BLITAR JATIM - Di Kota Blitar, sebanyak 508 pekerja terdampak Corona. 496 pekerja dirumahkan dan 12 orang di-PHK.

Tenaga kerja terdampak Coorna ini muncul sebagai imbas mewabahnya virus Corona. Data mereka saat ini masih dikumpulkan agar tidak terjadi duplikasi sasaran penerima bantuan.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Perizinan Kota Blitar, Suharyono mengatakan 508 pekerja tersebut merupakan karyawan dari 43 perusahaan yang tutup imbas wabah COVID-19.

"Di kota ada 314 perusahaan dengan 9.834 karyawan. Karena ada wabah Corona, yang 43 perusahaan tutup. Akibatnya 496 karyawan dirumahkan dan 12 karyawan di-PHK," jawab Suharyono dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/4/2020).

Jumlah 43 perusahaan itu, kata Suharyono, terdiri dari 13 sektor usaha. Seperti usaha perhotelan ada 88 karyawan yang dirumahkan, travel 258 orang, lokasi wisata 42 orang, restoran 44 orang dan UKM merumahkan sebanyak 14 orang.

Ratusan pekerja tersebut sampai saat ini belum menerima bantuan sembako dari Pemkot Blitar. Menurut Suharyono, pihaknya masih berkoordinasi dengan dinas sosial, dinas pariwisata dan dinas perdagangan untuk mengumpulkan data penerima rastrada, BPNT, dan BLT.

"Kami kumpulkan dulu datanya supaya tidak ada duplikasi penerima bantuan. Karena pemerintah pusat juga berwacana akan meluncurkan bantuan langsung tunai bagi warga terdampak wabah Corona ini," ungkapnya.

Plt Wali Kota Blitar Santoso juga menjelaskan skema sasaran penerima bantuan. Karena akan dirinci lebih detail siapa saja warga kota yang telah masuk dalam daftar penerima rastrada, BPNT, maupun BLT.

"Khusus untuk tenaga kerja yang terdampak Corona, saya akan minta Kepala Disnaker memfasilitasi mereka agar lebih mudah mengakses pendaftaran kartu pra kerja. Karena kenyataannya, sangat sulit untuk mendapatkan akses online kartu pra kerja ini," pungkasnya.

Dampak Virus Corona, Ratusan Pekerja di Blitar Di Rumahkan

BLITAR JATIM - Di Kota Blitar, sebanyak 508 pekerja terdampak Corona. 496 pekerja dirumahkan dan 12 orang di-PHK.

Tenaga kerja terdampak Coorna ini muncul sebagai imbas mewabahnya virus Corona. Data mereka saat ini masih dikumpulkan agar tidak terjadi duplikasi sasaran penerima bantuan.

Kepala Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Perizinan Kota Blitar, Suharyono mengatakan 508 pekerja tersebut merupakan karyawan dari 43 perusahaan yang tutup imbas wabah COVID-19.

"Di kota ada 314 perusahaan dengan 9.834 karyawan. Karena ada wabah Corona, yang 43 perusahaan tutup. Akibatnya 496 karyawan dirumahkan dan 12 karyawan di-PHK," jawab Suharyono dikonfirmasi wartawan, Rabu (15/4/2020).

Jumlah 43 perusahaan itu, kata Suharyono, terdiri dari 13 sektor usaha. Seperti usaha perhotelan ada 88 karyawan yang dirumahkan, travel 258 orang, lokasi wisata 42 orang, restoran 44 orang dan UKM merumahkan sebanyak 14 orang.

Ratusan pekerja tersebut sampai saat ini belum menerima bantuan sembako dari Pemkot Blitar. Menurut Suharyono, pihaknya masih berkoordinasi dengan dinas sosial, dinas pariwisata dan dinas perdagangan untuk mengumpulkan data penerima rastrada, BPNT, dan BLT.

"Kami kumpulkan dulu datanya supaya tidak ada duplikasi penerima bantuan. Karena pemerintah pusat juga berwacana akan meluncurkan bantuan langsung tunai bagi warga terdampak wabah Corona ini," ungkapnya.

Plt Wali Kota Blitar Santoso juga menjelaskan skema sasaran penerima bantuan. Karena akan dirinci lebih detail siapa saja warga kota yang telah masuk dalam daftar penerima rastrada, BPNT, maupun BLT.

"Khusus untuk tenaga kerja yang terdampak Corona, saya akan minta Kepala Disnaker memfasilitasi mereka agar lebih mudah mengakses pendaftaran kartu pra kerja. Karena kenyataannya, sangat sulit untuk mendapatkan akses online kartu pra kerja ini," pungkasnya.