PASURUAN JATIM - Seorang petani dan pekerja rumahan dinyatakan positif terjangkit virus Corona. Total pasien positif COVID-19 di Kabupaten Pasuruan sekarang jadi 14 orang.

"Ada tambahan 2 pasien positif. Keduanya laki-laki. Seorang petani asal Gempol berusia 47 tahun dan pekerja rumahan asal Rembang berusia 40 tahun," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan Syaifudin Ahmad, Selasa (28/4/2020).

Petani asal Gempol sebelumnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Bangil sejak 18 April. Hasil swab keluar pada Senin siang dengan hasil positif.

"Pasien ini punya keluhan nyeri ulu hati, batuk, sakit tenggorokan, dan memiliki penyakit penyerta berupa pneumonia dan diabetes," kata Syaifudin.

Sementara pekerja rumahan asal Rembang mengaku pernah melakukan kontak erat dengan salah satu pasien positif COVID-19 di RSUD Bangil. Sejak hasil swab keluar pada Senin, kondisi pasien stabil atau disebut orang tanpa gejala (OTG).

Petugas surveillance langsung melakukan tracing dan tracking terhadap kontak erat 2 pasien tersebut.

"Kita telusuri siapa saja yang punya kontak erat. Mulai dari saudara, keluarga sampai tetangga dan orang yang pernah berhubungan langsung," terang Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan ini.

Dengan demikian kasus COVID-19 di Kabupaten Pasuruan menjadi 14 positif, 64 PDP, dan 196 ODP.

Bertambah, 2 Orang Di Pasuruan Positif Corona

PASURUAN JATIM - Seorang petani dan pekerja rumahan dinyatakan positif terjangkit virus Corona. Total pasien positif COVID-19 di Kabupaten Pasuruan sekarang jadi 14 orang.

"Ada tambahan 2 pasien positif. Keduanya laki-laki. Seorang petani asal Gempol berusia 47 tahun dan pekerja rumahan asal Rembang berusia 40 tahun," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan Syaifudin Ahmad, Selasa (28/4/2020).

Petani asal Gempol sebelumnya merupakan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Bangil sejak 18 April. Hasil swab keluar pada Senin siang dengan hasil positif.

"Pasien ini punya keluhan nyeri ulu hati, batuk, sakit tenggorokan, dan memiliki penyakit penyerta berupa pneumonia dan diabetes," kata Syaifudin.

Sementara pekerja rumahan asal Rembang mengaku pernah melakukan kontak erat dengan salah satu pasien positif COVID-19 di RSUD Bangil. Sejak hasil swab keluar pada Senin, kondisi pasien stabil atau disebut orang tanpa gejala (OTG).

Petugas surveillance langsung melakukan tracing dan tracking terhadap kontak erat 2 pasien tersebut.

"Kita telusuri siapa saja yang punya kontak erat. Mulai dari saudara, keluarga sampai tetangga dan orang yang pernah berhubungan langsung," terang Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Pasuruan ini.

Dengan demikian kasus COVID-19 di Kabupaten Pasuruan menjadi 14 positif, 64 PDP, dan 196 ODP.

Tidak ada komentar