JOMBANG JATIM - Upaya tim SAR Gabungan mencari korban perahu terbalik di Sungai Brantas akhirnya membuahkan hasil, Senin (2/3/2020). Dua korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di penyeberangan Megaluh Jombang – Munung, Jatikalenm Nganjuk.

Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadiaan, yakni Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Dua jasad tersebut diduga anggota TNI Serda Dadang dan Surip, pengemudi perahu. Jasad kedua korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang.

“Benar, ditemukan dua jenazah di Sungai Brantas, Kecamatan Megaluh. Yakni di kawasan penyeberangan Megaluh dan Munung, Jatikalen. Keduanya berjenis kelamin laki-laki. Jasad keduanya kemudian kita serahkan ke posko pencarian korban,” ujar Kapolsek Megaluh AKP Yanuar.

Dengan ditemukannya dua korban tersebut, berarti masih ada dua korban lagi yang belum ditemukan. Masing-masing Septi (20), pacar Serda Dadang, warga Desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh, Jombang dan Anis (21), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Komandan Tim Basarnas Jatim Novik Heriyadi membenarkan temuan dua korban itu. Setelah dari posko, jasad keduanya dibawa ke kamar kenazah RSUD Jombang. Namun demikian, Novik belum berani menjelaskan secara detail identitas keduanya. “Sekarang kedua korban di kamar jenazah,” ujar Novik yang memimpin Tim SAR.

Diberitakan sebelumnya, perahu penyeberangan Sungai Brantas mengalami celaka pada Sabtu (29/2/2020) sekira jam 22.00 WIB. Perahu berisi 5 penumpang dan 1 pengemudi serta tiga sepeda motor. Perahu berangkat dari Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, menuju Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Di tengah perjalanan mesin perahu tiba-tiba mati karena arus deras. Perahu hanyut ke arah utara kemudian penumpang menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke sungai. Dua orang berhasil selamat, sedangkan empat korban lainnya dalam pencarian. Dua korban selamat adalah Feriansyah (25), warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patinrowo, Nganjuk dan Sukar (55), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Sedangkan yang masih dalam pencarian adalah Serda Dadang (22), warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk. Dadang merupakan anggota TNI Yon 521 Wirayuda Kediri. Kemudian Septi (20), warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang. Selanjutnya Surip (42), pengemudi perahu, warga Dusun Klaci, Desa Brodot, serta Anis (20), warga Klaci. Dari jumlah itu, dua orang berjenis kelamin laki-laki kembali ditemukan hari ini.

2 Penumpang Yang Hanyut Di Sungai Brantas Ditemukan Meninggal

JOMBANG JATIM - Upaya tim SAR Gabungan mencari korban perahu terbalik di Sungai Brantas akhirnya membuahkan hasil, Senin (2/3/2020). Dua korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di penyeberangan Megaluh Jombang – Munung, Jatikalenm Nganjuk.

Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadiaan, yakni Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Dua jasad tersebut diduga anggota TNI Serda Dadang dan Surip, pengemudi perahu. Jasad kedua korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Jombang.

“Benar, ditemukan dua jenazah di Sungai Brantas, Kecamatan Megaluh. Yakni di kawasan penyeberangan Megaluh dan Munung, Jatikalen. Keduanya berjenis kelamin laki-laki. Jasad keduanya kemudian kita serahkan ke posko pencarian korban,” ujar Kapolsek Megaluh AKP Yanuar.

Dengan ditemukannya dua korban tersebut, berarti masih ada dua korban lagi yang belum ditemukan. Masing-masing Septi (20), pacar Serda Dadang, warga Desa Pacar Peluk, Kecamatan Megaluh, Jombang dan Anis (21), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Komandan Tim Basarnas Jatim Novik Heriyadi membenarkan temuan dua korban itu. Setelah dari posko, jasad keduanya dibawa ke kamar kenazah RSUD Jombang. Namun demikian, Novik belum berani menjelaskan secara detail identitas keduanya. “Sekarang kedua korban di kamar jenazah,” ujar Novik yang memimpin Tim SAR.

Diberitakan sebelumnya, perahu penyeberangan Sungai Brantas mengalami celaka pada Sabtu (29/2/2020) sekira jam 22.00 WIB. Perahu berisi 5 penumpang dan 1 pengemudi serta tiga sepeda motor. Perahu berangkat dari Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk, menuju Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang.

Di tengah perjalanan mesin perahu tiba-tiba mati karena arus deras. Perahu hanyut ke arah utara kemudian penumpang menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke sungai. Dua orang berhasil selamat, sedangkan empat korban lainnya dalam pencarian. Dua korban selamat adalah Feriansyah (25), warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patinrowo, Nganjuk dan Sukar (55), warga Dusun Klaci, Desa Brodot, Kecamatan Bandar Kedungmulyo.

Sedangkan yang masih dalam pencarian adalah Serda Dadang (22), warga Dusun Sentanan, Desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk. Dadang merupakan anggota TNI Yon 521 Wirayuda Kediri. Kemudian Septi (20), warga Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang. Selanjutnya Surip (42), pengemudi perahu, warga Dusun Klaci, Desa Brodot, serta Anis (20), warga Klaci. Dari jumlah itu, dua orang berjenis kelamin laki-laki kembali ditemukan hari ini.