LAMONGAN JATIM - Jumlah kasus positif Corona di Lamongan bertambah 6 orang. Total penderita Corona di Lamongan 38 orang.

Informasi yang dihimpun, salah satu dari enam pasien positif Corona adalah salah satu kiai di Kecamatan Karangbinangun. Kiai tersebut tertular dari klaster pelatihan haji di Surabaya. Dari penularan ini, petugas melakukan tracing terhadap para santri dan keluarga kiai tersebut.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Lamongan dr Taufik Hidayat menyatakan keenam orang yang baru dinyatakan positif Corona berasal dari 2 klaster penularan, yakni klaster nelayan dan klaster pelatihan haji.

"Yang positif itu merupakan tindak lanjut hasil rapid test dari tracing. Dari klaster nelayan ada dua orang, dari klaster pelatihan haji empat orang," kata Taufik, Rabu (29/4/2020).

Untuk mencegah penularan semakin luas, lanjut dia, pihaknya melakukan tracing. "Yang kontak erat sudah dilakukan rapid test," tuturnya.

Hingga kini penyebaran COVID-19 di Lamongan terjadi di tiga klaster penularan, yaitu klaster pelatihan haji, nelayan, dan pekerja yang keluar-masuk Lamongan. "Tidak ada klaster penularan baru," tuturnya.

Melalui tiga klaster penularan tersebut, tercatat 38 orang yang terkonfirmasi positif Corona. Dari jumlah tersebut, 5 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 6 orang meninggal dunia. Sementara jumlah PDP sebanyak 120 kasus, 63 di antaranya selesai dalam pengawasan dan 11 lainnya meninggal dunia.

"Hari ini Gugus Tugas juga memberikan bantuan paket sembako kepada 85 warga terdampak COVID-19 yang isolasi mandiri di rumah," tandasnya.

Bertambah, 6 Warga Lamongan Dinyatakan Positif Corona

LAMONGAN JATIM - Jumlah kasus positif Corona di Lamongan bertambah 6 orang. Total penderita Corona di Lamongan 38 orang.

Informasi yang dihimpun, salah satu dari enam pasien positif Corona adalah salah satu kiai di Kecamatan Karangbinangun. Kiai tersebut tertular dari klaster pelatihan haji di Surabaya. Dari penularan ini, petugas melakukan tracing terhadap para santri dan keluarga kiai tersebut.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Lamongan dr Taufik Hidayat menyatakan keenam orang yang baru dinyatakan positif Corona berasal dari 2 klaster penularan, yakni klaster nelayan dan klaster pelatihan haji.

"Yang positif itu merupakan tindak lanjut hasil rapid test dari tracing. Dari klaster nelayan ada dua orang, dari klaster pelatihan haji empat orang," kata Taufik, Rabu (29/4/2020).

Untuk mencegah penularan semakin luas, lanjut dia, pihaknya melakukan tracing. "Yang kontak erat sudah dilakukan rapid test," tuturnya.

Hingga kini penyebaran COVID-19 di Lamongan terjadi di tiga klaster penularan, yaitu klaster pelatihan haji, nelayan, dan pekerja yang keluar-masuk Lamongan. "Tidak ada klaster penularan baru," tuturnya.

Melalui tiga klaster penularan tersebut, tercatat 38 orang yang terkonfirmasi positif Corona. Dari jumlah tersebut, 5 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 6 orang meninggal dunia. Sementara jumlah PDP sebanyak 120 kasus, 63 di antaranya selesai dalam pengawasan dan 11 lainnya meninggal dunia.

"Hari ini Gugus Tugas juga memberikan bantuan paket sembako kepada 85 warga terdampak COVID-19 yang isolasi mandiri di rumah," tandasnya.

Tidak ada komentar