SRAGEN JATENG - Hasil rapid test dua peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulsel serta seorang tenaga kesehatan di Kabupaten Sragen positif. Sebelumnya, ada 43 warga di dua kecamatan di Sragen yang melaksanakan rapid test.

Rapid test tersebut merupakan tindak lanjut dari tracking yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, terhadap dua pasien terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19, berdasarkan hasil swab yang keluar Sabtu (18/4). Dua pasien tersebut memiliki riwayat mengikuti Ijtima Gowa dan kembali ke Sragen, 25 Maret 2020.

Rapid test dilakukan terhadap warga yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Corona yang beralamat di Kecamatan Sidoharjo dan Plupuh tersebut.

"Di Plupuh, kami lakukan rapid test terhadap 8 orang, hasilnya seluruhnya negatif. Sementara di Sidoharjo, 35 warga di-rapid test, 3 dinyatakan positif," ujar Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, saat konferensi pers di Aula Sukowati Kompleks Sekretariat Daerah Sragen, Senin (20/4/2020).

Yuni, sapaan akrabnya, melanjutkan dari tiga orang yang hasil rapid test-nya positif, salah seorang di antaranya merupakan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan tersebut diketahui terpapar saat melakukan penanganan awal terhadap pasien positif Corona asal Kecamatan Sidoharjo.

"Sementara dua orang yang lain, memiliki riwayat perjalanan mengikuti Ijtima Ulama di Sulawesi Selatan. Ketiga orang yang hasil rapid test-nya positif ini, untuk sementara kami lakukan isolasi mandiri, sembari kami lakukan pemantauan secara ketat terkait perkembangan kondisinya," terang Yuni.

Hasil ini menambah daftar klaster peserta Ijtima Gowa asal Sragen yang terindikasi Corona. Dari total 130 peserta Ijtima Gowa asal Sragen, dua orang terkonfirmasi positif Corona berdasarkan hasil swab dan dua orang hasil rapid test-nya positif.

Melihat perkembangan ini, Yuni mengaku akan kembali melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi peserta rombongan lain.

"Tentu saja kami akan lakukan pemantauan. Hanya saat ini diutamakan yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Corona," kata Yuni.

Selain itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sragen juga merilis ada dua tambahan warga Sragen yang terkonfirmasi positif Corona di Sragen hari ini. Kedua pasien yakni laki-laki berusia 25 dan 40 tahun berasal dari Kecamatan Kalijambe.

Keduanya dinyatakan positif terpapar Corona, berdasarkan hasil swab yang keluar hari ini. Dengan tambahan ini, jumlah kasus positif virus Corona di Sragen bertambah menjadi 7 kasus.

Hasil Rapid Tes 2 Peserta Ijtima Asal Sragen Positif Corona

SRAGEN JATENG - Hasil rapid test dua peserta Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulsel serta seorang tenaga kesehatan di Kabupaten Sragen positif. Sebelumnya, ada 43 warga di dua kecamatan di Sragen yang melaksanakan rapid test.

Rapid test tersebut merupakan tindak lanjut dari tracking yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, terhadap dua pasien terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19, berdasarkan hasil swab yang keluar Sabtu (18/4). Dua pasien tersebut memiliki riwayat mengikuti Ijtima Gowa dan kembali ke Sragen, 25 Maret 2020.

Rapid test dilakukan terhadap warga yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Corona yang beralamat di Kecamatan Sidoharjo dan Plupuh tersebut.

"Di Plupuh, kami lakukan rapid test terhadap 8 orang, hasilnya seluruhnya negatif. Sementara di Sidoharjo, 35 warga di-rapid test, 3 dinyatakan positif," ujar Bupati yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, saat konferensi pers di Aula Sukowati Kompleks Sekretariat Daerah Sragen, Senin (20/4/2020).

Yuni, sapaan akrabnya, melanjutkan dari tiga orang yang hasil rapid test-nya positif, salah seorang di antaranya merupakan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan tersebut diketahui terpapar saat melakukan penanganan awal terhadap pasien positif Corona asal Kecamatan Sidoharjo.

"Sementara dua orang yang lain, memiliki riwayat perjalanan mengikuti Ijtima Ulama di Sulawesi Selatan. Ketiga orang yang hasil rapid test-nya positif ini, untuk sementara kami lakukan isolasi mandiri, sembari kami lakukan pemantauan secara ketat terkait perkembangan kondisinya," terang Yuni.

Hasil ini menambah daftar klaster peserta Ijtima Gowa asal Sragen yang terindikasi Corona. Dari total 130 peserta Ijtima Gowa asal Sragen, dua orang terkonfirmasi positif Corona berdasarkan hasil swab dan dua orang hasil rapid test-nya positif.

Melihat perkembangan ini, Yuni mengaku akan kembali melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi peserta rombongan lain.

"Tentu saja kami akan lakukan pemantauan. Hanya saat ini diutamakan yang melakukan kontak erat dengan pasien positif Corona," kata Yuni.

Selain itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sragen juga merilis ada dua tambahan warga Sragen yang terkonfirmasi positif Corona di Sragen hari ini. Kedua pasien yakni laki-laki berusia 25 dan 40 tahun berasal dari Kecamatan Kalijambe.

Keduanya dinyatakan positif terpapar Corona, berdasarkan hasil swab yang keluar hari ini. Dengan tambahan ini, jumlah kasus positif virus Corona di Sragen bertambah menjadi 7 kasus.

Tidak ada komentar