BLITAR JATIM - Dua warga Kabupaten Blitar dinyatakan positif Corona hari ini. Salah satunya merupakan PDP dari klaster pelatihan petugas haji, yang telah dinyatakan sembuh.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti membeberkan, dua warga yang dinyatakan positif yakni wanita (37) asal Kecamatan Srengat dan wanita (69) asal Kecamatan Selopuro.

"Yang Srengat, ini dulunya PDP dari klaster pelatihan petugas haji dan dinyatakan sembuh pada 1 April. Hasil swab kedua negatif, keluar rumah sakit kemudian isolasi mandiri. Tapi yang bersangkutan mengalami gejala klinis lagi, di tes rapid positif (reaktif). Lalu di tes swab tanggal 15 April dan hari ini hasilnya keluar terkonfirmasi positif," jelas Krisna, Selasa (28/4/2020).

Sedangkan kasus positif kedua, lanjutnya, wanita (69) telah meninggal di sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Blitar pada Sabtu (18/4) pukul 10.00 WIB. Yang bersangkutan masuk rumah sakit swasta tanggal 17 April setelah mengalami gejala sesak napas dan demam.

"Sebelum meninggal, rontgen thorax-nya menunjukkan pneumonia dan sempat di-swab juga. Dan hasil tes swab keluar hari ini terkonfirmasi positif," imbuhnya.

Dengan bertambahnya dua kasus positif, maka total ada delapan kasus positif Corona di Kabupaten Blitar. Dengan rincian lima diobservasi, satu sembuh dan dua meninggal. Dari delapan itu, empat di antaranya berasal dari klaster pelatihan petugas haji Sukolilo.

Tak hanya kasus positif yang bertambah. Namun PDP juga menjadi 21 kasus. Dengan rincian 11 dinyatakan sembuh, enam diisolasi di rumah sakit dan empat meninggal dunia.

Sedangkan ODP sampai tanggal 28 April tercatat sebanyak 737 orang. Dengan rincian 643 selesai masa pemantauan, 86 masih dalam masa pemantauan, dua diisolasi di rumah sakit dan enam meninggal.

Pasien Positif Corona di Blitar Bertambah 2 Orang

BLITAR JATIM - Dua warga Kabupaten Blitar dinyatakan positif Corona hari ini. Salah satunya merupakan PDP dari klaster pelatihan petugas haji, yang telah dinyatakan sembuh.

Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti membeberkan, dua warga yang dinyatakan positif yakni wanita (37) asal Kecamatan Srengat dan wanita (69) asal Kecamatan Selopuro.

"Yang Srengat, ini dulunya PDP dari klaster pelatihan petugas haji dan dinyatakan sembuh pada 1 April. Hasil swab kedua negatif, keluar rumah sakit kemudian isolasi mandiri. Tapi yang bersangkutan mengalami gejala klinis lagi, di tes rapid positif (reaktif). Lalu di tes swab tanggal 15 April dan hari ini hasilnya keluar terkonfirmasi positif," jelas Krisna, Selasa (28/4/2020).

Sedangkan kasus positif kedua, lanjutnya, wanita (69) telah meninggal di sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Blitar pada Sabtu (18/4) pukul 10.00 WIB. Yang bersangkutan masuk rumah sakit swasta tanggal 17 April setelah mengalami gejala sesak napas dan demam.

"Sebelum meninggal, rontgen thorax-nya menunjukkan pneumonia dan sempat di-swab juga. Dan hasil tes swab keluar hari ini terkonfirmasi positif," imbuhnya.

Dengan bertambahnya dua kasus positif, maka total ada delapan kasus positif Corona di Kabupaten Blitar. Dengan rincian lima diobservasi, satu sembuh dan dua meninggal. Dari delapan itu, empat di antaranya berasal dari klaster pelatihan petugas haji Sukolilo.

Tak hanya kasus positif yang bertambah. Namun PDP juga menjadi 21 kasus. Dengan rincian 11 dinyatakan sembuh, enam diisolasi di rumah sakit dan empat meninggal dunia.

Sedangkan ODP sampai tanggal 28 April tercatat sebanyak 737 orang. Dengan rincian 643 selesai masa pemantauan, 86 masih dalam masa pemantauan, dua diisolasi di rumah sakit dan enam meninggal.