SEMARANG - Dua pasien positif virus Corona (COVID-19) masing-masing di Semarang dan Solo dinyatakan sembuh. Sementara itu 32 pasien positif lainnya masih dirawat intensif.

"Iya benar ada dua sembuh yaitu di Solo dan Semarang. Kalau sembuh berarti tadinya positif (Corona)," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Jumat (27/3/2020).

Ganjar menyebut kesembuhan dua pasien ini merupakan kabar baik. "Ini kabar baik juga sih, semoga ini bisa terus dikontrol," ujarnya.

Dari dua pasien yang sembuh itu, salah satunya merupakan keluarga dari pasien yang positif Corona klaster 'seminar Bogor'. Pasien itu yang dirawat di RSDM Solo.

"Ya, antara lain ya (berhubungan dengan yang seminar Bogor)," jelasnya.

Sementara itu dari situs resmi https://corona.jatengprov.go.id/ update pukul 14.00 WIB hari ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jateng sebanyak 3.638 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 322 orang.

Kemudian pasien positif Corona di Jateng, ada 40 pasien dengan rincian 32 pasien masih dirawat, 6 meninggal dan 2 pasien sembuh. Dua pasien sembuh dan boleh pulang masing-masing dari RSUD dr Moewardi, Solo dan RSU Telogorejo, Semarang.

Untuk 32 pasien positif Corona dirawat di sejumlah rumah sakit. Yakni 8 pasien di RSUP Dr Kariadi Semarang, 5 pasien di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 3 pasien di RSUD dr Moewardi Solo, 3 pasien di RSUD dr. R. G. Taroenadibrata Purbalingga, 3 pasien di RSUD Banyumas, 2 pasien di RSU Telogorejo Semarang.

Dan masing-masing satu pasien di RSU dr Soedjono Magelang, RSUD Tidar Kota Magelang, RSUD Setjonegoro Wonosobo, RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas, RSUD Kraton Pekalongan, RSUD Kardinah Tegal, RSUD dr. Soediran MS Wonogiri, dan RSUD Cilacap.

Diberitakan sebelumnya, seorang pasien positif virus Corona (COVID-19) di RSUD dr Moewardi (RSDM) dinyatakan sembuh. Dia diperbolehkan pulang ke rumahnya, Mojosongo, Jebres, Solo.

"Betul, laporan dari RSDM, pasien tersebut di-swab dua kali dan hasilnya negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih kepada wartawan, Jumat (27/3).

Update Corona di Jateng: 40 Positif, 6 Meninggal

SEMARANG - Dua pasien positif virus Corona (COVID-19) masing-masing di Semarang dan Solo dinyatakan sembuh. Sementara itu 32 pasien positif lainnya masih dirawat intensif.

"Iya benar ada dua sembuh yaitu di Solo dan Semarang. Kalau sembuh berarti tadinya positif (Corona)," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rumah dinasnya, Jumat (27/3/2020).

Ganjar menyebut kesembuhan dua pasien ini merupakan kabar baik. "Ini kabar baik juga sih, semoga ini bisa terus dikontrol," ujarnya.

Dari dua pasien yang sembuh itu, salah satunya merupakan keluarga dari pasien yang positif Corona klaster 'seminar Bogor'. Pasien itu yang dirawat di RSDM Solo.

"Ya, antara lain ya (berhubungan dengan yang seminar Bogor)," jelasnya.

Sementara itu dari situs resmi https://corona.jatengprov.go.id/ update pukul 14.00 WIB hari ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Jateng sebanyak 3.638 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 322 orang.

Kemudian pasien positif Corona di Jateng, ada 40 pasien dengan rincian 32 pasien masih dirawat, 6 meninggal dan 2 pasien sembuh. Dua pasien sembuh dan boleh pulang masing-masing dari RSUD dr Moewardi, Solo dan RSU Telogorejo, Semarang.

Untuk 32 pasien positif Corona dirawat di sejumlah rumah sakit. Yakni 8 pasien di RSUP Dr Kariadi Semarang, 5 pasien di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 3 pasien di RSUD dr Moewardi Solo, 3 pasien di RSUD dr. R. G. Taroenadibrata Purbalingga, 3 pasien di RSUD Banyumas, 2 pasien di RSU Telogorejo Semarang.

Dan masing-masing satu pasien di RSU dr Soedjono Magelang, RSUD Tidar Kota Magelang, RSUD Setjonegoro Wonosobo, RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas, RSUD Kraton Pekalongan, RSUD Kardinah Tegal, RSUD dr. Soediran MS Wonogiri, dan RSUD Cilacap.

Diberitakan sebelumnya, seorang pasien positif virus Corona (COVID-19) di RSUD dr Moewardi (RSDM) dinyatakan sembuh. Dia diperbolehkan pulang ke rumahnya, Mojosongo, Jebres, Solo.

"Betul, laporan dari RSDM, pasien tersebut di-swab dua kali dan hasilnya negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih kepada wartawan, Jumat (27/3).

Tidak ada komentar