SUKOHARJO JATENG - Jumlah kasus positif Corona (COVID-19) di Kabupaten Sukoharjo terus bertambah hampir setiap harinya. Per 26 April 2020, ada 26 orang positif COVID-19 di Sukoharjo atau yang tertinggi di antara daerah di Solo dan enam kabupaten sekitarnya.

Hari ini tercatat ada tiga penambahan kasus dari Kecamatan Mojolaban. Jumlah tersebut berasal dari pelacakan kasus sebelumnya dan ada tambahan kasus baru.

"Hari ini tiga tambahan kasus di Mojolaban semua. Ada yang kontak erat dengan kasus sebelumnya, ada juga yang kasus baru," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Minggu (26/4/2020).

Ketiganya kini dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Dua di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, satu di RSUD dr Moewardi Solo.

"Total akumulasi sampai hari ini ada 26 orang terkonfirmasi positif. 8 orang melakukan isolasi mandiri, 13 orang rawat inap, 2 orang sembuh, 3 orang meninggal," ujarnya.

Kasus tersebut antara lain berasal dari pemudik, keluarga pemudik dan tenaga kesehatan. Klaster lainnya berasal dari Ijtima Ulama Dunia di Gowa yang berjumlah dua orang asal Kecamatan Grogol.

"Ada 86 yang mengikuti kegiatan itu (Ijtima Ulama Dunia). Dalam rapid test, 25 orang reaktif tapi setelah di-swab, 2 orang yang positif," ujarnya.

Sementara untuk kasus sembuh ada dua, yakni dari Kartasura dan Grogol. Di Grogol, pasien yang dinyatakan sembuh ialah tenaga kesehatan yang pertama kali terkonfirmasi positif.

"Pasien tersebut sudah diswab dua kali dan hasilnya negatif. Namun dia masih harus karantina 14 hari untuk mengantisipasi reinfeksi," tutupnya.

Dibandingkan dengan enam daerah lain di Solo Raya, Sukoharjo merupakan daerah tertinggi pertama dengan 26 orang positif. Kemudian kedua adalah Kota Solo dengan 17 orang positif, disusul 13 orang positif di Karanganyar.

26 Positif Corona Di Sukoharjo Tertinggi Diantara Solo

SUKOHARJO JATENG - Jumlah kasus positif Corona (COVID-19) di Kabupaten Sukoharjo terus bertambah hampir setiap harinya. Per 26 April 2020, ada 26 orang positif COVID-19 di Sukoharjo atau yang tertinggi di antara daerah di Solo dan enam kabupaten sekitarnya.

Hari ini tercatat ada tiga penambahan kasus dari Kecamatan Mojolaban. Jumlah tersebut berasal dari pelacakan kasus sebelumnya dan ada tambahan kasus baru.

"Hari ini tiga tambahan kasus di Mojolaban semua. Ada yang kontak erat dengan kasus sebelumnya, ada juga yang kasus baru," kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Minggu (26/4/2020).

Ketiganya kini dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Dua di RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, satu di RSUD dr Moewardi Solo.

"Total akumulasi sampai hari ini ada 26 orang terkonfirmasi positif. 8 orang melakukan isolasi mandiri, 13 orang rawat inap, 2 orang sembuh, 3 orang meninggal," ujarnya.

Kasus tersebut antara lain berasal dari pemudik, keluarga pemudik dan tenaga kesehatan. Klaster lainnya berasal dari Ijtima Ulama Dunia di Gowa yang berjumlah dua orang asal Kecamatan Grogol.

"Ada 86 yang mengikuti kegiatan itu (Ijtima Ulama Dunia). Dalam rapid test, 25 orang reaktif tapi setelah di-swab, 2 orang yang positif," ujarnya.

Sementara untuk kasus sembuh ada dua, yakni dari Kartasura dan Grogol. Di Grogol, pasien yang dinyatakan sembuh ialah tenaga kesehatan yang pertama kali terkonfirmasi positif.

"Pasien tersebut sudah diswab dua kali dan hasilnya negatif. Namun dia masih harus karantina 14 hari untuk mengantisipasi reinfeksi," tutupnya.

Dibandingkan dengan enam daerah lain di Solo Raya, Sukoharjo merupakan daerah tertinggi pertama dengan 26 orang positif. Kemudian kedua adalah Kota Solo dengan 17 orang positif, disusul 13 orang positif di Karanganyar.

Tidak ada komentar