Social Items

JAKARTA - Penyanyi Prisa Rianzi menjadi salah satu idola di awal tahun 2000-an. Paras cantik, suara merdu dan jago bermain guitar membuatnya langsung melesat di dunia hiburan.

Kini Prisa kembali dengan membawa cerita yang cukup mengejutkan. Ia mengaku sempat ingin mengakhiri hidupnya setelah melahirkan. Hal itu diakui lantaran beberapa alasan yang merugikannya.

Berat badan rekan duet JRocks itu bahkan sempat mencapai 100 kilogram usai melahirkan. Selain itu ia juga mengidap autoimun yang disebutnya sebagai alasan terberatnya.

"Iya (sempat berniat bunuh diri). Karena saat itu jadi setelah aku ngelahirin itu aku divonis sakit autoimun juga. Kalau autoimun sampai sekarang aku masih punya juga," ujar Prisa saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).

Jenis autoimun yang menyerang Prisa cukup membuatnya merasakan sakit yang lebih. Hal ini juga membuatnya sempat hampir menyerah dalam hidupnya.

"Jadi autoimunnya itu sempet parah sekali sampai aku tuh nyerah gitu. Soalnya kayak, jadi autoimun kan banyak ya. Jadi nah itu sempet nyerang selaput basah aku, terus mata dan semua semua yang basah itu dan parah banget. Aku harus minum steroid yang berat banget dan itu merusak ginjal aku juga dan aku sakit," paparnya.

Selain itu, krisis kepercayaan diri juga ikut menjadi alasan Prisa berniat mengakhiri hidupnya. Ia merasa malu bertemu teman-temannya semasa itu.

"Bedrest dan terus kayak badan aku gila, 100 kilo dan aku malu ketemu temen-temenku. Walaupun temen-temen ku, kayak aku tuh nggak kelihatan kayak Prisa karena kan beda sekali ya," ungkapnya.

Lebih lanjut, saat itu penyanyi 32 tahun ini juga merasa kehilangan teman-temannya. Prisa mengaku tidak produktif dalam berkarya.

"I lost my friends, my confidence. Terus juga aku nggak produktif. Padahal dari kecil aku produktif banget, aku selalu create everything. Aku suka banget membuat karya namun sejak itu aku jadi nggak bisa berkarya karena stress banget, sehingga punya pikiran seperti itu (bunuh diri)" tukasnya.

Lama Vakum, Artis Cantik Prisa Rianzi Dikabarkan Sempat Ingin Bunuh Diri

JAKARTA - Penyanyi Prisa Rianzi menjadi salah satu idola di awal tahun 2000-an. Paras cantik, suara merdu dan jago bermain guitar membuatnya langsung melesat di dunia hiburan.

Kini Prisa kembali dengan membawa cerita yang cukup mengejutkan. Ia mengaku sempat ingin mengakhiri hidupnya setelah melahirkan. Hal itu diakui lantaran beberapa alasan yang merugikannya.

Berat badan rekan duet JRocks itu bahkan sempat mencapai 100 kilogram usai melahirkan. Selain itu ia juga mengidap autoimun yang disebutnya sebagai alasan terberatnya.

"Iya (sempat berniat bunuh diri). Karena saat itu jadi setelah aku ngelahirin itu aku divonis sakit autoimun juga. Kalau autoimun sampai sekarang aku masih punya juga," ujar Prisa saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).

Jenis autoimun yang menyerang Prisa cukup membuatnya merasakan sakit yang lebih. Hal ini juga membuatnya sempat hampir menyerah dalam hidupnya.

"Jadi autoimunnya itu sempet parah sekali sampai aku tuh nyerah gitu. Soalnya kayak, jadi autoimun kan banyak ya. Jadi nah itu sempet nyerang selaput basah aku, terus mata dan semua semua yang basah itu dan parah banget. Aku harus minum steroid yang berat banget dan itu merusak ginjal aku juga dan aku sakit," paparnya.

Selain itu, krisis kepercayaan diri juga ikut menjadi alasan Prisa berniat mengakhiri hidupnya. Ia merasa malu bertemu teman-temannya semasa itu.

"Bedrest dan terus kayak badan aku gila, 100 kilo dan aku malu ketemu temen-temenku. Walaupun temen-temen ku, kayak aku tuh nggak kelihatan kayak Prisa karena kan beda sekali ya," ungkapnya.

Lebih lanjut, saat itu penyanyi 32 tahun ini juga merasa kehilangan teman-temannya. Prisa mengaku tidak produktif dalam berkarya.

"I lost my friends, my confidence. Terus juga aku nggak produktif. Padahal dari kecil aku produktif banget, aku selalu create everything. Aku suka banget membuat karya namun sejak itu aku jadi nggak bisa berkarya karena stress banget, sehingga punya pikiran seperti itu (bunuh diri)" tukasnya.

Tidak ada komentar

Loading...