Palembang - Satu terduga perampokan 6,5 Kg emas di Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Ali Aiput, menyerahkan diri ke polisi. Dia disebut menyerah karena takut ditembak mati.

"Ini salah satu pelaku pencurian di Sungai Lilin inisial AL. Dia menyerah karena takut, takut mati," ucap Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi, di Polda Sumsel, Jumat (3/4/2020).

Ali, lanjut Suryadi, datang ke kantor polisi diantar keluarganya. Dia juga menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan berikut enam peluru aktif.

"Kami imbau yang lain agar menyerahkan diri juga. Kalau tidak ini bakal kami tindak tegas karena keterangan AL masih ada 4 pelaku dan kami sudah tahu identitasnya," kata Suryadi.

Suryadi mengatakan Ali mengaku merampok uang Rp 40 juta dan emas 3 Kg. Namun, polisi bakal mencocokkan lagi keterangan Ali dengan korban.

"Kalau menurut keterangan pelaku untuk uang ada Rp 40 juta dan emas ada 3 Kg lebih. Tapi ini akan kita sinkronkan sama korban," katanya.

Ali diketahui menodongkan senjata api pada wajah korban yang merupakan pemilik Toko Emas Cahaya Murni. Selain Ali, ada beberapa rekannya yang ikut menodongkan senjata api.

"Ada beberapa yang mau menyerahkan diri lagi, ini kami terima. Tapi kalau sehari atau 2 hari ini tidak menyerahkan diri maka siap-siap kami tindak," katanya.

Polda Sumetera Selatan dan Polres Banyuasin sebelumnya telah menangkap tiga orang terduga pelaku perampokan itu. Polisi menyebut dua dari tiga pelaku tewas ditembak pada Sabtu (28/3).

"Untuk TKP toko emas kemarin kami telah melakukan pengungkapan dan tiga pelaku ditangkap. Namun dua pelaku kami tindak tegas dan meninggal dunia," kata Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Hissar Siallagan.

Hissar mengatakan ada delapan orang yang diduga terlibat aksi tersebut. Semua pelaku diketahui beraksi menggunakan senjata api dengan peran masing-masing berbeda.

"Pelaku hasil penyelidikan ada delapan dan lima masih kita kejar. Sama-sama dan kita ketahui dari video yang viral pelaku beraksi itu pakai senjata api. Kita nggak mau ambil risiko, satu berhasil dilumpuhkan dan dua meninggal," katanya tegas.

Dari tiga pelaku yang diamankan sebelumnya, polisi mengamankan sepucuk senjata api rakitan dan sejumlah peluru aktif. Ada juga barang bukti 3 Kg emas.

Takut Tewas, Pencuri Emas 6 Kilogram Menyerahkan Diri Ke Polisi

Palembang - Satu terduga perampokan 6,5 Kg emas di Sungai Lilin, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Ali Aiput, menyerahkan diri ke polisi. Dia disebut menyerah karena takut ditembak mati.

"Ini salah satu pelaku pencurian di Sungai Lilin inisial AL. Dia menyerah karena takut, takut mati," ucap Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi, di Polda Sumsel, Jumat (3/4/2020).

Ali, lanjut Suryadi, datang ke kantor polisi diantar keluarganya. Dia juga menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan berikut enam peluru aktif.

"Kami imbau yang lain agar menyerahkan diri juga. Kalau tidak ini bakal kami tindak tegas karena keterangan AL masih ada 4 pelaku dan kami sudah tahu identitasnya," kata Suryadi.

Suryadi mengatakan Ali mengaku merampok uang Rp 40 juta dan emas 3 Kg. Namun, polisi bakal mencocokkan lagi keterangan Ali dengan korban.

"Kalau menurut keterangan pelaku untuk uang ada Rp 40 juta dan emas ada 3 Kg lebih. Tapi ini akan kita sinkronkan sama korban," katanya.

Ali diketahui menodongkan senjata api pada wajah korban yang merupakan pemilik Toko Emas Cahaya Murni. Selain Ali, ada beberapa rekannya yang ikut menodongkan senjata api.

"Ada beberapa yang mau menyerahkan diri lagi, ini kami terima. Tapi kalau sehari atau 2 hari ini tidak menyerahkan diri maka siap-siap kami tindak," katanya.

Polda Sumetera Selatan dan Polres Banyuasin sebelumnya telah menangkap tiga orang terduga pelaku perampokan itu. Polisi menyebut dua dari tiga pelaku tewas ditembak pada Sabtu (28/3).

"Untuk TKP toko emas kemarin kami telah melakukan pengungkapan dan tiga pelaku ditangkap. Namun dua pelaku kami tindak tegas dan meninggal dunia," kata Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Hissar Siallagan.

Hissar mengatakan ada delapan orang yang diduga terlibat aksi tersebut. Semua pelaku diketahui beraksi menggunakan senjata api dengan peran masing-masing berbeda.

"Pelaku hasil penyelidikan ada delapan dan lima masih kita kejar. Sama-sama dan kita ketahui dari video yang viral pelaku beraksi itu pakai senjata api. Kita nggak mau ambil risiko, satu berhasil dilumpuhkan dan dua meninggal," katanya tegas.

Dari tiga pelaku yang diamankan sebelumnya, polisi mengamankan sepucuk senjata api rakitan dan sejumlah peluru aktif. Ada juga barang bukti 3 Kg emas.