Pemerintah Kota Semarang kembali mengumumkan sembuhnya lima pasien positif Corona (COVID-19) di Ibu Kota Jawa Tengah. Adapun kelima pasien sembuh terbaru yang diumumkan Pemerintah Kota Semarang merupakan 3 pasien Rumah Sakit Elisabeth, serta 2 pasien Rumah Sakit Dokter Karyadi.
Dengan ini maka telah ada 27 pasien yang sembuh di Kota Semarang, sejak pertama kali Pemerintah Kota Semarang mengabarkan kesembuhan 4 pasien pertama yang yang sembuh di RSUD KRMT Wongsonegoro, pada Selasa (31/3/2020) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam menyampaikan trend kesembuhan pasien positif corona (COVID-19) di Kota Semarang diperkirakan masih akan terus bertambah. Hal tersebut mengingat pada saat ini juga masih banyak pasien dalam perbaikan klinis yang menunggu hasil.

Hari ini ada 5 pasien positif lagi yang dinyatakan sembuh di Kota Semarang, jadi total keseluruhan hingga saat ini ada 27 pasien yang sembuh. Saat ini juga ada lebih dari dua puluh pasien positif yang sudah dalam perbaikan klinis, dan tinggal menunggu hasil swab test," terang Abdul dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2020).

"Ada 116 ribu warga miskin di Kota Semarang yang tidak tercover PKH Kementerian Sosial, dan menjadi fokus Pemerintah Kota Semarang," ujar Hendi.

Di sisi lain, untuk semakin menekan penyebaran COVID-19, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mendorong masyarakat untuk bisa secara maksimal beraktivitas di rumah untuk sementara waktu. Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu mengungkapkan berupaya untuk mendistribusikan sembako secara merata untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sebagai jaring pengaman sosial.

Untuk itu, Hendi menegaskan 116 ribu warga miskin tersebut diupayakan akan mendapat bantuan sembako dari Pemerintah Kota Semarang selama 3 bulan ke depan. Pihaknya sudah mendata mulai dari RT, RW, LPMK sampai lurah, termasuk yang di rumahkan, PKL yang dagangannya tidak laku dan juga driver ojek online.

"Ketemu angka 116 ribu yang tidak tercover PKH-nya Kemensos. Hari ini kita fokus meminimalisir dampak ekonomi di masyarakat, kalau kita suplai sembako dengan baik, suplai makanan dengan, Insya Allah anjuran pemerintah akan dijalankan," pungkasnya.

Semarang, Umumkan sembuhnya lima pasien positif (COVID-19)

Pemerintah Kota Semarang kembali mengumumkan sembuhnya lima pasien positif Corona (COVID-19) di Ibu Kota Jawa Tengah. Adapun kelima pasien sembuh terbaru yang diumumkan Pemerintah Kota Semarang merupakan 3 pasien Rumah Sakit Elisabeth, serta 2 pasien Rumah Sakit Dokter Karyadi.
Dengan ini maka telah ada 27 pasien yang sembuh di Kota Semarang, sejak pertama kali Pemerintah Kota Semarang mengabarkan kesembuhan 4 pasien pertama yang yang sembuh di RSUD KRMT Wongsonegoro, pada Selasa (31/3/2020) lalu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam menyampaikan trend kesembuhan pasien positif corona (COVID-19) di Kota Semarang diperkirakan masih akan terus bertambah. Hal tersebut mengingat pada saat ini juga masih banyak pasien dalam perbaikan klinis yang menunggu hasil.

Hari ini ada 5 pasien positif lagi yang dinyatakan sembuh di Kota Semarang, jadi total keseluruhan hingga saat ini ada 27 pasien yang sembuh. Saat ini juga ada lebih dari dua puluh pasien positif yang sudah dalam perbaikan klinis, dan tinggal menunggu hasil swab test," terang Abdul dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2020).

"Ada 116 ribu warga miskin di Kota Semarang yang tidak tercover PKH Kementerian Sosial, dan menjadi fokus Pemerintah Kota Semarang," ujar Hendi.

Di sisi lain, untuk semakin menekan penyebaran COVID-19, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mendorong masyarakat untuk bisa secara maksimal beraktivitas di rumah untuk sementara waktu. Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu mengungkapkan berupaya untuk mendistribusikan sembako secara merata untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sebagai jaring pengaman sosial.

Untuk itu, Hendi menegaskan 116 ribu warga miskin tersebut diupayakan akan mendapat bantuan sembako dari Pemerintah Kota Semarang selama 3 bulan ke depan. Pihaknya sudah mendata mulai dari RT, RW, LPMK sampai lurah, termasuk yang di rumahkan, PKL yang dagangannya tidak laku dan juga driver ojek online.

"Ketemu angka 116 ribu yang tidak tercover PKH-nya Kemensos. Hari ini kita fokus meminimalisir dampak ekonomi di masyarakat, kalau kita suplai sembako dengan baik, suplai makanan dengan, Insya Allah anjuran pemerintah akan dijalankan," pungkasnya.