NGANJUK JATIM - Diduga depresi, seorang wanita berinisial STA (35) perempuan asal Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Tubuh korban ditemukan menggantung dengan kain selendang di kamar tidurnya, Minggu (26/4/2020).

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP M Sudarman menjelaskan, peristiwa itu diketahui saat saudara korban yang berdagang di pasar Pace hendak numpang di kamar mandi. Namun ketika sampai di rumah korban terlihat sepi tidak ada aktifitas dan lampu rumah masih menyala semua.

"Saudara korban tersebut berusaha mengintip dari jendela ke dalam rumah dan sepi. Meski dipanggil-panggil tidak ada jawaban dari pemilik rumah," kata Sudarman kepada wartawan.

Selanjutnya, menurut Sudarman, saudara korban tersebut mengintip kamar dari jendela. Dan alangkah terkejutnya ketika melihat korban dalam kondisi menggantung di dalam kamarnya. Hal itupun langsung diberitahukan ke para tetangga dan warga sekitar rumah.

"Tapi warga tidak berani membuka pintu dan masuk ke rumah, merekapun melaporkan kejadian tersebut ke Polisi," ucap Sudarman.

Jajaran Polsek Pace, ungkap Sudarman, langsung mendatangi rumah korban bersama tim medis puskesmas. Dan petugas bersama warga membuka pintu rumah dan mengevakuasi tubuh korban yang menggantung dalam kondisi meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan tim medis dan personil Polsek, tambah Sudarman, tidak ditemukan tanda bekas luka penganiayaan pada tubuh korban. Dan saat itu, tubuh korban diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan.

"Dari keterangan saudaranya, korban depresi karena masalah keluarga yakni ditinggal suami dan anaknya pergi dari rumah," tutur Sudarman.

Depresi Ditinggal Suami Dan Anaknya, Wanita Di Nganjuk Nekat Gantung Diri

NGANJUK JATIM - Diduga depresi, seorang wanita berinisial STA (35) perempuan asal Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Tubuh korban ditemukan menggantung dengan kain selendang di kamar tidurnya, Minggu (26/4/2020).

Kasubag Humas Polres Nganjuk, AKP M Sudarman menjelaskan, peristiwa itu diketahui saat saudara korban yang berdagang di pasar Pace hendak numpang di kamar mandi. Namun ketika sampai di rumah korban terlihat sepi tidak ada aktifitas dan lampu rumah masih menyala semua.

"Saudara korban tersebut berusaha mengintip dari jendela ke dalam rumah dan sepi. Meski dipanggil-panggil tidak ada jawaban dari pemilik rumah," kata Sudarman kepada wartawan.

Selanjutnya, menurut Sudarman, saudara korban tersebut mengintip kamar dari jendela. Dan alangkah terkejutnya ketika melihat korban dalam kondisi menggantung di dalam kamarnya. Hal itupun langsung diberitahukan ke para tetangga dan warga sekitar rumah.

"Tapi warga tidak berani membuka pintu dan masuk ke rumah, merekapun melaporkan kejadian tersebut ke Polisi," ucap Sudarman.

Jajaran Polsek Pace, ungkap Sudarman, langsung mendatangi rumah korban bersama tim medis puskesmas. Dan petugas bersama warga membuka pintu rumah dan mengevakuasi tubuh korban yang menggantung dalam kondisi meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan tim medis dan personil Polsek, tambah Sudarman, tidak ditemukan tanda bekas luka penganiayaan pada tubuh korban. Dan saat itu, tubuh korban diserahkan ke pihak keluarga untuk di makamkan.

"Dari keterangan saudaranya, korban depresi karena masalah keluarga yakni ditinggal suami dan anaknya pergi dari rumah," tutur Sudarman.