkas Didik.

Total 51 PDP Corona Meninggal di Tulungagung

TULUNGAGUNG JATIM -
Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal di Tulungagung mencapai 51 orang. Seluruhnya dimakamkan dengan prosedur tetap (protap) Corona.

Sekretaris Posko Kesehatan COVID-19, Dinas Kesehatan Tulungagung Didik Eka mengatakan, selama pandemi Corona ini, jumlah PDP di Tulungagung mencapai 235 orang. Dengan rincian, 62 orang masih dalam perawatan, 122 orang dipulangkan dan 51 orang meninggal dunia.

"Sebanyak 51 yang meninggal dunia itu rinciannya 41 dari wilayah Tulungagung dan 10 sisanya pasien dari luar kota," kata Didik Eka, Senin (20/4/2020).

Ia menjelaskan, pasien PDP yang meninggal pada masa perawatan, proses pemulasaraan jenazah serta pemakaman menggunakan protap COVID-19. Petugas yang menangani jenazah juga menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi apabila hasil pemeriksaan laboratorium pasien dinyatakan positif COVID-19.

"Sesuai SOP, pasien yang berstatus PDP yang meninggal dunia kami anggap sebagai pasien COVID-19. Sehingga semuanya tahapan penanganan harus sesuai standar. Karena saat pasien meninggal dunia, sebagian hasil pemeriksaan lab belum keluar," ujarnya.

Sejauh ini, Didik mengaku, proses pemakaman pasien PDP tersebut sebagian besar berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. "Kapan hari itu ada satu yang sedikit menimbulkan gejolak, karena pasien itu ber-KTP luar kota, namun aslinya ya Tulungagung," imbuhnya.

Didik berharap masyarakat Tulungagung dapat memahami prosedur penanganan jenazah PDP tersebut demi keselamatan bersama. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan penolakan pemakaman, sebab penanganan jenazah telah dilakukan dengan prosedur ketat, sehingga aman.

Data Gugus Tugas COVID-19 Tulungagung hingga saat ini, jumlah warga yang dinyatakan positif Corona mencapai 16 orang. Satu orang dinyatakan sembuh, satu masih dalam perawatan dan 14 lainnya menjalani isolasi di beberapa tempat.

"Kondisi yang 14 orang Alhamdulillah cukup sehat. Mereka tinggal menunggu hasil pemeriksaan swab yang ketiga. Yang kedua sudah negatif, apabila yang ketiga hasilnya negatif, maka dinyatakan sembuh," pungkas Didik.

Tidak ada komentar