TEGAL JATENG - Dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Tegal meninggal dunia.

Satu orang PDP perempuan berusia 60 tahun asal Kecamatan Kramat yang dirawat di RS Mitra Siaga, meninggal dunia hari Selasa (21/4/2020) malam lalu pukul 23.25 WIB.

Sedangkan satunya, seorang balita laki-laki berusia 8 bulan asal Kecamatan Margasari yang sempat dirawat di RSUD dr. Soeselo Slawi, meninggal dunia hari Rabu (22/4/2020) siang kemarin sekitar pukul 13.55 WIB.

Meninggalnya dua PDP tersebut menambah daftar kasus PDP meninggal dunia di Kabupaten Tegal menjadi enam orang.

Dari data yang diperoleh,  Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, Joko Wantoro, pada Kamis (23/4/2020).

Joko mengungkapkan, PDP meninggal dunia asal Kecamatan Kramat tersebut sempat dirawat di RSUD Tangerang selama satu minggu, kemudian istirahat di rumahnya di Tangerang selama dua minggu, dan pulang ke Tegal sudah satu minggu sebelum akhirnya masuk ke RS Mitra Siaga sebagai PDP.

Dia mengalamisesak nafas, dan suhu tubuh 37,2 derajat celcius.

“Almarhum sudah dimakamkan hari ini dengan prosedur pemakaman jenazah Covid-19," tutur Joko, pada wartawan, Kamis (23/4/2020).

Sementara untuk kasus PDP balita meninggal dunia ini diketahui memiliki riwayat perjalanan satu keluarga dari Jakarta pada Selasa (21/4).

Sebelumnya, pasien balita ini mengalami demam tinggi selama tiga hari di Jakarta.

Saat masuk ke IGD RSUD dr. Soeselo hari Rabu (22/4) siang kemarin pukul 11.23 WIB, suhu tubuhnya mencapai 40 derajat celcius dan sesak nafas. Pasien sempat ditangani di ruang PICU sebelum akhirnya meninggal dunia pukul 13.55 WIB," ungkapnya.

Menanggapi kasus ini, Joko meminta warga tidak perlu panik. Status PDP tidak lantas mereka bisa didiagnosis terinfeksi virus Corona.

Perlu uji laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Covid-19 pada diri seseorang.

“Sepanjang pemeriksaan swab-nya tidak menunjukkan hasil positif, maka ia bukan pasien Corona”, tegasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, tiga dari empat orang PDP meninggal dunia di Kabupaten Tegal yang hasil tes swab-nya sudah keluar dinyatakan negatif.

Hanya satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ditanya soal hasil pemeriksaan swab, Joko mengatakan jika keduanya sudah diambil sampel swab-nya namun hasilnya masih harus menunggu, sama seperti halnya empat kasus PDP meninggal sebelumnya yang juga belum keluar hasilnya.

Menindaklanjuti dua kasus meninggalnya PDP tersebut, pihaknya pun segera melakukan rapid test pada kontak eratnya, terutama anggota keluarganya.

Joko juga mengimbau kepada warga agar kasus seperti ini tidak direspon secara berlebihan, apalagi sampai mengucilkan anggota keluarganya dari linkungan pergaulan sosial.

“Warga bersama Satgas Covid-19 desa harus bisa mendukung, mensupport bantuan moril maupun materiil yang diperlukan keluarganya, bukan malah dijauhi dan diasingkan”, pesan Joko

Kabar Duka, 2 PDP Tegal Meninggal, Satu Diantaranya Balita 8 Bulan

TEGAL JATENG - Dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Tegal meninggal dunia.

Satu orang PDP perempuan berusia 60 tahun asal Kecamatan Kramat yang dirawat di RS Mitra Siaga, meninggal dunia hari Selasa (21/4/2020) malam lalu pukul 23.25 WIB.

Sedangkan satunya, seorang balita laki-laki berusia 8 bulan asal Kecamatan Margasari yang sempat dirawat di RSUD dr. Soeselo Slawi, meninggal dunia hari Rabu (22/4/2020) siang kemarin sekitar pukul 13.55 WIB.

Meninggalnya dua PDP tersebut menambah daftar kasus PDP meninggal dunia di Kabupaten Tegal menjadi enam orang.

Dari data yang diperoleh,  Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Tegal, Joko Wantoro, pada Kamis (23/4/2020).

Joko mengungkapkan, PDP meninggal dunia asal Kecamatan Kramat tersebut sempat dirawat di RSUD Tangerang selama satu minggu, kemudian istirahat di rumahnya di Tangerang selama dua minggu, dan pulang ke Tegal sudah satu minggu sebelum akhirnya masuk ke RS Mitra Siaga sebagai PDP.

Dia mengalamisesak nafas, dan suhu tubuh 37,2 derajat celcius.

“Almarhum sudah dimakamkan hari ini dengan prosedur pemakaman jenazah Covid-19," tutur Joko, pada wartawan, Kamis (23/4/2020).

Sementara untuk kasus PDP balita meninggal dunia ini diketahui memiliki riwayat perjalanan satu keluarga dari Jakarta pada Selasa (21/4).

Sebelumnya, pasien balita ini mengalami demam tinggi selama tiga hari di Jakarta.

Saat masuk ke IGD RSUD dr. Soeselo hari Rabu (22/4) siang kemarin pukul 11.23 WIB, suhu tubuhnya mencapai 40 derajat celcius dan sesak nafas. Pasien sempat ditangani di ruang PICU sebelum akhirnya meninggal dunia pukul 13.55 WIB," ungkapnya.

Menanggapi kasus ini, Joko meminta warga tidak perlu panik. Status PDP tidak lantas mereka bisa didiagnosis terinfeksi virus Corona.

Perlu uji laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya infeksi Covid-19 pada diri seseorang.

“Sepanjang pemeriksaan swab-nya tidak menunjukkan hasil positif, maka ia bukan pasien Corona”, tegasnya.

Sebelumnya sempat diberitakan, tiga dari empat orang PDP meninggal dunia di Kabupaten Tegal yang hasil tes swab-nya sudah keluar dinyatakan negatif.

Hanya satu orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Ditanya soal hasil pemeriksaan swab, Joko mengatakan jika keduanya sudah diambil sampel swab-nya namun hasilnya masih harus menunggu, sama seperti halnya empat kasus PDP meninggal sebelumnya yang juga belum keluar hasilnya.

Menindaklanjuti dua kasus meninggalnya PDP tersebut, pihaknya pun segera melakukan rapid test pada kontak eratnya, terutama anggota keluarganya.

Joko juga mengimbau kepada warga agar kasus seperti ini tidak direspon secara berlebihan, apalagi sampai mengucilkan anggota keluarganya dari linkungan pergaulan sosial.

“Warga bersama Satgas Covid-19 desa harus bisa mendukung, mensupport bantuan moril maupun materiil yang diperlukan keluarganya, bukan malah dijauhi dan diasingkan”, pesan Joko

Tidak ada komentar