PONOROGO JATIM - Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Ponorogo bertambah, jika awalnya hanya 3 orang. Kini jumlahnya menjadi 6 orang. Penambahan 2 orang terkonfirmasi pada Kamis (9/4/2020) kemarin dan 1 orang pada Jumat (10/4/2020). Tambahan 3 orang ini masih pada klaster yang sama, yakni klaster asrama haji Sukolilo Surabaya.

“Kemarin tambah 2 orang dan hari ini 1 orang. Jadi sekarang yang terkonfirmasi positif virus corona di Ponorogo berjumlah 6 orang,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Jumat sore.

Ipong menceritakan bahwa tambahan 3 orang ini, 1 orang merupakan peserta yang ikut pelatihan petugas haji di Sukolilo Surabaya. Sedangkan sisanya merupakan pasangan atau istri dari 2 orang yang sudah terkonfirmasi positif sebelumnya. “Jadi 2 pasien yang baru ini, tertular dari suaminya yang dulu mengikuti pelatihan petugas haji di Sukolilo Surabaya,” katanya.

Ipong menegaskan dari 9 orang perwakilan yang ikut pelatihan haji itu, akhirnya 4 orang sudah positif virus corona. Sedangkan sisanya sudah dinyatakan aman dari virus asal Wuhan China tersebut. Sebab, selain tidak menunjukan gejala, hasil rapid tes yang dilakukan hasilnya non reaktif. Dia menambahkan, pihaknya sebelumnya mentracking 71 orang yang disinyalir kontak dekat dengan 4 orang yang sudah positif.

Hasilnya rapid tes pertama, 69 orang dinyatakan non reaktif dan sisanya 2 reaktif (istri-istri yang positif). “Hari Senin nanti akan kembali dilakukan rapid tes yang kedua untuk 69 orang kontak dekat itu,” pungkasnya.

Bertambah Lagi, Pasien Positif Corona Di Ponorogo Jadi 6 Orang

PONOROGO JATIM - Jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Ponorogo bertambah, jika awalnya hanya 3 orang. Kini jumlahnya menjadi 6 orang. Penambahan 2 orang terkonfirmasi pada Kamis (9/4/2020) kemarin dan 1 orang pada Jumat (10/4/2020). Tambahan 3 orang ini masih pada klaster yang sama, yakni klaster asrama haji Sukolilo Surabaya.

“Kemarin tambah 2 orang dan hari ini 1 orang. Jadi sekarang yang terkonfirmasi positif virus corona di Ponorogo berjumlah 6 orang,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Jumat sore.

Ipong menceritakan bahwa tambahan 3 orang ini, 1 orang merupakan peserta yang ikut pelatihan petugas haji di Sukolilo Surabaya. Sedangkan sisanya merupakan pasangan atau istri dari 2 orang yang sudah terkonfirmasi positif sebelumnya. “Jadi 2 pasien yang baru ini, tertular dari suaminya yang dulu mengikuti pelatihan petugas haji di Sukolilo Surabaya,” katanya.

Ipong menegaskan dari 9 orang perwakilan yang ikut pelatihan haji itu, akhirnya 4 orang sudah positif virus corona. Sedangkan sisanya sudah dinyatakan aman dari virus asal Wuhan China tersebut. Sebab, selain tidak menunjukan gejala, hasil rapid tes yang dilakukan hasilnya non reaktif. Dia menambahkan, pihaknya sebelumnya mentracking 71 orang yang disinyalir kontak dekat dengan 4 orang yang sudah positif.

Hasilnya rapid tes pertama, 69 orang dinyatakan non reaktif dan sisanya 2 reaktif (istri-istri yang positif). “Hari Senin nanti akan kembali dilakukan rapid tes yang kedua untuk 69 orang kontak dekat itu,” pungkasnya.

Tidak ada komentar