KLATEN JATENG - Pada hari ini pasien positif Corona atau COVID-19 di Klaten bertambah 4 orang. Pasien sebanyak itu tersebar di 4 kecamatan.

Juru Bicara Satgas Gugus Percepatan Penanganan Pencegahan COVID-19 Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo menjelaskan terdapat penambahan 4 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Klaten.

"Hari ini ada 4 pasien baru terkonfirmasi positif di Kabupaten Klaten. Masing-masing berasal dari Kecamatan Kalikotes, Ngawen, Jogonalan dan Wonosari. Saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif di Klaten yang masih dirawat berjumlah 13 orang," kata Cahyono, Minggu (26/4/2020).

Dari keempat orang tersebut, kata Cahyono, seorang berusia 10 tahun dari Kecamatan Kalikotes. Saat ini pasien tersebut menjalani perawatan di RSD Bagas Waras dengan kondisi yang baik dan stabil.

"Kondisinya baik. Pada kasus ini dimungkinkan pasien terpapar dari orang terdekat yang mempunyai mobilitas tinggi dalam pekerjaannya," lanjut Cahyono.

Pasien Corona kedua hari ini adalah laki-berusia 47 tahun Cahyono asal Kecamatan Ngawen, yang menjalani perawatan di RSST Soeradji Tirtonegoro dengan catatan mempunyai riwayat penyakit comorbid bronchitis dan diabetes.

"Selain ada riwayat bronchitis dan DM (diabetes melitus), dimungkinkan pasien terpapar ketika melakukan perjalanan ke luar kota," sambung Cahyono.

Pasin ketiga adalah laki-laki 36 t ahun dari Kecamatan Jogonalan yang menjalani perawatan di RSST Soeradji Tirtonegoro. Dimungkinkan pasien ini terpapar ketika berada pada tempat kerjanya di Solo dan kontak dengan orang yang positif.

"Pasien yang ke-4 terkonfirmasi positif (Corona) adalah seorang wanita berusia 51 tahun berasal dari Kecamatan Wonosari. Dimungkinkan pasien terpapar suaminya yang terlebih dahulu positif dari Klaster Gowa. Saat ini pasien menjalani perawatan di RSD Bagas Waras," papar Cahyono.

"Saat ini satgas telah melakukan tracing lebih dalam dan segera melakukan rapid test kepada orang-orang yang pernah kontak dengan pasien, baik itu keluarga, kerabat maupun tim medis yang menangani sebelumnya," lanjutnya.

Bertambah, 4 Orang Di Klaten Dinyatakan Positif Corona

KLATEN JATENG - Pada hari ini pasien positif Corona atau COVID-19 di Klaten bertambah 4 orang. Pasien sebanyak itu tersebar di 4 kecamatan.

Juru Bicara Satgas Gugus Percepatan Penanganan Pencegahan COVID-19 Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo menjelaskan terdapat penambahan 4 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Klaten.

"Hari ini ada 4 pasien baru terkonfirmasi positif di Kabupaten Klaten. Masing-masing berasal dari Kecamatan Kalikotes, Ngawen, Jogonalan dan Wonosari. Saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif di Klaten yang masih dirawat berjumlah 13 orang," kata Cahyono, Minggu (26/4/2020).

Dari keempat orang tersebut, kata Cahyono, seorang berusia 10 tahun dari Kecamatan Kalikotes. Saat ini pasien tersebut menjalani perawatan di RSD Bagas Waras dengan kondisi yang baik dan stabil.

"Kondisinya baik. Pada kasus ini dimungkinkan pasien terpapar dari orang terdekat yang mempunyai mobilitas tinggi dalam pekerjaannya," lanjut Cahyono.

Pasien Corona kedua hari ini adalah laki-berusia 47 tahun Cahyono asal Kecamatan Ngawen, yang menjalani perawatan di RSST Soeradji Tirtonegoro dengan catatan mempunyai riwayat penyakit comorbid bronchitis dan diabetes.

"Selain ada riwayat bronchitis dan DM (diabetes melitus), dimungkinkan pasien terpapar ketika melakukan perjalanan ke luar kota," sambung Cahyono.

Pasin ketiga adalah laki-laki 36 t ahun dari Kecamatan Jogonalan yang menjalani perawatan di RSST Soeradji Tirtonegoro. Dimungkinkan pasien ini terpapar ketika berada pada tempat kerjanya di Solo dan kontak dengan orang yang positif.

"Pasien yang ke-4 terkonfirmasi positif (Corona) adalah seorang wanita berusia 51 tahun berasal dari Kecamatan Wonosari. Dimungkinkan pasien terpapar suaminya yang terlebih dahulu positif dari Klaster Gowa. Saat ini pasien menjalani perawatan di RSD Bagas Waras," papar Cahyono.

"Saat ini satgas telah melakukan tracing lebih dalam dan segera melakukan rapid test kepada orang-orang yang pernah kontak dengan pasien, baik itu keluarga, kerabat maupun tim medis yang menangani sebelumnya," lanjutnya.