Menyambut Ramadan 1441 Hijriah, Pemprov Jatim akan menggelar megengan dalam jaringan (online). Gubernur sudah menyiapkan 1.441 apem untuk kegiatan itu.

“Secara simbolik kami siapkan 1.441 apem. Karena tahun ini 1441 Hijriah. Sekadar penanda, karena apem itu ‘afwun, saling memaafkan. Sebelum masuk Ramadan kita saling memaafkan,” kata Khofifah Gubernur Jatim, di Grahadi, Selasa (22/4/2020).

Megengan online ini akan digelar Kamis (23/4/2020) sore pukul 16.00 WIB. Gubernur, dalam kegiatan ini, akan melakukan video conference dengan sejumlah kepala daerah di Jawa Timur.

Beberapa kepala daerah yang juga akan menyelenggarakan megengan online ini antara lain Bupati Pamekasan, Bupati Jombang, Bupati Madiun, Bupati Trenggalek, dan Bupati Lumajang.

“Bersama-sama kami akan megengan online untuk meyambut Ramadan,” ujar Khofifah dalam konferensi pers pemutakhiran data kasus Covid-19 di Jawa Timur.

Megengan online ini, menurut informasi yang didapat akan disiarkan baik secara langsung (live streaming) maupun secara tunda di sejumlah channel YouTube.

Helmy M Noor Panitia acara yang juga Humas Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menyebutkan, sejumlah channel YouTube yang akan menyiarkan ini antara lain MMC Kominfo Jatim, dan Masjid Al-Akbar.

“Informasinya, ada 15 radio dan 15 televisi swasta lokal yang juga akan menyiarkan megengan online ini baik secara live maupun siaran tunda,” katanya.

Berkaitan kegiatan rutin yang digelar selama Ramadan, Khofifah menjelaskan, Pemprov juga akan menggelar tadarus online setiap pukul 07.00 WIB-08.00 WIB. Gubernur berharap, masyarakat bisa mengikuti.

“Kami harap masyarakat yang di rumah bisa mengikuti tadarus kita. Tadarus akan berlangsung dari sini (Grahadi) nanti akan dipandu oleh 5-6 orang hafiz dan hafizah. Nanti akan dilakukan secara Murottal,” ujarnya.

Selama Ramadan, Pemprov Jatim bekerja sama dengan takmir Masjid Nasional Al-Akbar, akan menggelar lomba baca selawat Tibbil Qulub dan Liqom Satun. Kegiatan ini juga digelar secara online.

“Selawat Tibbil Qulub dan Liqom Satun itu banyak diijazahkan oleh para Kiai. (Selawat) itu doa supaya hati kita tenang dan dijauhkan dari bencana dan wabah,” kata Khofifah.

Selama Ramadan ini, gubernur juga berharap agar anak-anak yang biasa mendapat kajian Pondok Ramadan bisa menjadikan rumahnya menjadi pesantren mereka.

“ini menjadi penting, supaya keinginan untuk keluar rumah bisa dihentikan. Karena sebetulnya, dari rumah, mereka bisa melakukan banyak hal. Ini harus kita komunikasikan kepada masyarakat, rumah mereka adalah pesantren bagi mereka,” katanya.

Pemprov Jatim Siapkan 1.441 Apem untuk Megengan Online

Menyambut Ramadan 1441 Hijriah, Pemprov Jatim akan menggelar megengan dalam jaringan (online). Gubernur sudah menyiapkan 1.441 apem untuk kegiatan itu.

“Secara simbolik kami siapkan 1.441 apem. Karena tahun ini 1441 Hijriah. Sekadar penanda, karena apem itu ‘afwun, saling memaafkan. Sebelum masuk Ramadan kita saling memaafkan,” kata Khofifah Gubernur Jatim, di Grahadi, Selasa (22/4/2020).

Megengan online ini akan digelar Kamis (23/4/2020) sore pukul 16.00 WIB. Gubernur, dalam kegiatan ini, akan melakukan video conference dengan sejumlah kepala daerah di Jawa Timur.

Beberapa kepala daerah yang juga akan menyelenggarakan megengan online ini antara lain Bupati Pamekasan, Bupati Jombang, Bupati Madiun, Bupati Trenggalek, dan Bupati Lumajang.

“Bersama-sama kami akan megengan online untuk meyambut Ramadan,” ujar Khofifah dalam konferensi pers pemutakhiran data kasus Covid-19 di Jawa Timur.

Megengan online ini, menurut informasi yang didapat akan disiarkan baik secara langsung (live streaming) maupun secara tunda di sejumlah channel YouTube.

Helmy M Noor Panitia acara yang juga Humas Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya menyebutkan, sejumlah channel YouTube yang akan menyiarkan ini antara lain MMC Kominfo Jatim, dan Masjid Al-Akbar.

“Informasinya, ada 15 radio dan 15 televisi swasta lokal yang juga akan menyiarkan megengan online ini baik secara live maupun siaran tunda,” katanya.

Berkaitan kegiatan rutin yang digelar selama Ramadan, Khofifah menjelaskan, Pemprov juga akan menggelar tadarus online setiap pukul 07.00 WIB-08.00 WIB. Gubernur berharap, masyarakat bisa mengikuti.

“Kami harap masyarakat yang di rumah bisa mengikuti tadarus kita. Tadarus akan berlangsung dari sini (Grahadi) nanti akan dipandu oleh 5-6 orang hafiz dan hafizah. Nanti akan dilakukan secara Murottal,” ujarnya.

Selama Ramadan, Pemprov Jatim bekerja sama dengan takmir Masjid Nasional Al-Akbar, akan menggelar lomba baca selawat Tibbil Qulub dan Liqom Satun. Kegiatan ini juga digelar secara online.

“Selawat Tibbil Qulub dan Liqom Satun itu banyak diijazahkan oleh para Kiai. (Selawat) itu doa supaya hati kita tenang dan dijauhkan dari bencana dan wabah,” kata Khofifah.

Selama Ramadan ini, gubernur juga berharap agar anak-anak yang biasa mendapat kajian Pondok Ramadan bisa menjadikan rumahnya menjadi pesantren mereka.

“ini menjadi penting, supaya keinginan untuk keluar rumah bisa dihentikan. Karena sebetulnya, dari rumah, mereka bisa melakukan banyak hal. Ini harus kita komunikasikan kepada masyarakat, rumah mereka adalah pesantren bagi mereka,” katanya.

Tidak ada komentar