PONOROGO JATIM - Sebuah Pabrik makanan ringan di Desa Tajug, Kecamatan Siman terbakar. Api berasal dari percikan las yang mengenai produk makanan ringan.

"Awalnya sekitar pukul 14.15 WIB asap muncul," tutur pemilik pabrik, Joko Nurcahyo, Sabtu (18/4/2020).

Joko menambahkan, semua karyawan mencari titik api. Api diduga berasal dari salah satu pegawainya yang sedang mengelas di dalam pabrik. Percikan api mengenai produk yang berada di gudang paling belakang sebelah barat.

"Tiba-tiba asap banyak, semua karyawan kena asap," papar Joko.

Menurutnya, saat kejadian ada 21 karyawan yang sedang bekerja. Beruntung seluruh karyawan selamat.

"Semua karyawan sudah mencari titik api, tapi karena sudah nggak kuat kena asap, akhirnya saya suruh karyawan keluar semua," terang Joko.

"Yang penting nyawa harus selamat dulu," jelas Joko.

Menurutnya, ia mengalami kerugian Rp 3 miliar. Seluruh bahan dan produk makanan ringan miliknya ludes terbakar.

"Kerugian sebesar Rp 3 miliar," lanjut Joko.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto menambahkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kebakaran tersebut. "Dari pemilik mengatakan percikan api berasal dari las salah satu karyawan yang sedang membuat loteng," pungkas Arief.

Pabrik Makanan Ringan Ponorogo Hangus Terbakar

PONOROGO JATIM - Sebuah Pabrik makanan ringan di Desa Tajug, Kecamatan Siman terbakar. Api berasal dari percikan las yang mengenai produk makanan ringan.

"Awalnya sekitar pukul 14.15 WIB asap muncul," tutur pemilik pabrik, Joko Nurcahyo, Sabtu (18/4/2020).

Joko menambahkan, semua karyawan mencari titik api. Api diduga berasal dari salah satu pegawainya yang sedang mengelas di dalam pabrik. Percikan api mengenai produk yang berada di gudang paling belakang sebelah barat.

"Tiba-tiba asap banyak, semua karyawan kena asap," papar Joko.

Menurutnya, saat kejadian ada 21 karyawan yang sedang bekerja. Beruntung seluruh karyawan selamat.

"Semua karyawan sudah mencari titik api, tapi karena sudah nggak kuat kena asap, akhirnya saya suruh karyawan keluar semua," terang Joko.

"Yang penting nyawa harus selamat dulu," jelas Joko.

Menurutnya, ia mengalami kerugian Rp 3 miliar. Seluruh bahan dan produk makanan ringan miliknya ludes terbakar.

"Kerugian sebesar Rp 3 miliar," lanjut Joko.

Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto menambahkan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kebakaran tersebut. "Dari pemilik mengatakan percikan api berasal dari las salah satu karyawan yang sedang membuat loteng," pungkas Arief.

Tidak ada komentar