MOJOKERTO JATIM - Jumlah pasien confirm positif virus corona (Covid-19) di Kabupaten Mojokerto bertambah satu. Ini setelah hasil swab kedua yang dilakukan terhadap pasien berjenis kelamin perempuan asal Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko membenarkan, adanya satu pasien di Kabupaten Mojokerto confirm positif Covid-19 tersebut. “Pasien berjenis kelamin perempuan, inisial R, umur 39 tahun asal Kecamatan Mojosari. Status pasien PNS,” ungkapnya, Rabu (22/4/2020).

Masih kata Sujadmiko, pasien merupakan tenaga medis di RSUD Prof Dr Soekandar, rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Pasien merupakan Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kabupaten Mojokerto yang mengikuti pelatihan petugas haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret lalu.

“Pasien menjalani rapid test dua kali dan hasilnya positif. Pasien menjalani rapid test pertama pada 29 Maret dan hasilnya positif, kemudian pasien melakukan isolasi mandiri dan kembali menjalani rapid test kedua pada 4 April. Hasil rapid tes kedua juga positif,” jelasnya.

Setelah menjalani rapid test sebanyak dua kali dan hasilnya positif, lanjut mantan Direktur RSUD Prof Dr Soekandar ini, pasien masuk ke rumah sakit dan menjalani perawatan di ruang isolasi. Namun hasil swab yang dikirim ke Surabaya pada 6 April lanjut dr Sujadmiko, hasilnya negatif.

“Akhirnya, pasien dilakukan swab kedua tanggal 13 Maret. NAH, hasil tes swab kedua diketahui hari ini. Hasilnya positif,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra menambahkan, semua petugas haji yang mengikuti pelatihan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret lalu sudah menjalani rapid test. “Iya semua petugas haji di-rapid,” ucapnya singkat.

Dengan confirm satu lagi pasien di Kabupaten Mojokerto, jumlah pasien positif menjadi dua orang. Satu pasien confirm positif Covid-19 sebelumnya yakni ibu rumah tangga asal Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang tinggal di Sidoarjo.

Pasien berusia 36 tahun tersebut dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tanggal 13 April dan dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan web Covid-19 Jatim, jumlah confirm di Kabupaten Mojokerto berjumlah dua pasien, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 54 pasien.

Dimana delapan pasien diantaranya meninggal dunia dan 23 pasien sembuh. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 424 pasien, dari 424 pasien tersebut yang masih dalam pemantauan sebanyak 230 pasien, sementara sisanya yakni sebanyak 194 pasien dinyatakan selesai dilakukan pemantauan. 

Satu Tenaga Medis Di Mojokerto Dinyatakan Positif Corona

MOJOKERTO JATIM - Jumlah pasien confirm positif virus corona (Covid-19) di Kabupaten Mojokerto bertambah satu. Ini setelah hasil swab kedua yang dilakukan terhadap pasien berjenis kelamin perempuan asal Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto dinyatakan positif.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, dr Sujadmiko membenarkan, adanya satu pasien di Kabupaten Mojokerto confirm positif Covid-19 tersebut. “Pasien berjenis kelamin perempuan, inisial R, umur 39 tahun asal Kecamatan Mojosari. Status pasien PNS,” ungkapnya, Rabu (22/4/2020).

Masih kata Sujadmiko, pasien merupakan tenaga medis di RSUD Prof Dr Soekandar, rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Pasien merupakan Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kabupaten Mojokerto yang mengikuti pelatihan petugas haji di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret lalu.

“Pasien menjalani rapid test dua kali dan hasilnya positif. Pasien menjalani rapid test pertama pada 29 Maret dan hasilnya positif, kemudian pasien melakukan isolasi mandiri dan kembali menjalani rapid test kedua pada 4 April. Hasil rapid tes kedua juga positif,” jelasnya.

Setelah menjalani rapid test sebanyak dua kali dan hasilnya positif, lanjut mantan Direktur RSUD Prof Dr Soekandar ini, pasien masuk ke rumah sakit dan menjalani perawatan di ruang isolasi. Namun hasil swab yang dikirim ke Surabaya pada 6 April lanjut dr Sujadmiko, hasilnya negatif.

“Akhirnya, pasien dilakukan swab kedua tanggal 13 Maret. NAH, hasil tes swab kedua diketahui hari ini. Hasilnya positif,” pungkasnya.

Sementara itu, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mojokerto, dr Langit Kresna Janitra menambahkan, semua petugas haji yang mengikuti pelatihan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) pada 9-18 Maret lalu sudah menjalani rapid test. “Iya semua petugas haji di-rapid,” ucapnya singkat.

Dengan confirm satu lagi pasien di Kabupaten Mojokerto, jumlah pasien positif menjadi dua orang. Satu pasien confirm positif Covid-19 sebelumnya yakni ibu rumah tangga asal Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto yang tinggal di Sidoarjo.

Pasien berusia 36 tahun tersebut dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan hasil swab tanggal 13 April dan dirawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sidoarjo. Berdasarkan web Covid-19 Jatim, jumlah confirm di Kabupaten Mojokerto berjumlah dua pasien, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 54 pasien.

Dimana delapan pasien diantaranya meninggal dunia dan 23 pasien sembuh. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 424 pasien, dari 424 pasien tersebut yang masih dalam pemantauan sebanyak 230 pasien, sementara sisanya yakni sebanyak 194 pasien dinyatakan selesai dilakukan pemantauan. 

Tidak ada komentar