PASURUAN JATIM - Seorang karyawan pabrik asal Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan dinyatakan positif virus Corona. Untuk mencegah penyebaran, puluhan kontak dekat termasuk istri dan anaknya langsung di-rapid test.

"Sejak hasil swab keluar, para petugas survaillance langsung melakukan tracing terhadap kontak erat pasien. Hasilnya, sebanyak 39 kontak erat sudah di-tracing dan di-rapid test," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad, Senin (27/4/2020).

Puluhan orang itu di antaranya saudara, keluarga, para tetangga, hingga teman. Anak dan istri pasien juga termasuk orang yang di-rapid test.

"Alhamdulillah semua sudah di-rapid dan hasilnya negatif (nonreaktif) semua," terang Syaifudin.

Meski demikian, 39 orang ini masuk kriteria orang tanpa gejala (OTG). "Mereka terus kita pantau sampai 14 hari. Kalau tidak ada apa-apa, ya sudah lepas pantau," imbuhnya.

Pasien positif Corona asal Kecamatan Beji yang dimaksud merupakan pasien positif ke-12 di Kabupaten Pasuruan. Pria berusia 44 tahun ini dinyatakan positif COVID-19 setelah hasil swab test turun pada Sabtu (25/4).

Pasien ini merupakan warga ber-KTP Kota Surabaya namun berdomisili di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Menurut sistem pencatatan di Provinsi Jawa Timur, yang bersangkutan dimasukkan ke Kabupaten Pasuruan.

Pasien positif ini awalnya mengeluh bengkak pada kaki dan tangan setelah kerja bakti di sekitar tempat tinggalnya. Kemudian keluarga membawanya ke klinik di Pandaan.

Sehari setelahnya dirujuk ke RS Siti Khadijah Surabaya. Ia dirawat di RS Siti Khadijah sejak 15 April 2020 lantaran mengalami panas tinggi. Data kasus COVID-19 di Kabupaten Pasuruan per Senin (27/4), ada 12 positif, 62 PDP dan 188 ODP.

Karyawan di Pasuruan Positif Corona, Keluarga dan Puluhan Rekanya Dirapid Test

PASURUAN JATIM - Seorang karyawan pabrik asal Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan dinyatakan positif virus Corona. Untuk mencegah penyebaran, puluhan kontak dekat termasuk istri dan anaknya langsung di-rapid test.

"Sejak hasil swab keluar, para petugas survaillance langsung melakukan tracing terhadap kontak erat pasien. Hasilnya, sebanyak 39 kontak erat sudah di-tracing dan di-rapid test," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Pasuruan, Syaifudin Ahmad, Senin (27/4/2020).

Puluhan orang itu di antaranya saudara, keluarga, para tetangga, hingga teman. Anak dan istri pasien juga termasuk orang yang di-rapid test.

"Alhamdulillah semua sudah di-rapid dan hasilnya negatif (nonreaktif) semua," terang Syaifudin.

Meski demikian, 39 orang ini masuk kriteria orang tanpa gejala (OTG). "Mereka terus kita pantau sampai 14 hari. Kalau tidak ada apa-apa, ya sudah lepas pantau," imbuhnya.

Pasien positif Corona asal Kecamatan Beji yang dimaksud merupakan pasien positif ke-12 di Kabupaten Pasuruan. Pria berusia 44 tahun ini dinyatakan positif COVID-19 setelah hasil swab test turun pada Sabtu (25/4).

Pasien ini merupakan warga ber-KTP Kota Surabaya namun berdomisili di Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Menurut sistem pencatatan di Provinsi Jawa Timur, yang bersangkutan dimasukkan ke Kabupaten Pasuruan.

Pasien positif ini awalnya mengeluh bengkak pada kaki dan tangan setelah kerja bakti di sekitar tempat tinggalnya. Kemudian keluarga membawanya ke klinik di Pandaan.

Sehari setelahnya dirujuk ke RS Siti Khadijah Surabaya. Ia dirawat di RS Siti Khadijah sejak 15 April 2020 lantaran mengalami panas tinggi. Data kasus COVID-19 di Kabupaten Pasuruan per Senin (27/4), ada 12 positif, 62 PDP dan 188 ODP.