Berdasarkan perkembangan terbaru ada penambahan pasien positif covid-19 di Banyumas terutama dari Sub Klaster Ijtima Ulama di Gowa.

Sub Klaster Gowa menjadi sub klaster besar dimana di awal ada empat orang yang dinyatakan positif covid-19 dalam satu rumah.

"Hari ini kami mendapatkan konfirmasi positif atas klaster Kober tersebut tambahan lagi 8 positif," ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein dalam siaran video Kamis (23/4/2020).

Sebanyak 12 orang tersebut sudah tertangani dan di isolasi dengan baik.

Mereka itu adalah dalam satu lingkup jamaah di Masjid yang ada di Kober, Purwokerto Barat.

Sehingga dengan adanya tambahan 8 orang tersebut total ada 12 orang positif covid-19 yang berasal dari klaster Kober.

"Sementara yang lain masih menunggu hasil swab dan mudah-mudahan tidak ada penambahan pasien positif lagi," imbuhnya.

Sampai dengan saat ini data jumlah pasien positif covid-19 di Banyumas total ada 27 orang.

Dimana dengan rincian 20 orang masih dirawat, 5 orang sembuh dan 2 orang meninggal dunia.

 Pertengahan Maret, sejumlah warga Jawa Tengah berangkat ke Gowa Sulawesi Selatan untuk mengikuti ijtima dunia.

Namun, pemerintah setempat membatalkan acara yang berlangsung di tengah pandemi corona Covid-19.

Meski begitu, sejumlah peserta sudah terlanjur tiba di lokasi dan berkumpul.

Termasuk peserta dari luar negeri.

Pemerintah setempat sempat mengisolasi sejumlah peserta karena diketahui memiliki suhu tubuh tinggi dan mengalami sakit gejala Covid-19.

Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) Jateng mencatat ada sekitar seribu lebih warga provinsi ini yang ikut acara tersebut.

Mereka pun diminta karantina mandiri di rumah dengan status orang dalam pemantauan (ODP).

Akhir-akhir ini, alumni ijtima dunia tersebut terindikasi positif Covid-19 setelah melakukan rapid test.

Beberapa juga sudah dinyatakan positif setelah pemeriksaan lanjutan dengan PCR.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, melalui keterangan tertulis, menegaskan agar warga Jateng yang baru mengikuti acara tersebut untuk jujur dan segera melapor.

Hal tersebut mengingat tingginya kasus penularan Covid-19 dari klaster tersebut.

"Mereka telah pulang dan ada data yang diberikan kami untuk selanjutnya mereka melalukan tes.

Untuk yang lain, tolong jujur, tolong cerita, kalau diam diam akan bahaya, jujur itu penting.

Kalau perlu sekarang ngacung yang dari Gowa.

Tolong dengan kesadaran diri untuk melapor. Bantu kami," katanya.

Untuk pelaporan, Ganjar mengatakan bisa kepada rumah sakit, dinas kesehatan, kelurahan atau minimal RT/RW yang terdekat.

Namun cara yang paling aman adalah menggunakan media sosial ataupun WhatsApp atau SMS.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menuturkan banyak warga Jateng yang mengikuti acara ijtima dunia tersebut.

"Data secara pasti jumlahnya belum tahu.

Karena ini kami terus melakukan pendataan.

Karena itu, masyarakat harus jujur.

Diperkirakan ada sekitar 1.500 orang dari Jateng," jelasnya.

Menurut laporan yang diterimanya dari kabupaten/kota, alumni ijtima yang paling banyak dinyatakan positif yakni dari Wonosobo, dengan jumlah 11 orang.

Lalu, 11 orang itu telah melakukan kontak dengan keluarga.

Kemudian ada 4 anggota keluarga yang terpapar dan dinyatakan positif corona.

Penetapan status itu dilakukan berdasarkan pemeriksaan PCR, bukan rapid test.

"Jadi masyarakat dari Gowa itu menulari keluarganya.

Mereka itu klaster Gowa.

Menularkan pada yang lain artinya ada penularan lokal transmission," jelas Yulianto.

Sehingga, peserta yang telah dinyatakan positif ada sekitar 26 orang.

Yakni 11 orang dari Banjarnegara, 11 dari Wonosobo, 2 Klaten dan 2 dari Solo.

Selain itu satu orang dari Karanganyar yang telah dinyatakan positif telah meninggal dunia.

Pemprov Jateng telah meminta kabupaten/kota untuk melakukan penelusuran atau tracing siapa saja yang melakukan kontak erat dengan pasien klaster Gowa tersebut.

pasien positif Corona Banyumas. Klaster Ijtima Ulama di Gowa bertambah 8

Berdasarkan perkembangan terbaru ada penambahan pasien positif covid-19 di Banyumas terutama dari Sub Klaster Ijtima Ulama di Gowa.

Sub Klaster Gowa menjadi sub klaster besar dimana di awal ada empat orang yang dinyatakan positif covid-19 dalam satu rumah.

"Hari ini kami mendapatkan konfirmasi positif atas klaster Kober tersebut tambahan lagi 8 positif," ujar Bupati Banyumas, Achmad Husein dalam siaran video Kamis (23/4/2020).

Sebanyak 12 orang tersebut sudah tertangani dan di isolasi dengan baik.

Mereka itu adalah dalam satu lingkup jamaah di Masjid yang ada di Kober, Purwokerto Barat.

Sehingga dengan adanya tambahan 8 orang tersebut total ada 12 orang positif covid-19 yang berasal dari klaster Kober.

"Sementara yang lain masih menunggu hasil swab dan mudah-mudahan tidak ada penambahan pasien positif lagi," imbuhnya.

Sampai dengan saat ini data jumlah pasien positif covid-19 di Banyumas total ada 27 orang.

Dimana dengan rincian 20 orang masih dirawat, 5 orang sembuh dan 2 orang meninggal dunia.

 Pertengahan Maret, sejumlah warga Jawa Tengah berangkat ke Gowa Sulawesi Selatan untuk mengikuti ijtima dunia.

Namun, pemerintah setempat membatalkan acara yang berlangsung di tengah pandemi corona Covid-19.

Meski begitu, sejumlah peserta sudah terlanjur tiba di lokasi dan berkumpul.

Termasuk peserta dari luar negeri.

Pemerintah setempat sempat mengisolasi sejumlah peserta karena diketahui memiliki suhu tubuh tinggi dan mengalami sakit gejala Covid-19.

Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) Jateng mencatat ada sekitar seribu lebih warga provinsi ini yang ikut acara tersebut.

Mereka pun diminta karantina mandiri di rumah dengan status orang dalam pemantauan (ODP).

Akhir-akhir ini, alumni ijtima dunia tersebut terindikasi positif Covid-19 setelah melakukan rapid test.

Beberapa juga sudah dinyatakan positif setelah pemeriksaan lanjutan dengan PCR.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, melalui keterangan tertulis, menegaskan agar warga Jateng yang baru mengikuti acara tersebut untuk jujur dan segera melapor.

Hal tersebut mengingat tingginya kasus penularan Covid-19 dari klaster tersebut.

"Mereka telah pulang dan ada data yang diberikan kami untuk selanjutnya mereka melalukan tes.

Untuk yang lain, tolong jujur, tolong cerita, kalau diam diam akan bahaya, jujur itu penting.

Kalau perlu sekarang ngacung yang dari Gowa.

Tolong dengan kesadaran diri untuk melapor. Bantu kami," katanya.

Untuk pelaporan, Ganjar mengatakan bisa kepada rumah sakit, dinas kesehatan, kelurahan atau minimal RT/RW yang terdekat.

Namun cara yang paling aman adalah menggunakan media sosial ataupun WhatsApp atau SMS.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menuturkan banyak warga Jateng yang mengikuti acara ijtima dunia tersebut.

"Data secara pasti jumlahnya belum tahu.

Karena ini kami terus melakukan pendataan.

Karena itu, masyarakat harus jujur.

Diperkirakan ada sekitar 1.500 orang dari Jateng," jelasnya.

Menurut laporan yang diterimanya dari kabupaten/kota, alumni ijtima yang paling banyak dinyatakan positif yakni dari Wonosobo, dengan jumlah 11 orang.

Lalu, 11 orang itu telah melakukan kontak dengan keluarga.

Kemudian ada 4 anggota keluarga yang terpapar dan dinyatakan positif corona.

Penetapan status itu dilakukan berdasarkan pemeriksaan PCR, bukan rapid test.

"Jadi masyarakat dari Gowa itu menulari keluarganya.

Mereka itu klaster Gowa.

Menularkan pada yang lain artinya ada penularan lokal transmission," jelas Yulianto.

Sehingga, peserta yang telah dinyatakan positif ada sekitar 26 orang.

Yakni 11 orang dari Banjarnegara, 11 dari Wonosobo, 2 Klaten dan 2 dari Solo.

Selain itu satu orang dari Karanganyar yang telah dinyatakan positif telah meninggal dunia.

Pemprov Jateng telah meminta kabupaten/kota untuk melakukan penelusuran atau tracing siapa saja yang melakukan kontak erat dengan pasien klaster Gowa tersebut.

Tidak ada komentar