SITUBONDO JATIM - Kasus pembuangan bayi tak berdosa terjadi di awal Ramadhan di Situbondo. Bayi berkelamin perempuan terbungkus kain handuk dan tas plastik ditemukan warga di dekat bak sampah, tak jauh dari tempat pembenihan udang di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan.

Selain masih dipenuhi bercak darah, saat ditemukan kondisi bayi masih lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya. Sehingga usianya diperkirakan belum genap satu hari.

Bayi malang itu diduga sengaja dibuang oleh pelaku tak lama setelah dilahirkan.

"Alhamdulillah, saat ditemukan kondisi bayi itu masih hidup. Sekarang sudah dalam perawatan tim medis RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Kondisinya sehat," kata Kapolsek Bungatan, AKP Hasan Basri saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/4/2020) malam.

Penemuan bayi perempuan itu terjadi pada siang tadi. Bayi itu ditemukan oleh Musa Dapat (58), Bagian Keamanan Pembenihan Udang CV Raja Benur, di Dusun Kembangsambi Desa Bungatan. Saat itu, pria asal Jember itu sedang berada di teras mess CV Raja Benur.

Tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara tangisan bayi dari arah bak sampah. Tahu begitu, dia pun bergegas mendatangi suara tangisan bayi dekat bak sampah tadi. Setelah diamati, suara itu ternyata berasal dari dalam tas hitam bertuliskan HOPE GREAT HOPES LUCK Make great man.

Karena penasaran, dia pun segera membuka tas warna hitam tersebut. Betapa terkejutnya, karena dalam tas itu berisi bayi mungil yang masih lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya. Bayi itu ditemukan terbungkus kain handuk yang masih dipenuhi darah dan dibungkus tas plastik warna kuning.

Tahu begitu, Musa pun bergegas mengontak temannya dan segera membawa bayi itu ke Puskesmas Pembantu Dusun Pecaron, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

"Bayi itu berhasil diselamatkan. Tadi bayi langsung dirawat Bidan Dwi Tunggal di Pustu Pecaron, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo," papar Hasan Basri.

Menurut Hasan, saat ditemukan bayi itu kondisinya cukup sehat dengan berat badan 3,9 Kg. Bayi itu diduga sengaja dibuang oleh pelaku. Bisa jadi, karena bayi itu hasil dari hubungan gelap. Pihaknya kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tak berdosa tersebut.

"Kami masih menyelidiki kasus ini. Doakan saja mudah-mudahan segera terungkap. Untuk bayinya sendiri sekarang masih tetap di RSUD. Urusan siapa yang akan merawat itu soal nanti. Yang jelas tadi sudah banyak yang daftar," pungkas AKP Hasan Basri.

Miris, Bayi Di Situbondo Dibuang Hidup-hidup Oleh Orang Tuanya

SITUBONDO JATIM - Kasus pembuangan bayi tak berdosa terjadi di awal Ramadhan di Situbondo. Bayi berkelamin perempuan terbungkus kain handuk dan tas plastik ditemukan warga di dekat bak sampah, tak jauh dari tempat pembenihan udang di Dusun Kembangsambi, Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan.

Selain masih dipenuhi bercak darah, saat ditemukan kondisi bayi masih lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya. Sehingga usianya diperkirakan belum genap satu hari.

Bayi malang itu diduga sengaja dibuang oleh pelaku tak lama setelah dilahirkan.

"Alhamdulillah, saat ditemukan kondisi bayi itu masih hidup. Sekarang sudah dalam perawatan tim medis RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Kondisinya sehat," kata Kapolsek Bungatan, AKP Hasan Basri saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/4/2020) malam.

Penemuan bayi perempuan itu terjadi pada siang tadi. Bayi itu ditemukan oleh Musa Dapat (58), Bagian Keamanan Pembenihan Udang CV Raja Benur, di Dusun Kembangsambi Desa Bungatan. Saat itu, pria asal Jember itu sedang berada di teras mess CV Raja Benur.

Tiba-tiba dia dikagetkan dengan suara tangisan bayi dari arah bak sampah. Tahu begitu, dia pun bergegas mendatangi suara tangisan bayi dekat bak sampah tadi. Setelah diamati, suara itu ternyata berasal dari dalam tas hitam bertuliskan HOPE GREAT HOPES LUCK Make great man.

Karena penasaran, dia pun segera membuka tas warna hitam tersebut. Betapa terkejutnya, karena dalam tas itu berisi bayi mungil yang masih lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya. Bayi itu ditemukan terbungkus kain handuk yang masih dipenuhi darah dan dibungkus tas plastik warna kuning.

Tahu begitu, Musa pun bergegas mengontak temannya dan segera membawa bayi itu ke Puskesmas Pembantu Dusun Pecaron, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit.

"Bayi itu berhasil diselamatkan. Tadi bayi langsung dirawat Bidan Dwi Tunggal di Pustu Pecaron, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo," papar Hasan Basri.

Menurut Hasan, saat ditemukan bayi itu kondisinya cukup sehat dengan berat badan 3,9 Kg. Bayi itu diduga sengaja dibuang oleh pelaku. Bisa jadi, karena bayi itu hasil dari hubungan gelap. Pihaknya kini sedang melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi tak berdosa tersebut.

"Kami masih menyelidiki kasus ini. Doakan saja mudah-mudahan segera terungkap. Untuk bayinya sendiri sekarang masih tetap di RSUD. Urusan siapa yang akan merawat itu soal nanti. Yang jelas tadi sudah banyak yang daftar," pungkas AKP Hasan Basri.

Tidak ada komentar